Sering Menahan BAB pada Anak Picu Usus Buntu? Ini Faktanya

Menahan BAB pada anak tidak terbukti menyebabkan usus buntu. Pakar IDAI menjelaskan hubungan sembelit dan radang usus buntu.

Ulasyuk.com - Jakarta, kebiasaan menahan buang air besar (BAB) pada anak kerap membuat orang tua khawatir. Selama ini, sebagian masyarakat mengaitkan kebiasaan tersebut dengan risiko radang usus buntu.

Sering Menahan BAB pada Anak Picu Usus Buntu? Ini Faktanya

Anggapan itu kembali menjadi perhatian karena banyak orang tua sering mengingatkan anak agar tidak menahan BAB. Mereka bahkan kerap mengaitkan kebiasaan tersebut dengan kemungkinan terkena usus buntu.

Namun, pakar Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menegaskan bahwa anggapan tersebut tidak terbukti secara medis. Sembelit akibat kebiasaan menahan BAB juga tidak memiliki hubungan langsung dengan radang usus buntu.

Menahan BAB pada Anak Tidak Menyebabkan Usus Buntu

Anggota Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gastrohepatologi IDAI, dr Himawan Aulia Rahman, SpA, Subsp.G.H.(K), menjelaskan bahwa sembelit bukan penyebab radang usus buntu pada anak.

Ia menyampaikan penjelasan tersebut dalam konferensi pers daring pada Selasa, 1 September 2026. Menurut Himawan, anggapan bahwa anak yang mengalami sembelit memiliki risiko lebih tinggi terkena radang usus buntu termasuk mitos.

Secara anatomi, lokasi masalah sembelit dan usus buntu berada pada bagian yang berbeda. Karena itu, kotoran yang tertahan akibat sembelit tidak otomatis bergerak menuju usus buntu lalu menyumbatnya.

Himawan menjelaskan bahwa usus buntu berada pada bagian awal usus besar. Sementara itu, sembelit berkaitan dengan bagian akhir usus besar yang berada lebih dekat dengan rektum dan anus.

Perbedaan lokasi tersebut menjadi salah satu alasan mengapa kebiasaan menahan BAB tidak secara langsung menyebabkan radang usus buntu. Dengan demikian, orang tua tidak perlu menganggap sembelit sebagai penyebab langsung apendisitis pada anak.

Mengapa Mitos Usus Buntu dan Sembelit Muncul?

Mitos mengenai hubungan menahan BAB dan usus buntu cukup mudah dipahami. Sebagian orang mungkin membayangkan feses yang tertahan akan terus menumpuk di dalam tubuh.

Selanjutnya, muncul anggapan bahwa tumpukan tersebut dapat berpindah ke bagian usus buntu dan menyebabkan penyumbatan. Padahal, proses pencernaan tidak berlangsung dengan cara seperti itu.

Usus buntu berada di area kanan bawah perut, tepat pada bagian tempat usus halus bertemu dengan pangkal usus besar. Sementara itu, feses yang sudah siap keluar bergerak menuju bagian ujung usus besar, kemudian menuju rektum dan anus.

Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menghubungkan keluhan sembelit dengan radang usus buntu. Keduanya memiliki lokasi dan mekanisme yang berbeda.

Meskipun begitu, bukan berarti kebiasaan menahan BAB tidak menimbulkan masalah. Anak tetap perlu membiasakan pola BAB yang teratur agar sistem pencernaannya tetap nyaman.

Sembelit Tetap Bisa Mengganggu Kenyamanan Anak

Walaupun tidak menyebabkan usus buntu, kebiasaan menahan BAB hingga memicu sembelit tetap dapat menimbulkan gangguan pencernaan lain. Kondisi tersebut bisa membuat anak merasa tidak nyaman.

Anak yang mengalami sembelit dapat merasakan beberapa keluhan pada bagian perut. Keluhan tersebut antara lain:

  • Perut terasa kembung.
  • Perut terasa begah.
  • Rasa tidak nyaman pada perut.
  • Kesulitan saat buang air besar.

Karena itu, orang tua tetap perlu memperhatikan kebiasaan BAB anak. Jangan menunggu sampai anak mengalami keluhan pencernaan yang mengganggu aktivitas sehari-hari.

Selain itu, orang tua dapat membiasakan anak untuk segera pergi ke toilet ketika tubuh memberikan dorongan untuk BAB. Kebiasaan tersebut membantu anak mengenali kebutuhan tubuhnya dan menghindari kebiasaan menahan BAB.

Orang Tua Perlu Memahami Perbedaan Sembelit dan Usus Buntu

Pemahaman mengenai perbedaan sembelit dan radang usus buntu penting bagi orang tua. Keduanya tidak bisa dianggap sebagai kondisi yang sama hanya karena sama-sama dapat berkaitan dengan keluhan pada perut.

Sembelit berkaitan dengan kesulitan mengeluarkan feses. Dalam kondisi tertentu, kebiasaan menahan BAB dapat membuat anak mengalami gangguan pencernaan yang menimbulkan rasa kembung, begah, dan tidak nyaman.

Sementara itu, usus buntu berada pada bagian awal usus besar di area kanan bawah perut. Posisi tersebut berbeda dengan lokasi feses yang sudah berada di bagian akhir usus besar sebelum keluar melalui anus.

Oleh karena itu, orang tua tidak perlu menakut-nakuti anak dengan mengatakan bahwa menahan BAB pasti menyebabkan usus buntu. Penjelasan yang tepat justru dapat membantu anak memahami pentingnya menjaga kebiasaan BAB.

Kebiasaan BAB Teratur Tetap Penting

Himawan tetap mengingatkan pentingnya membiasakan anak buang air besar secara teratur. Anak juga sebaiknya tidak membangun kebiasaan menahan BAB.

Kebiasaan tersebut bukan bertujuan untuk mencegah usus buntu secara langsung. Tujuannya lebih berkaitan dengan menjaga kenyamanan sistem pencernaan dan menghindari masalah akibat sembelit.

Orang tua juga perlu memperhatikan perubahan kebiasaan BAB anak. Jika anak mulai sering menahan BAB atau mengalami keluhan perut, orang tua sebaiknya memberikan perhatian lebih pada kondisi tersebut.

Dengan demikian, pesan utama yang perlu dipahami bukanlah hubungan antara menahan BAB dan usus buntu. Fokusnya justru pada pembentukan kebiasaan BAB yang sehat dan teratur sejak anak masih kecil.

Kesimpulan

Menahan BAB pada anak tidak terbukti menyebabkan radang usus buntu. Pakar IDAI dr Himawan Aulia Rahman menjelaskan bahwa sembelit dan usus buntu memiliki lokasi yang berbeda dalam sistem pencernaan.

Namun, orang tua tetap perlu mendorong anak agar tidak menahan BAB. Kebiasaan tersebut dapat memicu sembelit yang kemudian menimbulkan kembung, begah, dan rasa tidak nyaman pada perut.

Karena itu, orang tua sebaiknya memberikan pemahaman yang benar kepada anak. Jangan mengaitkan kebiasaan menahan BAB dengan ancaman usus buntu jika tidak memiliki dasar medis.

FAQ

Apakah menahan BAB bisa menyebabkan usus buntu?

Tidak. Pakar IDAI menyatakan bahwa sembelit akibat menahan BAB tidak memiliki hubungan langsung dengan radang usus buntu.

Di mana letak usus buntu?

Usus buntu berada di area kanan bawah perut, pada bagian tempat usus halus bertemu dengan pangkal usus besar.

Mengapa anak tetap tidak boleh sering menahan BAB?

Kebiasaan menahan BAB dapat memicu sembelit. Kondisi tersebut dapat membuat perut anak terasa kembung, begah, dan tidak nyaman.

Apakah sembelit dan usus buntu memiliki hubungan langsung?

Tidak. Sembelit berkaitan dengan bagian akhir usus besar, sedangkan usus buntu berada di bagian awal usus besar. Karena itu, keduanya tidak memiliki hubungan langsung seperti anggapan yang beredar di masyarakat.