Harga Emas Naik, Minyak Dunia Turun Dipicu Sentimen AS-Iran

Harga emas naik saat dolar melemah, sementara minyak dunia turun akibat harapan kesepakatan damai AS-Iran.

UlasYuk.com, Jakarta - Harga emas naik dalam perdagangan global pada Kamis malam waktu Amerika Serikat. Di sisi lain, harga minyak dunia justru bergerak melemah setelah muncul kabar mengenai potensi kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Grafik harga emas naik dan minyak dunia turun di pasar global

Kondisi ini membuat pelaku pasar kembali mencermati arah ekonomi global. Investor mulai memindahkan aset ke instrumen yang dianggap lebih aman, termasuk emas, di tengah ketidakpastian geopolitik dan tekanan inflasi Amerika Serikat.

Selain itu, pelemahan Indeks Dolar AS juga ikut mendukung penguatan harga emas. Ketika dolar melemah, harga logam mulia biasanya menjadi lebih menarik bagi investor internasional karena nilainya lebih murah dalam mata uang lain.

Harga Emas Naik Selama Sesi AS

Harga emas berjangka untuk pengiriman Agustus tercatat menguat lebih dari 1 persen di Divisi Comex New York Mercantile Exchange. Nilainya mencapai USD4.531 per troy ons saat perdagangan berlangsung.

Kenaikan tersebut memperlihatkan bahwa minat investor terhadap aset safe haven masih cukup tinggi. Apalagi, pasar global masih dibayangi ketidakpastian ekonomi dan perkembangan geopolitik di Timur Tengah.

Sementara itu, Indeks Dolar AS turun sekitar 0,20 persen ke level 98,95. Pelemahan dolar menjadi salah satu faktor utama yang menopang penguatan harga emas dunia.

Tidak hanya emas, harga perak dan tembaga juga ikut bergerak naik. Perak untuk pengiriman Juli menguat lebih dari 1 persen, sedangkan tembaga naik sekitar 1,28 persen.

Investor Pilih Aset Aman

Analis pasar menilai investor saat ini cenderung memilih instrumen aman. Emas masih dianggap sebagai pelindung nilai ketika kondisi ekonomi global belum stabil.

Selain itu, data inflasi Amerika Serikat yang masih tinggi ikut memengaruhi sentimen pasar. Investor memperkirakan bank sentral AS atau Federal Reserve akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.

Jika suku bunga tetap tinggi, pertumbuhan ekonomi global berpotensi melambat. Karena itu, sebagian investor mulai mengurangi risiko dan memperbesar kepemilikan aset logam mulia.

Harga Minyak Dunia Justru Turun

Berbeda dengan emas, harga minyak mentah dunia bergerak turun pada perdagangan Asia Jumat pagi. Penurunan dipicu harapan adanya kesepakatan damai antara Amerika Serikat dan Iran.

Kontrak minyak Brent tercatat turun sekitar 0,5 persen menjadi USD93 per barel. Sementara itu, minyak mentah West Texas Intermediate atau WTI melemah hampir 1 persen ke level USD88 per barel.

Dalam sepekan terakhir, kedua acuan minyak dunia itu bahkan berpotensi mencatat penurunan hampir 10 persen. Ini menjadi penurunan mingguan terdalam dalam beberapa bulan terakhir.

Sentimen pasar membaik setelah muncul laporan bahwa Washington dan Teheran sedang membahas perpanjangan gencatan senjata selama 60 hari. Kesepakatan tersebut masih menunggu persetujuan Presiden AS Donald Trump.

Jika kesepakatan benar-benar tercapai, distribusi minyak melalui Selat Hormuz diperkirakan bisa kembali normal secara bertahap. Jalur tersebut selama ini menjadi salah satu rute penting perdagangan minyak dunia.

Geopolitik Masih Bayangi Pasar Energi

Meskipun ada harapan perdamaian, pasar minyak masih dibayangi risiko geopolitik. Aktivitas pengiriman di kawasan Timur Tengah belum sepenuhnya pulih seperti sebelum konflik terjadi.

Karena itu, harga minyak masih bergerak sangat volatil dalam beberapa sesi terakhir. Investor terus memantau perkembangan hubungan AS dan Iran yang berubah cepat.

Di sisi lain, data ekonomi Amerika Serikat juga ikut memengaruhi pergerakan energi global. Laporan terbaru menunjukkan inflasi tetap tinggi, sementara pertumbuhan ekonomi kuartal pertama mulai melambat.

Kondisi tersebut memunculkan kekhawatiran baru terhadap permintaan energi dunia. Jika ekonomi melambat, kebutuhan minyak global juga bisa ikut menurun.

Selain itu, pasar saham global turut bergerak hati-hati menunggu arah kebijakan Federal Reserve. Investor kini fokus pada kemungkinan suku bunga tinggi bertahan lebih lama sepanjang tahun ini.

Pelaku Pasar Tunggu Arah Ekonomi Global

Pergerakan harga emas naik dan minyak dunia turun memperlihatkan pasar masih sangat sensitif terhadap isu geopolitik serta kebijakan ekonomi Amerika Serikat.

Emas mendapat dukungan dari pelemahan dolar dan meningkatnya permintaan aset aman. Sebaliknya, minyak tertekan oleh harapan perdamaian yang dapat memperbaiki pasokan global.

Pelaku pasar kini menunggu perkembangan negosiasi AS-Iran serta kebijakan suku bunga Federal Reserve dalam beberapa pekan ke depan. Kedua faktor tersebut diperkirakan akan menjadi penentu utama arah pasar komoditas dunia.

Selain itu, investor juga akan memantau data ekonomi terbaru dari Amerika Serikat dan China. Dua negara tersebut memiliki pengaruh besar terhadap permintaan energi dan pergerakan harga logam mulia global.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan