Nvidia Pecahkan Rekor Kapitalisasi Pasar USD 5,7 Triliun

Kapitalisasi pasar Nvidia tembus USD 5,7 triliun setelah saham perusahaan AI itu melonjak tajam sepanjang 2026.

ULASYUK.COM, Amerika Serikat - Kapitalisasi pasar Nvidia kembali mencetak sejarah baru di industri teknologi global. Perusahaan pembuat chip kecerdasan buatan atau AI itu berhasil mencapai nilai pasar fantastis sebesar USD 5,7 triliun pada perdagangan 14 Mei 2026.

kapitalisasi pasar Nvidia

Lonjakan tersebut terjadi setelah saham Nvidia naik lebih dari 4 persen dan menyentuh rekor tertinggi sepanjang masa. Kenaikan ini sekaligus memperkuat posisi Nvidia sebagai salah satu perusahaan teknologi paling bernilai di dunia.

Sejak awal tahun 2026, saham Nvidia terus menunjukkan performa kuat. Investor masih optimistis terhadap pertumbuhan industri kecerdasan buatan yang semakin masif di berbagai sektor bisnis dan teknologi global.

Kapitalisasi Pasar Nvidia Naik Tajam

Kenaikan kapitalisasi pasar Nvidia dipengaruhi oleh tingginya permintaan chip AI di pasar internasional. Selain itu, sektor teknologi juga sedang mengalami tren positif menjelang laporan pendapatan perusahaan yang akan dirilis pekan depan.

Laporan Reuters turut mendorong sentimen pasar. Dalam laporan tersebut disebutkan bahwa Departemen Perdagangan Amerika Serikat memberikan lisensi kepada sekitar 10 perusahaan asal China untuk membeli chip H200 milik Nvidia.

Beberapa perusahaan besar yang masuk daftar tersebut antara lain Alibaba, Tencent, ByteDance, hingga JD.com. Chip H200 sendiri merupakan salah satu chip AI berkinerja tinggi yang sangat dibutuhkan untuk pengembangan teknologi kecerdasan buatan.

Namun, hingga kini belum ada pengiriman resmi yang dilakukan. Karena itu, pasar masih menunggu kepastian apakah kerja sama penjualan chip Nvidia ke China benar-benar akan terealisasi.

Sementara itu, Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengaku belum memperoleh informasi terbaru terkait perluasan akses chip Nvidia ke pasar China. Pernyataan itu disampaikan dalam wawancara bersama CNBC pada 14 Mei 2026.

Nvidia Fokus Besar pada Industri AI

Pertumbuhan kapitalisasi pasar Nvidia tidak lepas dari dominasi perusahaan dalam industri AI global. Nvidia kini menjadi pemasok utama chip untuk berbagai perusahaan teknologi besar.

Beberapa perusahaan yang menggunakan teknologi Nvidia antara lain OpenAI, Meta, hingga Anthropic. Mereka membutuhkan infrastruktur AI yang kuat untuk melayani ratusan juta pengguna di seluruh dunia.

Selain menjual chip, Nvidia juga mulai memperluas bisnis ke sektor infrastruktur AI lengkap. Strategi ini membuat perusahaan tidak hanya bergantung pada penjualan perangkat keras semata.

Nvidia Siapkan Pendapatan Fantastis

CEO Nvidia, Jensen Huang, bahkan memproyeksikan pendapatan chip AI perusahaan bisa mencapai USD 1 triliun pada tahun 2027. Angka tersebut jauh lebih besar dibanding target sebelumnya yang berada di kisaran USD 500 miliar.

Proyeksi tersebut muncul setelah Nvidia sukses memperkenalkan chip generasi terbaru seperti Blackwell dan Rubin. Kedua produk ini disebut menjadi tulang punggung pertumbuhan AI generatif di masa depan.

Selain itu, Nvidia juga mulai serius masuk ke pasar CPU melalui lini produk Vera. Langkah ini membuat Nvidia semakin agresif menantang dominasi Intel di industri prosesor global.

Analis Emarketer, Jacob Bourne, menilai langkah Nvidia menunjukkan bahwa perusahaan sedang membangun ekosistem AI berskala besar. Menurutnya, Nvidia tidak lagi sekadar menjual chip individual.

“Nvidia kini menawarkan sistem infrastruktur AI secara menyeluruh,” ujarnya dalam laporan terbaru.

Persaingan Amerika dan China Masih Membayangi

Di sisi lain, pertumbuhan kapitalisasi pasar Nvidia juga dipengaruhi situasi geopolitik antara Amerika Serikat dan China. Pemerintah AS masih memperketat penjualan chip AI canggih ke China.

Kebijakan tersebut dilakukan untuk mengontrol persaingan teknologi kecerdasan buatan. Karena itu, Nvidia sempat menghapus proyeksi pendapatan dari pasar China dalam laporan keuangan triwulan sebelumnya.

Meski begitu, pasar China tetap dianggap penting bagi Nvidia. Negara tersebut masih menjadi salah satu pusat pertumbuhan industri AI terbesar di dunia.

Menariknya, CEO Nvidia Jensen Huang juga dikabarkan masuk dalam daftar pemimpin bisnis yang mendampingi Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam agenda pertemuan dengan Presiden China Xi Jinping.

Langkah itu dinilai menjadi sinyal bahwa hubungan bisnis teknologi antara kedua negara masih memiliki peluang terbuka, meskipun dibayangi berbagai pembatasan perdagangan.

Saham Nvidia Terus Jadi Sorotan Investor

Dalam 12 bulan terakhir, saham Nvidia telah melonjak sekitar 70 persen. Kinerja tersebut membuat perusahaan menjadi salah satu saham teknologi paling diminati investor global.

Banyak analis percaya tren AI masih akan terus berkembang dalam beberapa tahun mendatang. Karena itu, permintaan chip dan infrastruktur AI diperkirakan tetap tinggi.

Berikut beberapa faktor yang mendorong kenaikan saham Nvidia:

  • Permintaan chip AI terus meningkat.
  • Banyak perusahaan teknologi beralih ke layanan AI generatif.
  • Nvidia memperluas bisnis ke infrastruktur AI lengkap.
  • Produk chip terbaru mendapat respons positif pasar.
  • Investor optimistis terhadap pertumbuhan industri AI global.

Selain itu, Nvidia juga dianggap berhasil menjaga momentum pertumbuhan di tengah persaingan industri semikonduktor yang semakin ketat.

Kapitalisasi pasar Nvidia yang kini mencapai USD 5,7 triliun menjadi bukti bahwa industri kecerdasan buatan masih menjadi pusat perhatian investor dunia. Jika tren AI terus berkembang, Nvidia diprediksi tetap menjadi pemain utama dalam transformasi teknologi global beberapa tahun ke depan.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan