Kesehatan Jantung: Faktor Risiko, Pencegahan, dan Tanda Bahaya

Kesehatan Jantung: Faktor Risiko, Pencegahan, dan Tanda Bahaya

Ulasyuk.com - Jakarta, kesehatan jantung perlu dijaga melalui pola hidup sehat, pemeriksaan berkala, dan kewaspadaan terhadap gejala penyakit kardiovaskular. Gangguan pada jantung dan pembuluh darah dapat muncul tanpa tanda awal yang jelas.

Penyakit kardiovaskular mencakup penyakit jantung koroner, gangguan irama jantung, penyakit katup, penyakit jantung bawaan, gagal jantung, serta stroke yang berkaitan dengan pembuluh darah. WHO mencatat sekitar 19,8 juta kematian akibat penyakit kardiovaskular pada 2022. Sekitar 85 persen di antaranya disebabkan serangan jantung dan stroke.

Sebagian besar risikonya dapat dikurangi dengan mengendalikan kebiasaan, kondisi medis, dan faktor lingkungan. Namun, langkah pencegahan tetap perlu disesuaikan dengan usia, kondisi kesehatan, obat yang digunakan, serta hasil pemeriksaan.

Faktor Risiko yang Perlu Diperhatikan

Faktor risiko yang dapat dikendalikan meliputi tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes, kebiasaan merokok, kurang aktivitas fisik, berat badan berlebih, serta pola makan yang tinggi garam, gula, lemak jenuh, dan lemak trans. Konsumsi alkohol berlebihan dan stres yang tidak dikelola juga dapat meningkatkan risiko.

Tekanan darah tinggi sering tidak menimbulkan gejala. Karena itu, pengukuran tekanan darah penting untuk mengetahui kondisi tersebut. Faktor lain, seperti usia, riwayat keluarga, faktor genetik, dan penyakit tertentu, tidak dapat diubah. Meski begitu, riwayat keluarga bukan berarti seseorang pasti mengalami penyakit jantung. Kondisi tersebut menjadi alasan untuk lebih aktif melakukan pemeriksaan.

Cara Menjaga Kesehatan Jantung

Pola makan seimbang dapat membantu menjaga kesehatan jantung. Utamakan sayur, buah, ikan, biji-bijian utuh, kacang-kacangan, serta sumber protein dan lemak yang lebih sehat. Sebaliknya, batasi makanan tinggi garam, gula, lemak jenuh, lemak trans, dan makanan ultra-proses.

Aktivitas fisik juga berperan penting dalam menjaga kebugaran jantung, berat badan, tekanan darah, dan kadar gula darah. WHO merekomendasikan orang dewasa melakukan 150–300 menit aktivitas aerobik intensitas sedang per minggu, atau 75–150 menit aktivitas intensitas berat. Latihan penguatan otot juga dianjurkan setidaknya dua hari per minggu.

Orang yang belum aktif sebaiknya memulai olahraga secara bertahap. Sementara itu, orang dengan penyakit jantung, gejala tertentu, atau keterbatasan fisik perlu berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum meningkatkan intensitas latihan.

Berhenti merokok dan menghindari asap rokok merupakan langkah penting. Selain itu, pendekatan CERDIK dari Kementerian Kesehatan menekankan pemeriksaan kesehatan berkala, aktivitas fisik, diet seimbang, istirahat cukup, serta pengelolaan stres.

Pemeriksaan dan Gejala yang Perlu Diwaspadai

Deteksi dini dapat mencakup pengukuran tekanan darah, pemeriksaan gula darah, profil lipid atau kolesterol, berat badan, dan lingkar perut. Pemeriksaan elektrokardiogram atau EKG dapat dilakukan bila terdapat indikasi atau anjuran tenaga kesehatan. Pengelolaan hipertensi, diabetes, dan kolesterol tinggi terkadang memerlukan perubahan gaya hidup sekaligus obat. Obat resep tidak boleh dihentikan atau diubah tanpa arahan dokter.

Gejala penyakit jantung dapat berupa nyeri atau rasa tertekan di dada, sesak napas, mudah lelah, jantung berdebar, pusing, pingsan, dan pembengkakan pada tungkai. Gejala serangan jantung juga dapat berupa rasa tidak nyaman di tengah dada yang menjalar ke lengan, bahu, punggung, leher, rahang, atau ulu hati.

Nyeri dada atau sesak napas yang muncul mendadak, memburuk, berlangsung terus, atau disertai keringat dingin, mual, pingsan, maupun nyeri menjalar harus dianggap sebagai keadaan darurat. Segera cari pertolongan medis dan jangan menganggapnya sebagai masuk angin, maag, atau kelelahan biasa.

Gejala stroke, seperti wajah mencong, kelemahan mendadak pada satu sisi tubuh, kesulitan berbicara, gangguan penglihatan, pusing berat, atau kehilangan keseimbangan, juga membutuhkan pertolongan segera. Dengan pemeriksaan berkala dan kebiasaan sehat, risiko penyakit kardiovaskular dapat dikurangi secara lebih terarah.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan