Dilan ITB 1997 Sepi Penonton, Ini Penyebabnya
UlasYuk.com, Bandung - Film Dilan ITB 1997 akhirnya resmi tayang di bioskop pada Kamis, 30 April 2026. Namun, capaian penonton di hari pertama justru menjadi sorotan publik. Film yang masih membawa nama besar Dilan itu hanya mampu meraih sekitar 68 ribu penonton pada hari perdana penayangan.
Jumlah tersebut dinilai jauh dari ekspektasi. Apalagi, film Dilan 1990 yang tayang pada 2018 lalu sukses mengumpulkan sekitar 225 ribu penonton di hari pertama. Perbandingan itu membuat banyak penggemar menilai popularitas franchise Dilan mulai mengalami penurunan.
Meski begitu, Dilan ITB 1997 tetap menjadi bahan perbincangan di media sosial. Banyak penonton membahas perubahan karakter utama hingga alur cerita yang dianggap berbeda dari film-film Dilan sebelumnya. Selain itu, pergantian pemeran utama juga ikut memicu beragam komentar dari penggemar lama.
Dilan ITB 1997 Dinilai Kehilangan Karakter Asli
Pamela Damayanti, warga Kota Kediri, Jawa Timur, menilai film Dilan ITB 1997 kurang memiliki daya tarik emosional seperti versi sebelumnya. Menurutnya, alur cerita yang dibangun terasa terlalu datar dan tidak memiliki klimaks yang kuat.
“Menurut saya, ada dua faktor yang menjadikan Dilan ITB 1997 kurang mendapatkan animo penonton seperti Dilan 1990,” ujar Pamela pada Rabu, 6 Mei 2026.
Ia mengatakan konflik dalam film terasa kurang mendalam. Selain itu, penyelesaian cerita juga dianggap tidak memberi kesan emosional yang kuat bagi penonton.
Pamela menambahkan bahwa karakter Dilan yang dahulu identik dengan sosok remaja bandel dan puitis kini terlihat sangat berbeda. Perubahan tersebut dianggap membuat penonton lama sulit terhubung dengan cerita baru yang disajikan.
Sementara itu, Dominika Aprilia, pengajar TK Santa Maria Tulungagung, juga menyampaikan pendapat serupa. Ia mengaku mengikuti perjalanan film Dilan sejak pertama kali tayang pada 2018.
Menurut Dominika, karakter Dilan yang diperankan oleh Ariel Noah terasa terlalu dewasa dibandingkan versi sebelumnya yang dibawakan oleh Iqbaal Ramadhan.
“Sejak 2018, Dilan dikenalkan sebagai sosok bad boy namun romantis. Tapi di versi Dilan 2026, karakter asli Dilan terkesan mati karena dibawakan dalam visual yang jauh berbeda,” kata Dominika.
Pergantian Pemeran Jadi Sorotan Penonton
Salah satu faktor terbesar yang ramai dibahas publik adalah pergantian pemeran utama. Sebelumnya, sosok Dilan sangat melekat dengan penampilan Iqbaal Ramadhan.
Namun kini, karakter tersebut diperankan oleh Ariel Noah. Meski kemampuan akting Ariel mendapat banyak apresiasi, sebagian penonton merasa perubahan itu terlalu drastis.
Ariel Noah Hadirkan Dilan Versi Dewasa
Dalam film terbaru ini, Ariel Noah menghadirkan sosok Dilan yang lebih tenang dan matang. Karakter tersebut memang disesuaikan dengan usia Dilan yang sudah memasuki masa dewasa.
Namun, sebagian penggemar menganggap perubahan itu menghilangkan identitas asli Dilan yang dikenal usil, romantis, dan penuh rayuan khas anak muda.
Selain Ariel Noah, film ini juga menghadirkan Niken Anjani sebagai Ancika dan Raline Shah sebagai Milea. Ketiga tokoh utama tampil dengan pendekatan baru yang berbeda dari versi terdahulu.
Di sisi lain, beberapa penonton justru mengapresiasi keberanian sutradara menghadirkan interpretasi baru terhadap karakter-karakter lama. Mereka menilai perubahan tersebut menjadi bentuk penyegaran agar cerita tidak terasa monoton.
Kisah Politik dan Romansa Jadi Konflik Utama
Film Dilan ITB 1997 masih diadaptasi dari novel karya Pidi Baiq. Kali ini, cerita tidak hanya fokus pada kisah cinta, tetapi juga membawa latar situasi politik menjelang reformasi 1998.
Konflik utama film berkisar pada pilihan hidup Dilan. Ia harus menentukan antara menjalani kehidupan rumah tangga bersama Ancika atau ikut terlibat dalam perjuangan reformasi mahasiswa.
Nuansa drama politik tersebut menjadi pembeda utama dibanding film Dilan sebelumnya. Jika dulu cerita lebih dominan menampilkan romansa remaja sekolah, kini penonton diajak melihat sisi dewasa dari kehidupan Dilan.
Film berdurasi 110 menit ini kembali digarap oleh Fajar Bustomi bersama Pidi Baiq. Keduanya mencoba membawa suasana baru melalui pendekatan cerita yang lebih serius.
Namun, perubahan arah cerita itu ternyata tidak sepenuhnya diterima penonton lama. Sebagian penggemar merasa atmosfer romantis khas Dilan mulai berkurang.
Perbandingan dengan Dilan 1990 Sulit Dihindari
Popularitas Dilan 1990 memang menjadi standar tinggi bagi film-film berikutnya dalam franchise ini. Saat pertama tayang pada 2018, film tersebut berhasil menciptakan fenomena besar di kalangan remaja Indonesia.
Iqbaal Ramadhan kala itu dianggap berhasil menghidupkan karakter Dilan sesuai imajinasi pembaca novel. Dialog khas seperti rayuan romantis dan tingkah usil Dilan menjadi daya tarik utama.
Kesuksesan itu berlanjut pada film Dilan 1991 dan Milea: Suara dari Dilan. Ketiga film tersebut membangun ikatan emosional kuat dengan penonton muda.
Karena itu, Dilan ITB 1997 menghadapi tantangan besar sejak awal. Banyak penonton datang dengan ekspektasi tinggi terhadap sosok Dilan yang sudah melekat selama bertahun-tahun.
Meski capaian penonton hari pertama belum memuaskan, film ini masih memiliki peluang menarik lebih banyak penonton dalam beberapa pekan ke depan. Apalagi, rasa penasaran publik terhadap perjalanan hidup Dilan di usia dewasa masih cukup tinggi di kalangan penggemar setia franchise tersebut.
