
UlasYuk.com - Jakarta, Veda Ega Pratama memiliki modal pengalaman untuk menghadapi lima balapan terakhir Moto3 2026. Pembalap Indonesia berusia 17 tahun tersebut akan melewati sejumlah sirkuit penting hingga November. Menariknya, tiga dari lima sirkuit itu sudah pernah ia jajal dalam kompetisi balap internasional.
Veda saat ini membela Honda Team Asia dan masih memiliki kesempatan untuk menunjukkan perkembangan pada penghujung musim. Pengalaman sebelumnya di Sirkuit Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo dapat membantunya memahami karakter lintasan yang akan ia hadapi.
Meski begitu, pengalaman tersebut tidak otomatis menjamin hasil terbaik. Veda tetap perlu beradaptasi dengan persaingan Moto3, karakter motor, serta tuntutan setiap balapan. Karena itu, lima seri terakhir menjadi kesempatan penting untuk mengukur kemampuannya menghadapi pembalap-pembalap di kelas tersebut.
Lima Sirkuit Menanti Veda Ega Pratama di Moto3 2026
Jadwal lima balapan terakhir Moto3 2026 membawa Veda ke Australia, Malaysia, Qatar, Portugal, dan Spanyol. Rangkaian tersebut menghadirkan tantangan berbeda karena setiap sirkuit memiliki karakter lintasan tersendiri.
Berikut lima sirkuit yang akan Veda hadapi hingga akhir musim:
- Sirkuit Phillip Island, Australia: menjadi salah satu tujuan dalam rangkaian penutup musim.
- Sirkuit Sepang, Malaysia: lintasan yang sudah beberapa kali Veda gunakan dalam kompetisi sebelumnya.
- Sirkuit Lusail, Qatar: lokasi yang menyimpan catatan prestasi Veda di Asia Talent Cup.
- Sirkuit Algarve, Portugal: salah satu lintasan yang perlu ia hadapi pada penghujung kompetisi.
- Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol: menjadi lokasi seri Valencia sekaligus penutup musim Moto3 2026.
Dari kelima lokasi tersebut, Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo menawarkan keuntungan berupa pengalaman balap yang sudah Veda miliki. Namun, ia tetap harus memaksimalkan persiapan agar pengalaman itu dapat membantu menghadapi persaingan di kelas Moto3.
Pengalaman Veda di Sepang dan Lusail Jadi Modal Berharga
Sepang dan Lusail bukan lintasan asing bagi Veda. Ia pernah tampil di kedua sirkuit tersebut ketika mengikuti Asia Talent Cup (ATC) pada 2022 dan 2023. Pengalaman itu memberinya kesempatan untuk mengenali lintasan melalui persaingan balap yang sesungguhnya.
Catatan Veda di Lusail terbilang menonjol. Pada ATC 2022, ia berhasil finis di posisi ketiga. Setahun kemudian, ia meningkatkan pencapaiannya dengan memenangi dua balapan di sirkuit yang berada di sebelah utara Doha tersebut.
Dua kemenangan pada 2023 menjadi bagian penting dari perjalanan Veda menuju gelar juara Asia Talent Cup pada musim yang sama. Hasil tersebut menunjukkan bahwa ia pernah tampil kompetitif di Lusail sebelum melangkah ke persaingan Moto3.
Sementara itu, Veda juga memiliki catatan positif di Sepang. Pada ATC 2022, ia finis sebagai runner-up. Kemudian, pada musim 2023, ia kembali meraih posisi runner-up dan mengamankan dua kemenangan di sirkuit kebanggaan Malaysia tersebut.
Pengalamannya di Sepang tidak hanya berasal dari Asia Talent Cup. Veda juga pernah berlaga di Asia Road Racing Championship (ARRC) pada 2023 dan 2024. Ia tampil di kelas AP250 pada 2023, kemudian berkompetisi di kelas SSP600 pada musim berikutnya.
Berikut rangkuman catatan Veda di Sepang dan Lusail berdasarkan kompetisi yang pernah ia ikuti:
- Lusail, ATC 2022: finis ketiga.
- Lusail, ATC 2023: memenangi balapan pertama dan kedua serta meraih gelar juara ATC 2023.
- Sepang, ATC 2022: finis sebagai runner-up.
- Sepang, ATC 2023: meraih posisi runner-up dan dua kemenangan.
- Sepang, ARRC 2023: finis ketiga dan meraih kemenangan di kelas AP250.
- Sepang, ARRC 2024: finis kelima dan ketiga di kelas SSP600.
Rangkaian hasil tersebut menjadi bekal berharga bagi Veda. Ia sudah mengenal kedua sirkuit melalui beberapa musim dan kelas balap. Meski demikian, hasil dari kompetisi sebelumnya tidak selalu mencerminkan hasil yang sama di Moto3 karena tingkat persaingan dan karakter motor dapat berbeda.
Ricardo Tormo Menjadi Tantangan Penutup Musim
Selain Sepang dan Lusail, Veda juga pernah merasakan persaingan di Sirkuit Ricardo Tormo, Spanyol. Pengalaman tersebut terjadi pada FIM JuniorGP World Championship 2025, sebelum ia menghadapi lintasan itu dalam kalender Moto3 2026.
Pada penampilannya di Ricardo Tormo tahun lalu, Veda menyelesaikan balapan di posisi ke-10. Catatan itu memberinya pengalaman awal di sirkuit yang akan menjadi lokasi seri Valencia sekaligus penutup musim Moto3 2026.
Pengalaman tersebut dapat membantu Veda mengenali karakter lintasan dan mempersiapkan pendekatan balapnya. Namun, ia tetap perlu menyesuaikan diri dengan kondisi persaingan Moto3. Persiapan teknis, konsistensi, dan kemampuan mengambil keputusan selama balapan tetap memegang peranan penting.
Menutup musim di Ricardo Tormo juga membuat seri Valencia memiliki arti tersendiri. Veda berpeluang memanfaatkan pengalaman JuniorGP untuk menghadapi tantangan di kelas yang lebih tinggi. Hasil akhirnya akan bergantung pada performa sepanjang akhir pekan balap.
Tiga Sirkuit Berpengalaman, Dua Lintasan Menantang
Dari lima balapan yang tersisa, tiga sirkuit sudah pernah Veda jajal sebelum memasuki Moto3. Sementara itu, Phillip Island dan Algarve melengkapi rangkaian lintasan yang perlu ia hadapi dalam penutupan musim.
Perbedaan pengalaman tersebut membuat setiap seri membutuhkan pendekatan tersendiri. Di Sepang, Lusail, dan Ricardo Tormo, Veda dapat menggunakan pengetahuan dari penampilan terdahulu sebagai titik awal persiapan. Sebaliknya, dua sirkuit lainnya menuntut proses adaptasi sesuai kebutuhan balapan.
Pengalaman di lintasan memang menjadi salah satu modal pembalap. Namun, hasil balapan juga dipengaruhi banyak faktor, mulai dari performa motor hingga persaingan di kelompok pembalap terdepan. Oleh karena itu, Veda perlu menjaga konsistensi sepanjang rangkaian seri tersisa.
Bagi pembalap muda Indonesia tersebut, lima balapan terakhir menjadi kesempatan untuk memperkuat pengalaman internasional. Setiap seri dapat memberikan pelajaran penting dalam menghadapi persaingan Moto3, terutama ketika ia harus mengubah pengalaman dari kategori sebelumnya menjadi performa yang kompetitif.
Kesimpulan
Veda Ega Pratama memiliki modal pengalaman menjelang lima balapan terakhir Moto3 2026. Catatan prestasinya di Sepang dan Lusail saat mengikuti Asia Talent Cup, ditambah pengalamannya di Sepang bersama ARRC serta Ricardo Tormo di JuniorGP, menjadi bekal untuk menghadapi penghujung musim.
Meski begitu, pengalaman tersebut bukan jaminan kemenangan. Veda tetap harus beradaptasi dengan persaingan Moto3 dan menjaga konsistensi pada setiap seri. Lima balapan tersisa hingga November akan menjadi kesempatan penting bagi pembalap Honda Team Asia itu untuk menunjukkan perkembangan di level internasional.
FAQ
Berapa balapan Moto3 2026 yang tersisa bagi Veda Ega Pratama?
Veda memiliki lima balapan tersisa, yakni di Phillip Island, Sepang, Lusail, Algarve, dan Ricardo Tormo hingga November 2026.
Sirkuit mana saja yang pernah Veda jajal sebelum Moto3?
Veda pernah berlaga di Sepang dan Lusail saat mengikuti Asia Talent Cup. Ia juga memiliki pengalaman di Sepang melalui ARRC serta di Ricardo Tormo melalui FIM JuniorGP World Championship 2025.
Apa prestasi Veda di Lusail?
Veda finis ketiga pada ATC 2022. Pada 2023, ia memenangi dua balapan di Lusail dan kemudian memastikan gelar juara Asia Talent Cup musim tersebut.
Mengapa pengalaman di sirkuit menjadi keuntungan bagi Veda?
Pengalaman sebelumnya dapat membantu Veda mengenali lintasan dan menyusun persiapan. Namun, ia tetap harus menyesuaikan diri dengan karakter motor serta tingkat persaingan di kelas Moto3.