Lingkar Perut Besar Dikaitkan dengan Risiko Kematian Dini

Lingkar perut besar berkaitan dengan risiko kematian dini, terutama pada lansia. Kenali batas ukuran dan cara mengukurnya.

Ulasyuk.com - Jakarta, lingkar perut ternyata dapat menjadi salah satu petunjuk kondisi kesehatan seseorang. Studi terbaru menemukan ukuran pinggang yang lebih besar berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini 

Lingkar Perut Besar Dikaitkan dengan Risiko Kematian Dini

Temuan itu berasal dari penelitian terhadap hampir 7.000 orang berusia 65 tahun ke atas. Para peneliti mengikuti peserta hingga 14 tahun dan membandingkan hubungan antara indeks massa tubuh (IMT), lingkar pinggang, serta risiko kematian.

Hasil penelitian menunjukkan perbedaan antara IMT dan ukuran lingkar perut. Pada kelompok lansia, IMT dalam kategori overweight justru berkaitan dengan risiko kematian yang lebih rendah dibandingkan IMT normal. Namun, ukuran lingkar pinggang menunjukkan hubungan yang berbeda.

Lingkar Perut Besar Berkaitan dengan Risiko Kematian Dini

Penelitian tersebut menemukan batas ukuran lingkar pinggang yang berkaitan dengan peningkatan risiko kematian dini. Pada pria, ukuran lebih dari 40 inci atau sekitar 101,6 cm menjadi perhatian. Sementara itu, pada perempuan, batasnya lebih dari 35 inci atau sekitar 89 cm.

Orang dalam kelompok tersebut memiliki risiko kematian dini 24 persen lebih tinggi dibandingkan mereka yang memiliki ukuran pinggang di bawah batas tersebut. Peneliti tetap menemukan hubungan itu setelah memperhitungkan IMT.

Karena itu, ukuran lingkar perut dapat memberikan gambaran yang berbeda dari angka pada timbangan. Seseorang mungkin memiliki berat badan yang tampak normal, tetapi tetap menyimpan lebih banyak lemak di area perut.

Meski begitu, angka tersebut tidak dapat menentukan usia seseorang secara pasti. Orang dengan lingkar pinggang di bawah batas tersebut tidak otomatis memiliki umur lebih panjang. Sebaliknya, orang dengan ukuran di atas batas juga tidak berarti pasti mengalami kematian lebih cepat. Penelitian itu menunjukkan hubungan, bukan bukti bahwa ukuran lingkar perut secara langsung menentukan panjang umur.

Kenapa Lingkar Perut Perlu Diperhatikan?

Lingkar perut yang semakin besar dapat menunjukkan penumpukan lemak di area abdomen. Salah satu jenis lemak yang perlu mendapat perhatian adalah lemak visceral.

Lemak visceral berada di sekitar organ dalam perut. Kondisi ini berkaitan dengan peradangan, resistensi insulin, serta perubahan metabolisme. Selanjutnya, berbagai perubahan tersebut dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan diabetes.

Sementara itu, IMT memiliki keterbatasan karena angka tersebut tidak dapat menunjukkan komposisi tubuh secara spesifik. IMT tidak membedakan jumlah massa otot dan lemak seseorang.

Misalnya, dua orang dapat memiliki tinggi dan berat badan yang sama. Namun, satu orang mungkin memiliki lebih banyak massa otot, sedangkan orang lainnya memiliki lebih banyak lemak tubuh.

Perbedaan itu semakin penting ketika seseorang memasuki usia lanjut. Seiring bertambahnya usia, massa otot cenderung berkurang. Pada saat yang sama, distribusi lemak tubuh dapat berubah dan lebih banyak terkumpul di area perut. Akibatnya, angka IMT normal belum tentu menggambarkan komposisi tubuh yang ideal.

Cara Mengukur Lingkar Perut dengan Tepat

Mengukur lingkar perut cukup sederhana dan dapat dilakukan di rumah. Anda hanya membutuhkan pita ukur untuk mengetahui ukuran pinggang.

Caranya, lingkarkan pita ukur pada bagian perut. Letakkan pita di antara bagian bawah tulang rusuk dan bagian atas tulang pinggul. Pastikan pita tetap sejajar dengan tubuh dan terasa pas tanpa menekan kulit.

Agar pemantauan lebih bermanfaat, perhatikan perubahan ukuran dari waktu ke waktu. Lingkar perut yang terus bertambah dapat menjadi tanda peningkatan lemak di area perut, meskipun berat badan atau IMT tidak banyak berubah.

Beberapa hal yang juga perlu diperhatikan meliputi:

  • lingkar perut;
  • tekanan darah;
  • kadar gula darah;
  • kadar kolesterol;
  • kebugaran fisik;
  • kekuatan otot;
  • aktivitas fisik;
  • pola makan; serta
  • komposisi tubuh.

Dengan demikian, seseorang sebaiknya tidak menilai kondisi kesehatan hanya dari satu angka. Lingkar perut dapat menjadi salah satu indikator, tetapi pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh tetap penting.

Menjaga Kesehatan Saat Memasuki Usia Lanjut

Menjaga kesehatan pada usia lanjut tidak hanya berarti mengejar angka tertentu pada timbangan. Dokter Leana Wen menyarankan lansia untuk lebih memperhatikan kesehatan serta kemampuan tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Selain itu, menjaga kekuatan otot dan tetap aktif secara fisik menjadi bagian penting dari proses penuaan yang sehat. Tubuh juga membutuhkan asupan nutrisi yang cukup untuk mendukung fungsi fisik sehari-hari.

Aktivitas fisik dapat menyesuaikan kemampuan masing-masing orang. Jalan cepat, bersepeda, dan berenang menjadi beberapa contoh aktivitas yang dapat dilakukan. Latihan kekuatan juga dapat membantu mempertahankan massa serta kekuatan otot.

Di sisi lain, perubahan berat badan juga perlu mendapat perhatian. Penurunan berat badan tanpa sebab yang jelas tidak selalu menunjukkan kondisi yang lebih sehat. Pada lansia, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan hilangnya massa otot atau masalah kesehatan tertentu.

Karena itu, pemantauan kesehatan sebaiknya melihat beberapa indikator sekaligus. Lingkar perut, berat badan, kekuatan otot, aktivitas fisik, pola makan, serta indikator kesehatan lain dapat memberikan gambaran yang lebih lengkap.

FAQ Seputar Lingkar Perut dan Risiko Kesehatan

Berapa lingkar perut yang perlu diwaspadai?

Pada penelitian tersebut, pria dengan lingkar pinggang lebih dari 40 inci atau sekitar 101,6 cm serta perempuan lebih dari 35 inci atau sekitar 89 cm memiliki risiko kematian dini 24 persen lebih tinggi dibandingkan kelompok dengan ukuran di bawah batas tersebut.

Apakah lingkar perut kecil menjamin umur panjang?

Tidak. Ukuran lingkar perut hanya menunjukkan hubungan dengan risiko dalam penelitian. Ukuran tersebut tidak dapat menentukan usia seseorang secara pasti.

Apakah IMT saja cukup untuk menilai kesehatan tubuh?

Tidak selalu. IMT tidak dapat membedakan massa otot dan lemak secara spesifik. Karena itu, lingkar perut dan indikator kesehatan lainnya juga perlu diperhatikan.

Bagaimana cara mengukur lingkar perut?

Gunakan pita ukur dan lingkarkan pada bagian perut di antara bawah tulang rusuk dan atas tulang pinggul. Pastikan pita tetap sejajar, pas, dan tidak menekan kulit.

Kesimpulan

Lingkar perut dapat menjadi salah satu indikator penting untuk melihat kondisi kesehatan, khususnya pada usia lanjut. Penelitian terhadap hampir 7.000 orang berusia 65 tahun ke atas menemukan hubungan antara ukuran pinggang yang lebih besar dan peningkatan risiko kematian dini.

Namun, masyarakat tidak perlu menilai kesehatan hanya dari ukuran pinggang atau angka timbangan. Sebaliknya, perhatikan juga kekuatan otot, aktivitas fisik, pola makan, tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta kondisi tubuh secara keseluruhan.

Dengan demikian, menjaga kesehatan pada usia lanjut perlu dilakukan secara menyeluruh. Memantau perubahan lingkar perut sekaligus mempertahankan aktivitas fisik dan kekuatan otot dapat menjadi bagian dari upaya menjaga kualitas hidup.