Pergeseran Kompetisi Emiten Telko Dorong Pemulihan Margin

Pergeseran kompetisi emiten telko membuat TLKM, EXCL, dan ISAT fokus pada pemulihan margin dan kenaikan ARPU.

UlasYuk.com - JAKARTA - Pergeseran kompetisi emiten telko di Indonesia kini semakin terlihat jelas. Tiga operator besar seperti PT Telkom Indonesia Tbk (TLKM), PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk (EXCL), dan PT Indosat Tbk (ISAT) mulai meninggalkan strategi perang harga yang selama ini menekan profitabilitas industri.

Pergeseran Kompetisi Emiten Telko Dorong Pemulihan Margin

Fokus persaingan kini berubah menuju pemulihan margin, efisiensi biaya, dan peningkatan kualitas pendapatan. Kondisi tersebut dinilai menjadi sinyal positif bagi industri telekomunikasi nasional setelah tekanan besar akibat perang tarif data dalam beberapa tahun terakhir.

Selain itu, para analis menilai langkah ini dapat membantu operator menjaga keberlanjutan bisnis di tengah daya beli masyarakat yang masih bergerak terbatas. Strategi baru itu juga membuka peluang peningkatan laba secara bertahap pada 2026.

Pergeseran Kompetisi Emiten Telko Semakin Terlihat

Riset Bahana Sekuritas yang disusun Nicolas Lumy dan Yogi Bagus menyebut PT Telkom Indonesia Tbk kini tidak lagi memiliki ruang leluasa untuk memulai perang harga. Hal tersebut terjadi setelah return on invested capital (ROIC) perusahaan turun mendekati weighted average cost of capital (WACC).

Pada 2024, selisih ROIC terhadap WACC bahkan turun ke level 1,4 persen. Karena itu, Telkom lebih memilih fokus memperbaiki margin keuntungan dibanding mengejar pertumbuhan pelanggan secara agresif.

Di sisi lain, perusahaan juga mulai melakukan efisiensi operating expenditure atau opex. Langkah itu dilakukan melalui pengurangan vendor perangkat jaringan hingga efisiensi tenaga kerja.

Selain menjaga profitabilitas, strategi efisiensi diharapkan mampu menopang pertumbuhan laba perusahaan dalam jangka menengah. Para analis menilai pendekatan tersebut lebih sehat dibanding kembali memulai perang harga layanan data.

Sementara itu, kondisi serupa juga terlihat pada PT XL Smart Telecom Sejahtera Tbk. Meski masih menanggung dampak biaya integrasi XL dan Smartfren, EXCL mulai fokus pada pelanggan dengan nilai pengeluaran lebih tinggi.

Laporan keuangan konsolidasian tahun buku 2025 menunjukkan EXCL mencatat rugi Rp4,42 triliun. Angka itu meningkat dibanding rugi Rp1,81 triliun pada 2024.

Namun, perusahaan justru berhasil meningkatkan average revenue per user atau ARPU. Nilai ARPU EXCL naik dari Rp38,9 ribu menjadi Rp44,8 ribu.

Strategi Operator Beralih ke Pelanggan Berkualitas

Perubahan strategi EXCL turut berdampak pada jumlah pelanggan. Jumlah pengguna turun dari 79,6 juta pada kuartal III-2025 menjadi 73 juta pada kuartal IV-2025.

Meski begitu, penurunan pelanggan dianggap wajar karena perusahaan mulai meninggalkan segmen pelanggan bernilai rendah. Fokus kini diarahkan pada pengguna dengan konsumsi data lebih tinggi.

Selain ARPU, yield EXCL juga mengalami kenaikan dari Rp2,64 per MB menjadi Rp2,71 per MB. Kenaikan tersebut menunjukkan monetisasi trafik data semakin membaik.

Efisiensi Jadi Kunci Pemulihan Margin

Analis OCBC Sekuritas Gani menilai biaya integrasi EXCL perlahan mulai menurun. Pada 2025, biaya integrasi diperkirakan mencapai Rp2,4 triliun, namun turun menjadi di bawah Rp1 triliun pada 2026.

Selain itu, EXCL diproyeksikan memperoleh gross sinergi sebesar Rp250 miliar hingga Rp350 miliar pada 2026. Kondisi itu diyakini membantu pertumbuhan EBITDA perusahaan.

Gani mempertahankan rekomendasi beli untuk saham EXCL dengan target harga Rp3.300 per saham. Ia memperkirakan pendapatan EXCL tumbuh 9,5 persen pada 2026.

Pertumbuhan tersebut didukung kenaikan ARPU seluler dan persaingan industri yang mulai lebih rasional. Namun, perusahaan masih diperkirakan mencatat rugi bersih Rp2,1 triliun pada 2026 sebelum berbalik laba pada 2027.

ISAT Fokus Perkuat Jaringan dan Profitabilitas

PT Indosat Tbk juga menjalankan strategi serupa. Perusahaan lebih fokus memperkuat kualitas jaringan dan memperluas kapasitas layanan dibanding terlibat perang tarif.

Menurut analis KB Valbury Sekuritas Steven Gunawan, ISAT masih akan menambah menara telekomunikasi dan spektrum frekuensi. Langkah tersebut diperlukan karena utilisasi jaringan perusahaan sudah cukup padat.

Steven memproyeksikan pendapatan data ISAT tumbuh 7,6 persen secara tahunan menjadi Rp46,7 triliun pada 2026. Pertumbuhan itu didorong trafik data yang meningkat 8,3 persen.

Selain itu, jumlah pelanggan diperkirakan stabil di level 93,7 juta pelanggan. ARPU ISAT juga diperkirakan naik moderat menjadi Rp44,9 ribu.

Potensi tambahan pertumbuhan juga datang dari layanan fixed broadband atau FBB. Penetrasi internet rumah yang masih rendah dinilai membuka peluang ekspansi lebih besar.

Secara keseluruhan, pendapatan ISAT diproyeksikan meningkat 4,9 persen menjadi Rp59,3 triliun pada 2026. Di sisi lain, disiplin biaya dinilai mampu menjaga margin EBITDA tetap sehat.

Steven memperkirakan EBITDA ISAT tumbuh 5,6 persen menjadi Rp28,1 triliun. Margin EBITDA perusahaan diprediksi mencapai 47,4 persen dengan laba bersih sekitar Rp6 triliun.

Karena itu, KB Valbury Sekuritas mempertahankan rekomendasi beli untuk saham ISAT dengan target harga Rp2.500 per saham.

Pemulihan ARPU Jadi Fokus Industri Telko

Para analis menilai pemulihan ARPU masih menjadi fokus utama industri telekomunikasi nasional. Sebab, ARPU seluler dinilai belum kembali ke level sebelum perang harga pada kuartal II-2024.

Meski daya beli masyarakat masih cenderung stagnan, operator dinilai memiliki ruang untuk memperbaiki monetisasi layanan data. Strategi tersebut dianggap lebih sehat dibanding mengejar jumlah pelanggan semata.

Selain itu, efisiensi biaya operasional juga diperkirakan menjadi penopang utama profitabilitas operator. Kondisi tersebut membuka peluang pertumbuhan laba yang lebih stabil pada beberapa tahun mendatang.

Dengan perubahan strategi itu, pergeseran kompetisi emiten telko diperkirakan akan semakin menitikberatkan pada kualitas layanan, efisiensi bisnis, dan peningkatan nilai pelanggan.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan