6 Kesalahan Diet yang Diam-diam Bisa Menghambat Penurunan Berat Badan

Kesalahan diet sering muncul dari kebiasaan sehari-hari. Kenali enam kebiasaan yang dapat menghambat upaya menurunkan berat badan.

Ulasyuk.com - Jakarta, upaya menurunkan berat badan tidak selalu berhenti pada persoalan jumlah makanan. Pola tidur, stres, waktu makan, hingga kebiasaan memilih camilan juga dapat memengaruhi perjalanan diet.

6 Kesalahan Diet yang Diam-diam Bisa Menghambat Penurunan Berat Badan

Sejumlah kebiasaan bahkan terlihat sepele sehingga banyak orang tidak menyadarinya. Namun, kebiasaan tersebut dapat membuat usaha menjaga pola hidup sehat terasa lebih sulit.

Ahli nutrisi asal India, Sudiksha, yang berfokus pada penurunan berat badan dan kesehatan tiroid, menyoroti enam kebiasaan yang menurutnya dapat menghambat usaha menurunkan berat badan. Ia membagikan pandangannya melalui media sosial.

Enam Kesalahan Diet yang Perlu Diperhatikan

Sudiksha mengaitkan keberhasilan penurunan berat badan dengan pola hidup secara keseluruhan. Karena itu, seseorang tidak cukup hanya memperhatikan makanan yang masuk setiap hari.

Berikut enam kebiasaan yang ia soroti:

  1. Melewatkan waktu makan.
  2. Tidur setelah tengah malam.
  3. Mengalami stres kronis.
  4. Mengonsumsi camilan yang dianggap sehat tetapi tinggi gula.
  5. Makan karena dorongan emosi.
  6. Tidak memberi waktu bagi tubuh untuk tenang.

Selain itu, setiap kebiasaan memiliki kaitan dengan pola hidup sehari-hari. Perubahan kecil pada rutinitas pun dapat menjadi perhatian ketika seseorang sedang berusaha mencapai target berat badan.

Melewatkan Makan hingga Begadang

Kebiasaan pertama yang mendapat perhatian adalah melewatkan waktu makan. Sebagian orang sengaja melakukan hal tersebut karena menganggap semakin sedikit makan akan mempercepat penurunan berat badan.

Namun, Sudiksha menilai kebiasaan ini dapat menjadi bumerang. Ia mengaitkannya dengan respons tubuh terhadap kondisi yang dianggap sebagai tekanan, termasuk peningkatan kortisol.

Kebiasaan kedua berkaitan dengan waktu tidur. Menurut Sudiksha, tidur setelah tengah malam dapat mengganggu ritme sirkadian dan memengaruhi proses metabolisme tubuh. Ia juga mengaitkan begadang dengan perubahan hormon yang berhubungan dengan pengaturan energi dan berat badan.

Sementara itu, tidur yang terlambat juga dapat memengaruhi energi dan fokus pada hari berikutnya. Karena itu, rutinitas tidur menjadi bagian yang perlu diperhatikan ketika seseorang menjalani pola hidup untuk menurunkan berat badan.

Stres Kronis dan Makan karena Emosi

Kesalahan berikutnya berkaitan dengan stres. Sudiksha menyebut stres kronis dapat menjaga kadar kortisol tetap tinggi dalam waktu lama. Kondisi tersebut, menurutnya, dapat memengaruhi cara tubuh menyimpan dan memproses lemak.

Selanjutnya, stres juga dapat mendorong seseorang makan karena emosi. Ketika menghadapi tekanan, seseorang bisa mencari makanan sebagai cara untuk merasa lebih nyaman.

Healthline juga menjelaskan bahwa stres dapat mendorong emotional eating sebagai mekanisme untuk menghadapi tekanan. Makanan berkalori tinggi kemudian dapat berkontribusi terhadap kenaikan berat badan.

Namun, kebiasaan makan karena emosi tidak selalu berkaitan dengan kurangnya disiplin. Sudiksha mengaitkannya dengan kondisi sistem saraf yang mengalami beban berlebih.

Karena itu, mengenali pemicu makan menjadi hal penting. Seseorang perlu memperhatikan apakah rasa lapar benar-benar muncul dari kebutuhan tubuh atau muncul ketika sedang menghadapi tekanan emosional.

Camilan "Sehat" Ternyata Bisa Mengandung Banyak Gula

Kebiasaan keempat menjadi salah satu perhatian utama. Banyak produk kemasan menggunakan citra sehat sehingga konsumen mungkin menganggapnya sebagai pilihan yang aman untuk diet.

Beberapa contoh yang disebut antara lain granola, protein bar, dan biskuit. Produk tersebut dapat terasa praktis untuk menemani aktivitas harian. Namun, sebagian produk olahan dapat mengandung gula tambahan dan kalori yang perlu diperhatikan.

Sudiksha mengingatkan bahwa camilan yang terlihat sehat tetap perlu diperiksa kandungannya. Dengan demikian, label pada kemasan tetap penting ketika seseorang memilih makanan selama menjalani diet.

Beberapa hal yang dapat diperhatikan saat memilih camilan antara lain:

  • Kandungan gula tambahan.
  • Jumlah kalori.
  • Komposisi bahan.
  • Ukuran porsi.
  • Frekuensi konsumsi.

Selain itu, seseorang tidak perlu langsung menganggap semua camilan kemasan sebagai makanan yang harus dihindari. Yang lebih penting adalah memahami kandungan dan menyesuaikannya dengan pola makan secara keseluruhan.

Tubuh Juga Membutuhkan Waktu untuk Tenang

Kebiasaan terakhir berkaitan dengan upaya menenangkan diri. Menurut Sudiksha, seseorang perlu memiliki cara sehat untuk mengelola stres sepanjang hari.

Ia menyoroti kondisi sistem saraf yang terus berada dalam keadaan tegang. Menurut pandangannya, kondisi tersebut dapat memengaruhi proses yang berkaitan dengan penyimpanan lemak.

Oleh karena itu, pengelolaan stres menjadi bagian lain yang mendapat perhatian dalam pola hidup untuk menurunkan berat badan. Aktivitas harian tidak hanya mencakup pilihan makanan, tetapi juga waktu istirahat dan cara seseorang menghadapi tekanan.

Pada akhirnya, enam kebiasaan tersebut menunjukkan bahwa diet tidak selalu berkaitan dengan makanan saja. Waktu makan, tidur, stres, pilihan camilan, serta kondisi emosional juga menjadi bagian dari rutinitas sehari-hari.

Kesimpulan

Penurunan berat badan membutuhkan perhatian terhadap pola hidup secara menyeluruh. Enam kebiasaan yang disoroti Sudiksha meliputi melewatkan waktu makan, tidur setelah tengah malam, stres kronis, camilan tinggi gula yang dianggap sehat, makan karena emosi, serta kurang memberi waktu bagi tubuh untuk tenang.

Namun, setiap orang memiliki kondisi dan kebutuhan yang berbeda. Karena itu, perubahan pola makan dan kebiasaan harian sebaiknya dilakukan secara bijak dan disesuaikan dengan kondisi masing-masing.