Penghapusan Program Hemat Ojol Disambut Positif Driver

Penghapusan program hemat ojol dinilai membantu meningkatkan pendapatan dan mengurangi beban driver online.

UlasYuk.com, Bekasi - Penghapusan program hemat ojol mulai membawa angin segar bagi para pengemudi ojek online di sejumlah daerah, termasuk Kota Bekasi. Kebijakan yang diumumkan oleh Grab dan Gojek itu disambut positif karena dianggap mampu mengurangi beban potongan pendapatan harian driver.

Pengemudi ojol menyambut penghapusan program hemat ojol di Bekasi

Para pengemudi berharap perubahan aturan tersebut dapat meningkatkan penghasilan bersih yang selama ini tergerus biaya langganan dan potongan komisi aplikasi. Selain itu, mereka juga menilai kebijakan baru ini menjadi langkah awal menuju kesejahteraan mitra pengemudi yang lebih baik.

Di sisi lain, penghapusan program hemat ojol juga memunculkan harapan baru terkait sistem pembagian hasil yang lebih adil. Driver berharap aplikator tetap menjaga keseimbangan antara tarif murah bagi konsumen dan pendapatan layak bagi pengemudi.

Driver Ojol Sambut Baik Kebijakan Baru

Sejumlah pengemudi ojol di wilayah Bekasi mengaku lega setelah program langganan layanan “Hemat” resmi dihentikan sejak 19 Mei 2026. Program tersebut sebelumnya mewajibkan driver membayar biaya tertentu agar mendapatkan akses order dengan skema tarif khusus.

Tugiyat (52), mitra pengemudi Gojek, mengatakan kebijakan tersebut memberi harapan baru terhadap peningkatan pendapatan harian. Menurutnya, potongan komisi yang lebih kecil akan langsung terasa dampaknya bagi penghasilan bersih driver.

Ia mengaku pendapatan ojol selama beberapa bulan terakhir tidak stabil. Dalam sehari, penghasilannya bisa turun drastis tergantung jumlah order yang masuk.

“Kadang dapat Rp100.000, kadang cuma Rp50.000. Tidak menentu,” ujarnya di sekitar Stasiun Bekasi.

Sementara itu, Supratman (50), pengemudi Grab, juga menyampaikan hal serupa. Ia menilai potongan komisi sebesar 20 persen selama ini terlalu besar dan cukup memberatkan driver.

Menurutnya, penghapusan program hemat ojol dapat mengurangi tekanan biaya operasional. Karena itu, ia berharap kebijakan tersebut benar-benar diterapkan secara konsisten oleh perusahaan aplikasi.

Potongan Komisi Turun Jadi 8 Persen

Selain menghentikan program langganan “Hemat”, Gojek juga disebut akan menurunkan potongan komisi aplikasi menjadi 8 persen per perjalanan. Sebelumnya, potongan komisi sempat mencapai 20 persen.

Kebijakan ini dinilai menjadi kabar baik bagi para driver. Sebab, sebagian besar pengemudi menggantungkan penghasilan utama dari pekerjaan sebagai ojol.

Dengan potongan yang lebih kecil, pendapatan bersih driver diperkirakan meningkat. Meskipun begitu, sejumlah pengemudi berharap kebijakan tersebut tidak hanya berlaku untuk layanan antar penumpang.

Beberapa driver meminta agar skema pemotongan baru juga diterapkan pada layanan pesan antar makanan dan pengiriman barang. Sebab, layanan tersebut juga menjadi sumber pendapatan penting bagi pengemudi.

Driver Harap Aturan Berlaku untuk Semua Layanan

Sejumlah pengemudi menilai sistem pembagian hasil sebaiknya diterapkan merata di semua layanan aplikasi. Hal itu penting agar kesejahteraan driver benar-benar meningkat secara menyeluruh.

Beberapa poin yang menjadi harapan driver antara lain:

  • Potongan komisi lebih rendah untuk semua layanan
  • Tidak ada biaya langganan tambahan
  • Sistem tarif lebih transparan
  • Pendapatan per perjalanan lebih stabil
  • Perlindungan kesejahteraan driver diperkuat

Karena itu, para pengemudi berharap pemerintah ikut mengawasi implementasi aturan baru tersebut.

Dampak Penghapusan Program Hemat Ojol

Penghapusan program hemat ojol diprediksi membawa dampak langsung bagi ekosistem transportasi online. Di satu sisi, driver merasa lebih diuntungkan karena beban biaya berkurang.

Namun, di sisi lain, pengamat menilai perubahan tarif bisa memengaruhi minat pengguna layanan ojol murah. Sebab, tarif perjalanan hemat selama ini cukup diminati konsumen.

Meskipun begitu, GrabBike Hemat dan GoRide Hemat disebut masih tetap tersedia untuk pelanggan. Hanya saja, akan ada penyesuaian tarif sesuai kebijakan terbaru perusahaan.

Selain itu, pemerintah juga tengah menyiapkan Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 yang akan mengatur ekosistem transportasi online secara lebih lengkap.

Aturan tersebut diharapkan mampu memberikan kepastian hukum bagi aplikator, konsumen, dan para mitra pengemudi.

Harapan Driver untuk Masa Depan Ojol

Bagi sebagian besar pengemudi, pekerjaan sebagai ojol bukan sekadar pekerjaan sampingan. Banyak driver menggantungkan kebutuhan keluarga dari pendapatan harian di jalan.

Karena itu, kebijakan yang mendukung kesejahteraan pengemudi dinilai sangat penting. Driver berharap perusahaan aplikasi lebih memperhatikan kondisi mitra di lapangan.

Selain itu, mereka juga berharap pemerintah terus mengawasi sistem tarif dan pembagian komisi agar tetap adil. Dengan begitu, hubungan antara aplikator dan pengemudi bisa berjalan lebih sehat.

Penghapusan program hemat ojol kini menjadi momentum penting dalam perubahan ekosistem transportasi online di Indonesia. Meski masih ada tantangan, banyak driver berharap kebijakan baru ini menjadi awal perbaikan nasib mereka ke depan.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan