Asupan Peninggi Badan Anak untuk Cegah Stunting
UlasYuk.com, Jakarta - Asupan peninggi badan menjadi perhatian penting bagi banyak orang tua yang ingin memastikan tumbuh kembang anak berjalan optimal. Nutrisi yang tepat membantu anak memiliki tinggi badan ideal sesuai usianya serta mendukung kesehatan tubuh secara menyeluruh.
Kurangnya asupan nutrisi dapat memicu stunting. Kondisi ini terjadi ketika anak mengalami kekurangan gizi dalam waktu lama sehingga pertumbuhan tubuhnya terhambat. Anak yang mengalami stunting biasanya memiliki tinggi badan lebih pendek dibandingkan anak seusianya.
Selain faktor gizi, stunting juga bisa dipengaruhi kondisi lain. Misalnya faktor genetik, gangguan hormon, anemia, infeksi, hingga stres berat. Karena itu, orang tua perlu memahami jenis asupan peninggi badan yang penting untuk menunjang pertumbuhan anak sejak dini.
Protein Jadi Asupan Peninggi Badan Utama
Protein merupakan nutrisi penting untuk mendukung pertumbuhan tubuh anak. Nutrisi ini membantu pembentukan sel, jaringan tubuh, otot, hingga hormon pertumbuhan.
Selain itu, protein juga membantu tubuh menghasilkan energi. Karena itu, kebutuhan protein anak harus terpenuhi setiap hari sesuai usianya.
Berikut kebutuhan protein harian anak:
- Usia 1–3 tahun: 26 gram
- Usia 4–6 tahun: 35 gram
- Usia 7–9 tahun: 49 gram
- Usia 9–13 tahun: 40 gram
- Remaja laki-laki 14–18 tahun: 65 gram
- Remaja perempuan 14–18 tahun: 60 gram
Sumber protein mudah ditemukan dalam makanan sehari-hari. Orang tua dapat memberikan telur, ikan, ayam, daging sapi, susu, hingga kacang-kacangan.
Pilih Protein Hewani dan Nabati Secara Seimbang
Protein hewani memiliki kandungan asam amino lengkap. Namun, protein nabati juga penting karena mengandung serat dan vitamin tambahan.
Karena itu, kombinasi kedua jenis protein sangat dianjurkan. Pola makan seimbang membantu proses pertumbuhan berlangsung lebih optimal.
Zat Besi Penting untuk Tumbuh Kembang Anak
Selain protein, zat besi juga termasuk asupan peninggi badan yang wajib dipenuhi. Nutrisi ini membantu sel darah merah membawa oksigen ke seluruh tubuh, termasuk otak anak.
Jika anak kekurangan zat besi, tubuhnya akan mudah lemas. Di sisi lain, proses pertumbuhan juga dapat terganggu.
Berikut kebutuhan zat besi harian pada anak:
- Usia 7–12 bulan: 7 miligram
- Usia 1–3 tahun: 8 miligram
- Usia 4–8 tahun: 9 miligram
- Usia 9–13 tahun: 10 miligram
- Remaja laki-laki 14–18 tahun: 17 miligram
- Remaja perempuan 14–18 tahun: 25 miligram
Zat besi banyak ditemukan pada:
- Daging merah
- Hati ayam atau sapi
- Makanan laut
- Sayuran hijau
- Kacang-kacangan
- Polong-polongan
Namun, penyerapan zat besi akan lebih baik jika dibantu vitamin C. Karena itu, anak juga dianjurkan mengonsumsi buah seperti jeruk, jambu, atau tomat.
Kalsium Membantu Pertumbuhan Tulang Anak
Kalsium memiliki peran besar dalam pertumbuhan tulang dan gigi. Nutrisi ini juga membantu menjaga kekuatan otot serta mendukung fungsi jantung.
Anak yang kekurangan kalsium berisiko mengalami gangguan pertumbuhan tulang. Karena itu, kebutuhan kalsium harus dipenuhi setiap hari.
Berikut kebutuhan kalsium berdasarkan usia:
- Usia 1–3 tahun: 650 miligram
- Usia 4–8 tahun: 1000 miligram
- Usia 9–18 tahun: 1200 miligram
Sumber kalsium terbaik berasal dari susu dan produk olahannya. Selain itu, kalsium juga bisa diperoleh dari tahu, bayam, dan brokoli.
Penelitian menunjukkan anak yang mendapat cukup kalsium cenderung memiliki tinggi dan berat badan ideal. Meski begitu, konsumsi susu tetap harus disesuaikan usia anak.
Berikut anjuran konsumsi susu harian:
- Usia 2–3 tahun: sekitar 500 ml
- Usia 4–8 tahun: sekitar 600 ml
- Usia 9–18 tahun: sekitar 700 ml
Konsumsi susu berlebihan tidak dianjurkan. Sebab, kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko obesitas pada anak.
Vitamin D Bantu Penyerapan Kalsium
Vitamin juga menjadi bagian penting dalam asupan peninggi badan. Salah satu yang paling dibutuhkan adalah vitamin D.
Vitamin D membantu tubuh menyerap kalsium dengan baik. Tanpa vitamin D yang cukup, pertumbuhan tulang anak bisa terganggu.
Kebutuhan vitamin D pada bayi hingga usia satu tahun mencapai 200 IU per hari. Sementara itu, anak di atas satu tahun membutuhkan sekitar 600 IU per hari.
Vitamin D bisa diperoleh dari beberapa sumber berikut:
- Susu dan produk olahannya
- Telur
- Ikan
- Bayam
- Kedelai
- Sereal
Selain makanan, vitamin D juga dapat dibentuk tubuh melalui paparan sinar matahari pagi. Karena itu, anak dianjurkan bermain atau berjemur pada pagi hari dalam waktu cukup.
Orang Tua Perlu Memantau Pertumbuhan Anak
Memenuhi asupan peninggi badan sejak dini menjadi langkah penting untuk mencegah stunting. Selain memberikan makanan bergizi, orang tua juga perlu rutin memantau pertumbuhan anak.
Perhatikan grafik tinggi dan berat badan sesuai usia. Jika pertumbuhan anak tampak lambat, segera lakukan pemeriksaan ke dokter.
Beberapa tanda yang perlu diwaspadai antara lain:
- Anak sulit makan
- Berat badan sulit naik
- Tinggi badan tidak bertambah
- Anak tampak lemas
- Anak sering sakit
Dokter nantinya akan membantu mengevaluasi status gizi anak. Selain itu, dokter juga dapat mencari penyebab gangguan pertumbuhan dan memberikan rekomendasi pola makan yang sesuai.
Dengan pola makan bergizi seimbang, kebutuhan nutrisi anak dapat terpenuhi lebih baik. Karena itu, orang tua perlu memastikan asupan protein, zat besi, kalsium, vitamin, dan nutrisi penting lainnya tersedia setiap hari demi mendukung tumbuh kembang optimal anak.
.webp)