Anak Telat Bicara, Ini Tanda yang Perlu Diwaspadai Orang Tua
Ulasyuk.com - Jakarta, keterlambatan bicara pada anak perlu mendapat perhatian orang tua, terutama jika muncul bersama tanda lain seperti sulit merespons panggilan atau kurang tertarik berinteraksi
Kemampuan anak mengucapkan kata pertama menjadi salah satu momen yang paling ditunggu keluarga. Namun, sebagian orang tua memilih menunggu ketika kemampuan bicara anak belum berkembang sesuai harapan.
Padahal, orang tua perlu memperhatikan perkembangan bahasa sejak dini. Deteksi lebih awal dapat membantu menentukan evaluasi serta dukungan yang sesuai bagi tumbuh kembang anak.
Pada usia 13 hingga 18 bulan, anak umumnya mulai menggunakan kata sederhana seperti “mama” atau “mau”. Anak juga mulai memahami instruksi dasar pada tahap tersebut. Selanjutnya, usia 19 hingga 24 bulan biasanya membawa perkembangan kosakata yang lebih banyak.
Perkembangan Bicara Anak Sesuai Usia
Perkembangan bahasa tidak hanya berkaitan dengan jumlah kata yang mampu diucapkan anak. Kemampuan memahami bahasa dan menggunakan kata dalam konteks sehari-hari juga menjadi bagian penting.
Pada rentang usia 13-18 bulan, anak mulai mengucapkan sejumlah kata sederhana. Selain itu, anak mulai memahami perintah dasar yang diberikan orang di sekitarnya.
Kemudian, ketika memasuki usia 19-24 bulan, kemampuan berbahasa biasanya berkembang lebih jauh. Anak mulai menggabungkan dua kata menjadi sebuah ungkapan sederhana.
Contohnya, anak dapat mengatakan “mau susu” atau “ambil bola”. Kemampuan tersebut menunjukkan perkembangan penggunaan bahasa dalam situasi sehari-hari.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak hanya menghitung jumlah kata yang mampu diucapkan anak. Mereka juga perlu melihat kemampuan anak memahami bahasa dan berkomunikasi dengan lingkungan.
Dokter Spesialis Anak Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Herlina, Sp.A, menjelaskan bahwa kemampuan berbicara tidak cukup dinilai dari jumlah kata. Menurutnya, keterlambatan bicara perlu melalui evaluasi untuk mencari penyebab dan menentukan stimulasi atau intervensi yang tepat.
Kapan Telat Bicara Perlu Diwaspadai?
Orang tua perlu lebih waspada ketika keterlambatan bicara muncul bersama tanda perkembangan lain. Salah satu tanda yang perlu diperhatikan yaitu anak tidak merespons ketika orang lain memanggil namanya.
Selain itu, kesulitan memahami instruksi sederhana juga menjadi tanda yang perlu mendapat perhatian. Anak yang kurang menunjukkan minat untuk berinteraksi juga perlu mendapatkan evaluasi lebih lanjut.
Kondisi tersebut tidak selalu memiliki penyebab yang sama. Gangguan pendengaran, misalnya, dapat memengaruhi kemampuan anak dalam mengembangkan komunikasi.
Karena itu, orang tua sebaiknya tidak langsung menyimpulkan penyebab keterlambatan. Evaluasi menyeluruh dapat membantu tenaga medis melihat aspek perkembangan yang mengalami hambatan.
Konsultan Tumbuh Kembang Anak dari Mayapada Hospital Bandung, Dr. dr. Rodman Tarigan Girsang, Sp.A(K), M.Kes, juga menekankan pentingnya memperhatikan tanda penyerta. Menurutnya, orang tua perlu waspada ketika speech delay muncul bersama kesulitan memahami instruksi, tidak merespons panggilan, atau rendahnya minat berinteraksi.
Dengan demikian, keterlambatan bicara tidak sebaiknya dilihat hanya dari kemampuan anak mengucapkan kata. Orang tua juga perlu memperhatikan cara anak memahami dan merespons komunikasi.
Evaluasi Dini Membantu Menentukan Penanganan
Deteksi dini memiliki peran penting dalam menentukan langkah berikutnya. Dokter dapat mengevaluasi perkembangan anak untuk mengetahui penyebab serta aspek yang membutuhkan dukungan.
Setiap anak dapat memiliki kebutuhan yang berbeda. Oleh karena itu, penanganan perlu menyesuaikan penyebab dan bagian perkembangan yang terdampak.
Evaluasi tumbuh kembang dapat membantu memetakan kebutuhan anak. Proses tersebut dapat mencakup stimulasi kemampuan bahasa dan komunikasi hingga terapi lanjutan jika anak membutuhkannya.
Sementara itu, orang tua dapat terus memperhatikan perkembangan komunikasi anak dalam aktivitas sehari-hari. Respons ketika dipanggil, kemampuan memahami instruksi, serta keinginan berinteraksi menjadi beberapa hal yang penting untuk diamati.
Jika orang tua menemukan beberapa tanda yang mengkhawatirkan, konsultasi dengan tenaga medis dapat menjadi langkah berikutnya. Pemeriksaan membantu keluarga mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai perkembangan anak.
Dukungan untuk Anak dengan Speech Delay
Penanganan speech delay dapat melibatkan berbagai bentuk dukungan. Tenaga kesehatan akan menyesuaikan pendekatan dengan kondisi serta kebutuhan perkembangan anak.
Layanan tumbuh kembang dapat mencakup beberapa bentuk terapi, antara lain:
- Terapi wicara untuk mendukung kemampuan komunikasi.
- Terapi okupasi sesuai kebutuhan perkembangan anak.
- Terapi sensori integrasi.
- Fisioterapi anak.
- Psikotes dan pemeriksaan perkembangan tertentu.
- Tes minat dan bakat.
- Tes kesiapan sekolah.
- Konseling pola asuh dan keluarga.
Layanan tersebut tersedia dalam fasilitas tumbuh kembang dan neurobehavior yang disebutkan Mayapada Hospital. Rumah sakit tersebut juga menyediakan layanan pediatrik untuk berbagai kebutuhan kesehatan anak.
Selain layanan tumbuh kembang, Mayapada Hospital Bandung memiliki Pediatric Center dengan dukungan dokter spesialis dan subspesialis anak. Fasilitas tersebut juga mencakup Pediatric Ward untuk kebutuhan rawat inap anak.
Sementara itu, Mayapada Hospital Jakarta Selatan menyediakan layanan Pediatric Emergency selama 24 jam. Dokter spesialis anak juga siaga di lokasi untuk memberikan evaluasi dan penanganan ketika anak menghadapi kondisi kegawatdaruratan.
Orang Tua Perlu Memperhatikan Tanda Penyerta
Keterlambatan bicara dapat menimbulkan kekhawatiran bagi keluarga. Namun, orang tua tidak perlu langsung mengambil kesimpulan hanya dari jumlah kata yang diucapkan anak.
Sebaliknya, perhatikan perkembangan komunikasi secara menyeluruh. Respons anak terhadap panggilan, kemampuan memahami instruksi, dan minat berinteraksi dapat memberikan gambaran penting.
Terlebih lagi, setiap anak memiliki pola perkembangan yang berbeda. Karena itu, evaluasi profesional dapat membantu keluarga memahami kondisi anak secara lebih tepat.
Semakin cepat orang tua mengenali tanda yang perlu diperhatikan, semakin cepat pula mereka dapat mencari dukungan yang sesuai. Langkah tersebut membantu keluarga menentukan stimulasi atau intervensi berdasarkan kebutuhan anak.
Kesimpulan
Telat bicara pada anak tidak cukup dinilai dari banyak atau sedikitnya kosakata. Orang tua juga perlu memperhatikan kemampuan memahami bahasa dan berinteraksi dengan lingkungan.
Pada usia 13-18 bulan, anak umumnya mulai menggunakan kata sederhana dan memahami instruksi dasar. Selanjutnya, usia 19-24 bulan biasanya ditandai dengan kemampuan menggabungkan dua kata.
Namun, orang tua perlu lebih waspada jika keterlambatan bicara muncul bersama tanda lain. Anak yang tidak merespons ketika dipanggil, kesulitan memahami instruksi sederhana, atau kurang berminat berinteraksi perlu mendapat evaluasi.
Dengan deteksi dan evaluasi sejak dini, keluarga dapat mengetahui kebutuhan anak dengan lebih jelas. Selanjutnya, tenaga kesehatan dapat menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai dengan kondisi perkembangan anak.
FAQ
Apakah jumlah kata menjadi satu-satunya ukuran perkembangan bicara anak?
Tidak. Kemampuan bicara juga mencakup pemahaman bahasa dan penggunaan kata sesuai konteks kehidupan sehari-hari.
Kapan anak mulai menggunakan kata sederhana?
Pada usia 13-18 bulan, anak umumnya mulai menggunakan kata sederhana seperti “mama” atau “mau” serta memahami instruksi dasar.
Apa tanda yang perlu diperhatikan selain telat bicara?
Orang tua perlu memperhatikan apakah anak merespons ketika dipanggil, memahami instruksi sederhana, dan menunjukkan minat untuk berinteraksi.
Mengapa evaluasi dini penting?
Evaluasi membantu tenaga kesehatan mencari penyebab keterlambatan dan menentukan stimulasi atau intervensi yang sesuai dengan kebutuhan anak.
