5 Kebiasaan yang Bisa Picu Penumpukan Kalsium di Pembuluh Jantung

Penumpukan kalsium di pembuluh jantung dapat berkaitan dengan risiko penyakit kardiovaskular. Kenali 5 kebiasaan pemicunya.

Ulasyuk.com - Jakarta, penumpukan kalsium di jantung dapat berkaitan dengan proses penyumbatan pembuluh darah. Kondisi ini berkembang secara bertahap dan dapat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular.

5 Kebiasaan yang Bisa Picu Penumpukan Kalsium di Pembuluh Jantung

Penyakit jantung dapat muncul tanpa gejala yang jelas pada tahap awal. Karena itu, menjaga kesehatan pembuluh darah menjadi bagian penting dalam upaya menekan risikonya.

Praktisi kesehatan dr Maya Munigar Apandi, SpJP(K), menjelaskan bahwa kalsium dalam pemeriksaan jantung berbeda dengan kalsium yang diperiksa melalui tes darah. Dalam konteks penyakit jantung, kalsium merujuk pada deposit yang menumpuk di pembuluh darah akibat proses aterosklerosis.

Mengapa Penumpukan Kalsium di Jantung Bisa Terjadi?

Aterosklerosis terjadi ketika dinding arteri mengalami penebalan akibat penumpukan plak. Plak tersebut dapat terdiri dari lemak, kolesterol, dan berbagai zat lain.

Menurut dr Maya, deposit kalsium dapat bereaksi dengan lemak serta komponen tubuh lainnya. Proses itu kemudian membentuk plak secara perlahan. Gaya hidup yang tidak sehat dapat memperparah proses tersebut.

Plak yang terbentuk dapat menjadi sumber penyumbatan pada pembuluh darah jantung. Karena prosesnya berlangsung bertahap, perubahan gaya hidup menjadi salah satu hal yang perlu mendapat perhatian.

Dokter dapat menilai penumpukan kalsium melalui pemeriksaan CT Calcium Score. Semakin tinggi skor kalsium, semakin besar pula beban risiko penyakit kardiovaskular pada pasien.

5 Kebiasaan yang Dapat Memicu Penumpukan Kalsium di Jantung

Beberapa kebiasaan sehari-hari dapat memperburuk kondisi pembuluh darah. Berikut lima faktor gaya hidup yang mendapat perhatian.

1. Merokok

Merokok dapat membuat dinding pembuluh darah menjadi kaku dan sensitif. Kondisi tersebut kemudian dapat mempercepat pembentukan plak pada pembuluh darah.

Selain rokok konvensional, rokok elektrik atau vape juga mendapat perhatian. Dr Maya menegaskan bahwa vape memiliki risiko terhadap kesehatan yang perlu diwaspadai.

Karena itu, menghentikan kebiasaan merokok menjadi langkah penting untuk menjaga kesehatan pembuluh darah.

2. Pola Makan Berlebihan dan Tidak Seimbang

Pola makan juga berperan dalam kesehatan pembuluh darah. Konsumsi makanan tinggi lemak, tinggi gula, karbohidrat berlebihan, serta gorengan dapat memperparah proses pembentukan plak.

Namun, pola makan tidak hanya berkaitan dengan jenis makanan. Jumlah dan keseimbangan asupan juga menjadi perhatian.

Dr Maya menyarankan pola makan yang lebih seimbang. Salah satu pilihan yang ia rekomendasikan ialah diet Mediterania.

Pola tersebut mengutamakan beberapa unsur, antara lain:

  • Makanan tinggi serat.
  • Protein dalam jumlah cukup.
  • Protein dari sumber laut.
  • Asupan rendah lemak.
  • Porsi makanan yang tidak berlebihan.

Selain itu, masyarakat tetap dapat menikmati makanan yang sedang populer. Namun, konsumsi sebaiknya tetap memperhatikan porsi dan tidak berlebihan dalam waktu berdekatan.

3. Kurang Istirahat

Kebiasaan tidur dan waktu istirahat juga berkaitan dengan kesehatan jantung. Kurang tidur dapat meningkatkan risiko terkena penyakit jantung dalam lima sampai sepuluh tahun ke depan.

Risiko tersebut biasanya dapat diawali dengan masalah tekanan darah tinggi. Oleh karena itu, menjaga waktu istirahat menjadi bagian dari pola hidup yang perlu diperhatikan.

4. Tidak Mengelola Stres dengan Baik

Stres juga menjadi bagian penting dalam perubahan gaya hidup untuk menjaga kesehatan. Setiap orang dapat memilih cara yang berbeda untuk mengelola tekanan sehari-hari.

Beberapa kegiatan dapat membantu seseorang mengisi kembali energi. Misalnya, seseorang dapat berjalan-jalan, membaca buku, bernyanyi, makan, atau menyediakan waktu untuk diri sendiri.

Dengan demikian, pengelolaan stres tidak harus menggunakan cara yang sama bagi setiap orang. Yang terpenting, seseorang memiliki cara yang sesuai untuk menjaga keseimbangan aktivitas dan waktu pemulihan.

5. Kurang Aktivitas Fisik

Kurangnya aktivitas fisik juga dapat memengaruhi kesehatan kardiovaskular. Karena itu, olahraga menjadi salah satu bagian penting dalam menjaga kondisi jantung.

Dr Maya merekomendasikan latihan kardio setidaknya 30 menit setiap hari. Aktivitas tersebut dapat dilakukan minimal lima hari dalam seminggu.

Namun, seseorang tetap perlu menyesuaikan aktivitas fisik dengan kondisi tubuh. Terlebih lagi, orang dengan kondisi tertentu perlu memperhatikan pengendalian faktor risiko yang berkaitan dengan penyakit jantung.

Faktor Kesehatan yang Perlu Dikendalikan

Selain memperhatikan kebiasaan sehari-hari, kondisi kesehatan tertentu juga membutuhkan perhatian. Tekanan darah tinggi, diabetes, dan kolesterol tinggi dapat berkaitan dengan risiko penumpukan kalsium yang semakin parah.

Karena itu, pengendalian kondisi tersebut secara optimal menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan pembuluh darah. Pemeriksaan dan pemantauan kondisi kesehatan juga dapat membantu seseorang mengetahui faktor risiko yang dimiliki.

Sementara itu, pemeriksaan CT Calcium Score dapat membantu menilai jumlah kalsium pada pembuluh darah jantung. Pemeriksaan tersebut memberikan gambaran mengenai beban risiko penyakit kardiovaskular seseorang.

Menjaga Jantung Dimulai dari Kebiasaan Sehari-hari

Penumpukan kalsium di jantung tidak terjadi secara tiba-tiba. Proses tersebut berkaitan dengan aterosklerosis yang berkembang secara perlahan di pembuluh darah.

Oleh sebab itu, perubahan kebiasaan sehari-hari memiliki peran penting. Menghentikan rokok, menjaga pola makan, mencukupi waktu istirahat, mengelola stres, dan rutin bergerak dapat menjadi bagian dari gaya hidup yang lebih sehat.

Selain itu, pengendalian tekanan darah, diabetes, dan kolesterol juga perlu mendapat perhatian. Dengan menjaga berbagai faktor tersebut, seseorang dapat lebih serius memperhatikan kesehatan kardiovaskular sejak dini.

Kesimpulan

Penumpukan kalsium di jantung berkaitan dengan proses pembentukan plak pada pembuluh darah. Kondisi tersebut dapat meningkatkan beban risiko penyakit kardiovaskular.

Lima kebiasaan yang perlu mendapat perhatian meliputi merokok, pola makan berlebihan dan tidak seimbang, kurang istirahat, pengelolaan stres yang buruk, serta kurang aktivitas fisik.

Karena itu, menjaga pola hidup sehat menjadi langkah penting untuk membantu mempertahankan kesehatan pembuluh darah dan jantung.