Infrastruktur Pengawasan Meluas, Begini Cara Mengecek Kamera di Sekitar

Ulasyuk.com - Jakarta, infrastruktur pengawasan berkembang semakin luas dan kerap sulit terlihat oleh masyarakat. Kamera publik, sistem pengenal kendaraan, hingga teknologi kecerdasan buatan kini terhubung dalam jaringan yang dapat merekam pergerakan seseorang.
Michelle Dahl, direktur eksekutif Surveillance Technology Oversight Project, menunjukkan bagaimana kamera kecil yang terpasang di tiang lampu New York dapat menjadi bagian dari sistem pengawasan besar. Kamera tersebut terhubung dengan Domain Awareness System milik New York City Police Department atau NYPD.
Menurut Dahl, sistem itu menghubungkan lebih dari 80.000 kamera dengan drone, data media sosial, dan teknologi pelacak kendaraan. Polisi di kota tersebut dapat mengakses profil seseorang melalui ponsel, termasuk informasi mengenai orang yang ditemui dan lokasi yang didatangi dalam beberapa hari terakhir.
Infrastruktur pengawasan sering luput dari perhatian
Kamera pengawas kini tersebar di berbagai tempat, mulai dari toko, gedung, apartemen, hingga fasilitas yang dikelola pemerintah. Banyak kamera berukuran kecil sehingga keberadaannya hampir tidak disadari pejalan kaki.
Dalam perjalanan di Manhattan, Dahl dan jurnalis yang menemaninya menemukan 16 kamera hanya dalam beberapa langkah. Kamera-kamera itu diduga dimiliki oleh bisnis, gedung, atau penyewa. Namun, rekamannya dapat diminta oleh polisi ketika ada penyelidikan.
Beberapa penyedia kamera bahkan memiliki sistem otomatis yang memudahkan aparat meminta dan menerima rekaman dari pengguna. Amazon Ring menjadi salah satu contoh layanan yang memiliki mekanisme tersebut.
Selain kamera biasa, terdapat pula sistem dengan kemampuan mengarahkan, memperbesar, dan mengikuti objek tertentu. Ketika masyarakat mulai memperhatikan sekeliling, jumlah perangkat yang terlihat terasa semakin banyak.
Flock Safety menjadi sorotan
Flock Safety menjadi salah satu perusahaan yang paling banyak dibicarakan dalam perdebatan tentang pengawasan. Perusahaan itu menyatakan memiliki lebih dari 100.000 kamera di 6.000 komunitas di Amerika Serikat.
Teknologi Flock terutama digunakan untuk memindai kendaraan. Perusahaan tersebut mengklaim sistemnya memindai mobil hingga 20 miliar kali setiap bulan. Flock juga menyediakan teknologi pengenalan wajah dan pelacakan tubuh.
Kemampuan itu memungkinkan aparat menelusuri kendaraan melampaui batas wilayah hukum mereka. Dalam satu kasus di Texas, seorang sheriff dilaporkan mengakses lebih dari 83.000 kamera Flock di berbagai wilayah Amerika Serikat untuk mencari seorang perempuan dalam perkara aborsi.
Di sisi lain, Flock menyatakan teknologinya membantu mengungkap kejahatan, menemukan anak hilang, menyelesaikan pembunuhan, serta memulihkan kendaraan curian. Perusahaan itu juga mendukung aturan yang lebih jelas di tingkat negara bagian dan daerah.
Namun, laporan menyebutkan sedikitnya 46 kasus penyalahgunaan sistem oleh aparat untuk tujuan yang tidak berwenang. Penyalahgunaan itu mencakup tindakan menguntit pasangan, mantan pasangan, dan orang asing. Flock menyebut penyalahgunaan tersebut sebagai pengkhianatan terhadap tujuan teknologi dan menyatakan pelakunya harus dimintai pertanggungjawaban.
Perdebatan antara keamanan dan privasi
Perluasan pengawasan memunculkan pertanyaan penting: apakah keamanan yang dijanjikan sepadan dengan berkurangnya privasi? Flock dan NYPD menilai teknologi tersebut dapat membantu penegakan hukum. NYPD juga menyatakan menerbitkan laporan transparansi dan berkomitmen menggunakan teknologi sesuai hukum.
Namun, sejumlah pakar mempertanyakan data dan metode yang digunakan untuk mendukung klaim keberhasilan pengawasan. Rindala Alajaji dari Electronic Frontier Foundation mengatakan teknologi tersebut dapat membuat orang tidak bersalah ikut dicurigai.
Menurut Alajaji, kesalahan pembacaan pelat nomor pernah berujung pada penghentian kendaraan dan tindakan berbahaya terhadap warga. Ia menilai klaim bahwa pengawasan selalu meningkatkan keamanan tidak boleh diterima tanpa pemeriksaan lebih lanjut.
Cara memeriksa kamera di lingkungan sekitar
Masyarakat dapat menggunakan sejumlah peta digital untuk memahami seberapa luas pengawasan di wilayahnya. Salah satunya adalah Atlas of Surveillance dari Electronic Frontier Foundation atau EFF.
Atlas tersebut memungkinkan pengguna mencari informasi berdasarkan kota, negara bagian, lembaga penegak hukum, atau perusahaan teknologi pengawasan. Peta interaktif itu belum lengkap, tetapi memuat data yang dikumpulkan mahasiswa dan peneliti.
Pilihan lain adalah DeFlock, peta berbasis kontribusi pengguna yang menampilkan lokasi kamera buatan Flock dan perusahaan lain. Karena siapa pun dapat mengeditnya, tingkat keakuratannya perlu diperiksa kembali.
Kesadaran menjadi langkah awal untuk memahami bagaimana data dikumpulkan dan ke mana data itu mengalir. Warga juga dapat menyampaikan pertanyaan kepada pemimpin daerah atau menghadiri rapat dewan kota ketika pemerintah membahas kontrak teknologi pengawasan.
Perdebatan ini tidak hanya berlangsung di Amerika Serikat. Sistem pengenalan wajah juga berkembang di Inggris dan negara lain. Polisi mengaitkannya dengan ribuan penangkapan, sementara para pengkritik menilai perkembangan tersebut memperluas negara pengawasan secara mengkhawatirkan.
Dengan demikian, memahami infrastruktur pengawasan membantu masyarakat menilai keseimbangan antara keamanan dan privasi. Semakin banyak warga mengetahui keberadaan kamera serta penggunaan datanya, semakin terbuka pula ruang untuk mendorong aturan dan pengawasan publik yang lebih kuat.