Singapura Uji Coba Feri Khusus Pemakaman Laut pada 2027

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Kapal feri untuk layanan penebaran abu jenazah di perairan Singapura.

Ilustrasi: Feri pemakaman laut

UlasYuk.com - Singapura, Badan Lingkungan Hidup Singapura (NEA) berencana menghadirkan layanan feri khusus untuk pemakaman di laut mulai paruh kedua 2027. Program percontohan ini menawarkan alternatif bagi keluarga yang ingin menebarkan abu jenazah di laut dengan biaya lebih terjangkau.

Program tersebut akan berlangsung selama dua tahun. NEA akan menunjuk operator untuk mengelola layanan feri yang berangkat setiap minggu dari Terminal Feri Pasir Panjang.

Berbeda dengan layanan penebaran abu jenazah yang menggunakan fasilitas di daratan, program baru ini memungkinkan beberapa kelompok keluarga menggunakan satu kapal feri. Setiap permohonan akan dikenakan biaya 50 dollar Singapura atau sekitar Rp 709.342.

Kebijakan ini menjadi salah satu langkah Singapura dalam merespons meningkatnya kebutuhan layanan setelah kematian. Selain menawarkan pilihan yang lebih ekonomis, pemerintah juga ingin memahami tingkat kebutuhan masyarakat terhadap fasilitas penebaran abu jenazah di laut.

Feri Pemakaman Laut Singapura Mulai Beroperasi pada 2027

NEA menjadwalkan pelaksanaan program percontohan pada paruh kedua 2027. Selama masa tersebut, layanan feri akan beroperasi setiap minggu dengan titik keberangkatan dari Terminal Feri Pasir Panjang.

Operator pengelola nantinya akan mendapatkan penunjukan langsung dari NEA. Dengan demikian, pelaksanaan layanan berada dalam pengelolaan yang ditentukan oleh badan lingkungan hidup tersebut.

Salah satu hal yang menarik perhatian adalah skema penggunaan kapal. Layanan ini akan mengakomodasi beberapa kelompok keluarga dalam satu perjalanan. Setiap keluarga tetap mengajukan permohonan layanan sesuai kebutuhan masing-masing.

Untuk mengikuti layanan tersebut, setiap permohonan dikenakan tarif 50 dollar Singapura. Jika dikonversikan berdasarkan perkiraan dalam laporan, biayanya sekitar Rp 709.342.

Tarif tersebut jauh lebih rendah dibandingkan biaya penebaran abu jenazah di fasilitas daratan milik NEA. Saat ini, dua taman yang dikelola badan tersebut mengenakan biaya 320 dollar Singapura atau sekitar Rp 4,5 juta.

Perbedaan biaya ini memberikan gambaran mengenai tujuan utama program. NEA ingin menyediakan pilihan yang lebih mudah dijangkau bagi keluarga yang memilih penebaran abu jenazah di laut.

Meningkatnya Kremasi Mendorong Kebutuhan Layanan Baru

Rencana menghadirkan feri pemakaman laut tidak terlepas dari perubahan kebutuhan masyarakat Singapura. NEA mencatat sekitar 82 persen orang yang meninggal di negara tersebut menjalani proses kremasi.

Tingginya angka kremasi turut mendorong kebutuhan terhadap berbagai layanan setelah kematian. Salah satunya adalah fasilitas untuk menyebarkan abu jenazah sesuai pilihan keluarga.

Selain itu, kondisi demografi Singapura juga menjadi pertimbangan penting. Populasi yang semakin menua beriringan dengan proyeksi peningkatan jumlah kematian dalam beberapa tahun mendatang.

NEA memperkirakan jumlah kematian tahunan akan meningkat dari sekitar 26.500 pada 2025 menjadi sekitar 40.000 pada 2040. Perkembangan tersebut berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap layanan pemakaman dan fasilitas pendukungnya.

Karena itu, pemerintah mengeksplorasi sejumlah alternatif untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Penebaran abu jenazah di laut menjadi salah satu pilihan yang ingin dikembangkan melalui program percontohan ini.

Langkah tersebut juga memungkinkan pemerintah mengamati perubahan preferensi keluarga. Dengan menyediakan alternatif layanan, masyarakat memiliki lebih banyak pilihan dalam menentukan cara mengenang anggota keluarga yang telah meninggal.

Keluarga Tetap Bisa Mengadakan Ritual Peringatan

Selain mempertimbangkan aspek biaya dan aksesibilitas, NEA juga memperhatikan kebutuhan keagamaan serta budaya keluarga yang menggunakan layanan tersebut.

Keluarga yang berduka tetap dapat mengatur ritual peringatan atau doa. Pelaksanaannya bisa berlangsung di lokasi pilihan keluarga di luar terminal feri, baik sebelum maupun setelah perjalanan.

Ketentuan tersebut memberikan keleluasaan bagi keluarga untuk menjalankan tradisi masing-masing. Dengan demikian, penggunaan layanan feri tidak menghilangkan kesempatan untuk mengadakan kegiatan penghormatan atau doa sesuai kebiasaan keluarga.

Selain menggunakan layanan penebaran abu di laut, masyarakat juga memiliki beberapa pilihan lain untuk menyimpan atau menempatkan abu jenazah.

  • Kolumbarium: Keluarga dapat menyimpan abu jenazah di dalam ceruk yang tersedia di fasilitas tersebut.
  • Penyimpanan di rumah: Abu jenazah dapat tetap disimpan oleh keluarga di tempat tinggal.
  • Penebaran di fasilitas daratan: Keluarga dapat menggunakan fasilitas penebaran abu yang tersedia di pedalaman.
  • Penebaran di laut: Keluarga dapat memilih layanan yang tersedia melalui penyedia jasa atau program feri yang direncanakan NEA.

Pilihan tersebut menunjukkan bahwa masyarakat memiliki beberapa alternatif dalam menentukan penanganan abu jenazah. Setiap keluarga dapat mempertimbangkan kebutuhan, tradisi, dan pilihan pribadi sebelum menentukan layanan yang digunakan.

Penebaran Abu di Laut Sudah Memiliki Lokasi Khusus

Sebelum rencana feri khusus diumumkan, layanan penebaran abu jenazah di laut sebenarnya sudah tersedia di Singapura melalui penyedia jasa pemakaman.

Menteri Lingkungan Hidup Singapura, Grace Fu, sebelumnya menjelaskan bahwa layanan tersebut berlangsung di lokasi yang telah ditentukan. Area penebaran berada sekitar 3,2 kilometer di sebelah timur Mercusuar Raffles.

Keberadaan layanan yang sudah berjalan menjadi bagian dari konteks pengembangan fasilitas baru. Melalui program feri, NEA ingin menawarkan pilihan yang lebih terjangkau dan mudah diakses oleh masyarakat.

Meski demikian, program yang direncanakan pada 2027 masih berstatus uji coba. Artinya, pemerintah belum menjadikan layanan tersebut sebagai fasilitas permanen.

NEA Evaluasi Program Selama Dua Tahun

Selama dua tahun pelaksanaan, NEA akan mengamati tingkat partisipasi masyarakat dan mengumpulkan masukan dari pengguna layanan. Kedua hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk menentukan kelayakan program dalam jangka panjang.

Tingkat penggunaan layanan akan membantu pemerintah memahami seberapa besar kebutuhan masyarakat terhadap penebaran abu jenazah melalui feri. Sementara itu, umpan balik keluarga dapat memberikan gambaran mengenai aspek layanan yang perlu diperhatikan.

Hasil evaluasi nantinya dapat menjadi pertimbangan dalam menentukan keberlanjutan program. NEA juga akan memperoleh pemahaman lebih baik mengenai kebutuhan masyarakat terhadap pilihan pemakaman di laut.

Hingga saat ini, rincian lebih lanjut mengenai pelaksanaan layanan belum tersedia. NEA menyatakan informasi tambahan akan diumumkan menjelang dimulainya operasional pada 2027.

Dengan rencana tersebut, Singapura berupaya menyesuaikan fasilitas pemakaman dengan perubahan kebutuhan penduduk. Program feri pemakaman laut juga menjadi alternatif bagi keluarga yang menginginkan pilihan penebaran abu jenazah dengan biaya lebih rendah.

Kesimpulan

Program percontohan feri pemakaman laut Singapura dijadwalkan mulai berjalan pada paruh kedua 2027 selama dua tahun. Layanan ini akan beroperasi setiap minggu dari Terminal Feri Pasir Panjang dengan tarif 50 dollar Singapura per permohonan.

Melalui program tersebut, NEA ingin menjawab meningkatnya kebutuhan penebaran abu jenazah sekaligus menyediakan alternatif yang lebih terjangkau. Evaluasi selama masa uji coba akan menentukan kelayakan layanan untuk jangka panjang.

FAQ

Kapan feri pemakaman laut Singapura mulai beroperasi?

Program percontohan dijadwalkan mulai berjalan pada paruh kedua 2027 dan berlangsung selama dua tahun.

Berapa biaya menggunakan feri pemakaman laut?

Biayanya sebesar 50 dollar Singapura atau sekitar Rp 709.342 untuk setiap permohonan.

Dari mana feri pemakaman laut akan berangkat?

Layanan feri direncanakan berangkat setiap minggu dari Terminal Feri Pasir Panjang di Singapura.

Apakah satu feri dapat digunakan beberapa keluarga?

Ya. Program tersebut dirancang untuk mengakomodasi beberapa kelompok keluarga dalam satu kapal feri.

Apakah keluarga tetap bisa mengadakan doa atau ritual peringatan?

Ya. Keluarga dapat mengatur ritual peringatan atau doa di lokasi pilihan di luar terminal feri, sebelum maupun setelah menggunakan layanan.

Apakah layanan ini sudah tersedia secara permanen?

Belum. Layanan tersebut masih berupa program percontohan selama dua tahun. NEA akan mengevaluasi partisipasi dan masukan masyarakat sebelum menentukan kelayakannya untuk jangka panjang.

Jaya Purnama
Chief Idea Officer • Powered by AI — Turning Ideas into Digital Products, Content & Businesses.