Kulit Kering dan Gatal pada Lansia: Penyebab dan Cara Mengatasinya

Ulasyuk.com - Jakarta, kulit kering dan gatal pada lansia dapat menimbulkan rasa tidak nyaman, iritasi, hingga gangguan kesehatan kulit lainnya. Kondisi ini lebih sering terjadi karena tubuh mengalami perubahan seiring bertambahnya usia.
Dalam dunia medis, kulit sangat kering disebut xerosis. Gejalanya meliputi kulit terasa kasar, gatal, dan pecah-pecah. Kondisi tersebut dapat muncul di berbagai bagian tubuh, terutama tangan, lengan, dan kaki.
Perawatan yang tepat membantu menjaga kelembapan kulit lansia. Namun, keluarga tetap perlu memperhatikan penyebab dan dampaknya agar keluhan tidak berkembang menjadi masalah yang lebih serius.
Penyebab Kulit Kering dan Gatal pada Lansia
Salah satu penyebab utamanya adalah penurunan produksi sebum. Sebum merupakan minyak alami yang diproduksi kulit. Pada lansia, jumlahnya dapat menurun sehingga kulit lebih mudah kering dan mengalami iritasi.
Selain itu, berkurangnya kadar air pada lapisan epidermis membuat kulit lebih mudah pecah-pecah. Paparan sinar matahari berlebihan, udara dingin, serta ruangan ber-AC secara terus-menerus juga dapat mengurangi kelembapan alami kulit.
Pola makan yang kurang seimbang turut memengaruhi kondisi kulit. Asupan vitamin A, vitamin E, dan asam lemak esensial yang tidak mencukupi dapat menghambat kemampuan kulit dalam mempertahankan kelembapan alaminya.
Faktor medis tertentu juga dapat memperparah kulit kering. Diabetes, gangguan tiroid, penyakit ginjal kronis, dan dermatitis atopik termasuk kondisi yang dapat meningkatkan risiko iritasi serta rasa gatal.
Dampak Kulit Kering pada Lansia
Kulit yang kering dapat memicu peradangan ringan dan rasa gatal. Jika sering digaruk, kulit lebih mudah mengalami luka dan iritasi. Luka tersebut kemudian dapat meningkatkan risiko infeksi akibat masuknya bakteri atau jamur.
Rasa gatal juga sering memburuk pada malam hari. Akibatnya, lansia dapat mengalami gangguan tidur, kelelahan, stres, dan penurunan kualitas hidup.
Kulit yang terlalu kering kehilangan sebagian kemampuan perlindungannya terhadap zat iritan, polusi, dan alergen. Pada saat yang sama, kulit lansia cenderung lebih tipis dan rapuh sehingga mudah lecet atau robek akibat gesekan ringan.
Cara Mengatasi Kulit Kering pada Lansia
Perawatan dapat dimulai dengan mencukupi kebutuhan cairan tubuh. Lansia disarankan minum 6–8 gelas air per hari atau sekitar 2–3 liter, kecuali dokter memberikan batasan cairan tertentu. Cairan juga dapat diperoleh dari buah dan sayuran yang kaya air, seperti melon, semangka, jeruk, mentimun, tomat, dan bayam.
Selain itu, batasi waktu mandi sekitar 5–10 menit. Gunakan air hangat suam-suam kuku, bukan air panas, karena mandi terlalu lama dapat menghilangkan minyak alami kulit. Pilih pula sabun yang lembut, bebas pewangi, dan tidak mengandung bahan kimia keras.
Penggunaan lotion dapat membantu menjaga kelembapan kulit. CeraVe Intensive Moisturizing Lotion disebut sebagai salah satu alternatif perawatan yang dikembangkan bersama dermatolog. Produk ini memiliki pH seimbang, cepat meresap, dan membantu mengunci kelembapan pada permukaan kulit.
- Mengandung tiga essential ceramides untuk membantu memperkuat dan memperbaiki skin barrier.
- Menggunakan teknologi MVE (Multi Vesicular Emulsion) untuk melepaskan bahan aktif secara perlahan dan terkontrol.
- Mengandung 5% Hydro-Urea dan shea butter untuk membantu menjaga kelembapan alami kulit.
- Memiliki formula bebas pewangi, hipoalergenik, tidak lengket, dan cocok untuk kulit sensitif.
Losion dapat diaplikasikan secukupnya pada area kulit yang membutuhkan perawatan. Penggunaan dapat diulangi sesuai kebutuhan atau anjuran dokter. Produk CeraVe Intensive Moisturizing Lotion 236 mL tersedia di klinik atau rumah sakit dan dapat dibeli melalui Toko Kesehatan Halodoc.
Kapan Lansia Perlu Berkonsultasi?
Jika kulit sangat kering, gatal, mudah terluka, atau menimbulkan iritasi berulang, konsultasikan kondisinya kepada dokter spesialis kulit. Pemeriksaan membantu menentukan penyebab dan penanganan yang sesuai, terutama bila lansia memiliki penyakit tertentu.
Dengan menjaga asupan cairan, membatasi paparan yang mengurangi kelembapan, serta menggunakan pelembap secara rutin, kesehatan kulit lansia dapat tetap terjaga. Perawatan yang konsisten juga membantu mengurangi risiko masalah kulit yang lebih serius.