
UlasYuk.com - Jakarta, Utomo Charge+ memperkenalkan teknologi pengisian daya ultra cepat Flash Charging di Indonesia melalui kolaborasi dengan BYD. Teknologi ini menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kiloWatt (kW) melalui satu konektor. Kehadirannya menjadi langkah baru dalam pengembangan infrastruktur kendaraan listrik di Tanah Air.
Kolaborasi tersebut bertujuan mempercepat penetrasi infrastruktur pengisian daya kendaraan listrik sekaligus mempersiapkan layanan yang mengikuti perkembangan teknologi otomotif. Dengan kemampuan pengisian berdaya tinggi, Flash Charging berpotensi memangkas waktu tunggu pengguna kendaraan listrik secara signifikan.
Business Unit Head Utomo Charge+ Mas Dwi Lestari menyampaikan perkembangan tersebut dalam acara media gathering di Haka Danza Pondok Indah, Jakarta, Jumat (16/10/2026). Menurutnya, kecepatan pengisian, keandalan operasional, efisiensi energi, dan kenyamanan pengguna akan semakin menentukan daya saing infrastruktur kendaraan listrik.
Pengembangan teknologi ini berlangsung ketika Indonesia terus membangun ekosistem kendaraan listrik. Karena itu, operator stasiun pengisian tidak hanya perlu memperluas jaringan, tetapi juga menyiapkan fasilitas yang mampu mengikuti kebutuhan kendaraan listrik generasi berikutnya.
Flash Charging 1.500 kW Percepat Pengisian Kendaraan Listrik
Teknologi Flash Charging menjadi bagian penting dari strategi Utomo Charge+ dalam mengembangkan layanan pengisian daya generasi terbaru. Perusahaan tersebut menyebut teknologi ini mampu menyalurkan daya hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Kemampuan tersebut membuka peluang bagi kendaraan yang kompatibel untuk mengisi daya dalam waktu jauh lebih singkat.
Mas Dwi menilai perkembangan infrastruktur kendaraan listrik tidak lagi cukup mengandalkan penambahan jumlah pengisi daya. Menurutnya, operator juga perlu memperhatikan kualitas layanan dan kemampuan sistem dalam memenuhi kebutuhan pengguna.
Ia menjelaskan bahwa daya saing infrastruktur pada masa mendatang akan bergantung pada beberapa aspek berikut:
- Kecepatan pengisian: mengurangi waktu yang diperlukan pengguna untuk mengisi daya kendaraan.
- Keandalan operasional: memastikan fasilitas dapat mendukung kebutuhan pengguna secara konsisten.
- Efisiensi energi: mengoptimalkan pengelolaan daya sesuai kebutuhan operasional.
- Kenyamanan pengguna: menghadirkan pengalaman pengisian yang semakin praktis.
Meskipun demikian, kemampuan pengisian maksimal tidak otomatis berlaku untuk setiap kendaraan listrik. Kecepatan aktual tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, kemampuan baterai, sistem pengisian, dan kondisi pengujian. Oleh sebab itu, pengguna perlu memperhatikan spesifikasi kendaraan sebelum mengandalkan klaim waktu pengisian tertentu.
Utomo Charge+ Perkuat Infrastruktur SPKLU Nasional
Utomo Charge+ bergerak dalam pengembangan dan pengoperasian stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU) di Indonesia. Perusahaan ini mengembangkan jaringan dengan mempertimbangkan lokasi strategis, integrasi kelistrikan, pengelolaan distribusi daya, serta pengalaman pengguna.
Melalui kerja sama dengan BYD, Utomo Charge+ ingin menghubungkan perkembangan teknologi kendaraan dengan kesiapan infrastruktur pengisian. Pendekatan tersebut menjadi penting karena teknologi berdaya tinggi membutuhkan dukungan fasilitas dan sistem kelistrikan yang sesuai.
Mas Dwi menjelaskan bahwa kolaborasi tersebut bukan sekadar upaya menghadirkan teknologi baru. Menurutnya, kerja sama ini merupakan bagian dari transformasi industri menuju infrastruktur energi dan mobilitas yang semakin terintegrasi.
Perkembangan Flash Charging juga berpotensi meningkatkan kebutuhan terhadap beberapa komponen pendukung, antara lain:
- Lokasi pengisian strategis yang mudah dijangkau pengguna kendaraan listrik.
- Kapasitas pasokan listrik yang memadai untuk mendukung kebutuhan pengisian berdaya tinggi.
- Sistem distribusi dan pengelolaan energi yang efisien.
- Kesiapan operasional untuk menjaga kualitas layanan pengisian.
Dengan demikian, pengembangan SPKLU tidak hanya berkaitan dengan pemasangan perangkat pengisi daya. Operator juga perlu memperhitungkan kesiapan lokasi, infrastruktur listrik, dan pengelolaan energi agar fasilitas dapat beroperasi sesuai kebutuhan.
BYD Klaim Pengisian 10% hingga 70% Sekitar 5 Menit
Business Development Mega Dealer BYD Haka Auto Achmad Rosyadi mengatakan, kolaborasi dengan operator infrastruktur menjadi salah satu unsur penting dalam memperluas akses masyarakat terhadap teknologi pengisian daya generasi terbaru.
Achmad menjelaskan bahwa kendaraan yang kompatibel dan menggunakan blade battery generasi kedua dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% dalam waktu sekitar lima menit. Pengisian hingga 97% disebut dapat tercapai dalam waktu sembilan menit pada kondisi pengujian yang ditentukan.
Angka tersebut menunjukkan potensi pengurangan waktu pengisian untuk kendaraan yang mendukung teknologi terkait. Namun, hasil pengujian itu tidak dapat langsung digeneralisasi untuk seluruh model kendaraan listrik. Kondisi baterai, suhu, kemampuan penerimaan daya, serta spesifikasi fasilitas pengisian dapat memengaruhi hasil aktual.
Bagi pengguna, kompatibilitas menjadi faktor penting sebelum memanfaatkan fasilitas Flash Charging. Pengguna perlu memastikan bahwa kendaraan dan sistem baterainya mendukung kemampuan pengisian yang tersedia. Dengan cara tersebut, ekspektasi terhadap kecepatan pengisian dapat sesuai dengan kemampuan teknis kendaraan.
Kolaborasi antara produsen kendaraan dan operator SPKLU juga berperan dalam membangun pengalaman penggunaan kendaraan listrik yang lebih praktis. Infrastruktur yang sesuai dapat membantu pengguna mengatur perjalanan tanpa harus menyediakan waktu terlalu lama untuk mengisi daya.
BYD Targetkan 100 Fasilitas Flash Charging hingga Akhir 2026
BYD menargetkan pengembangan hingga 100 fasilitas Flash Charging di Indonesia sampai akhir 2026. Target tersebut menunjukkan rencana perusahaan untuk memperluas akses terhadap teknologi pengisian daya berkecepatan tinggi di pasar Indonesia.
Untuk mendukung pengembangan jaringan, Utomo Charge+ membuka peluang kolaborasi dengan berbagai pihak. Perusahaan melihat pengembangan infrastruktur kendaraan listrik sebagai peluang kerja sama jangka panjang, terutama dengan pihak yang memiliki lokasi potensial dan kemampuan mendukung operasional fasilitas pengisian.
Pihak yang berpotensi terlibat dalam pengembangan tersebut meliputi:
- Pemilik lahan yang memiliki lokasi strategis.
- Pengelola properti dan kawasan komersial.
- Pengembang kawasan dan fasilitas publik.
- Perusahaan transportasi yang membutuhkan dukungan pengisian kendaraan listrik.
- Investor yang berminat pada pembangunan infrastruktur energi dan mobilitas.
Meski begitu, target 100 fasilitas hingga akhir 2026 masih merupakan sasaran pengembangan yang disampaikan BYD. Jumlah fasilitas yang benar-benar beroperasi, persebaran lokasinya, serta jadwal realisasinya memerlukan perkembangan lebih lanjut.
Selain jumlah fasilitas, keberhasilan pengembangan jaringan juga akan bergantung pada kesiapan pasokan listrik, pemilihan lokasi, kompatibilitas kendaraan, dan keandalan operasional. Karena itu, pertumbuhan infrastruktur perlu berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan.
Flash Charging Berpotensi Mengubah Pengalaman Pengguna EV
Teknologi pengisian ultra cepat menawarkan peluang untuk mengurangi salah satu hambatan penggunaan kendaraan listrik, yaitu waktu pengisian daya. Apabila fasilitas tersedia di lokasi yang tepat dan kompatibel dengan kendaraan pengguna, waktu singgah untuk mengisi baterai berpotensi menjadi lebih singkat.
Namun, manfaat tersebut membutuhkan dukungan ekosistem yang memadai. Infrastruktur kelistrikan, kapasitas distribusi daya, dan kemampuan kendaraan harus berjalan selaras agar teknologi dapat memberikan hasil sesuai potensinya.
Kolaborasi Utomo Charge+ dan BYD memperlihatkan upaya menghubungkan inovasi kendaraan dengan pembangunan jaringan pengisian. Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada realisasi fasilitas, kesiapan teknis, serta kemampuan operator menyediakan layanan yang dapat diandalkan.
Dengan target pengembangan 100 fasilitas hingga akhir 2026, perluasan Flash Charging menjadi salah satu perkembangan yang patut dicermati dalam industri kendaraan listrik Indonesia. Jika terealisasi sesuai rencana, jaringan tersebut berpotensi menambah pilihan pengisian daya bagi pengguna kendaraan yang kompatibel.
FAQ Flash Charging Utomo Charge+ dan BYD
Apa itu Flash Charging?
Flash Charging merupakan teknologi pengisian daya ultra cepat yang diperkenalkan Utomo Charge+ bersama BYD. Teknologi ini menawarkan kemampuan pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor.
Berapa lama waktu pengisian kendaraan dengan Flash Charging?
Menurut penjelasan BYD, kendaraan kompatibel dengan blade battery generasi kedua dapat mengisi daya dari 10% hingga 70% dalam sekitar lima menit dan mencapai 97% dalam sembilan menit pada kondisi pengujian yang ditentukan.
Apakah semua mobil listrik bisa menggunakan Flash Charging?
Tidak otomatis. Kendaraan harus mendukung teknologi dan kemampuan pengisian yang sesuai. Waktu pengisian aktual juga bergantung pada spesifikasi kendaraan, kondisi baterai, serta fasilitas yang digunakan.
Berapa target fasilitas Flash Charging BYD di Indonesia?
BYD menargetkan pengembangan hingga 100 fasilitas Flash Charging di Indonesia sampai akhir 2026. Target tersebut merupakan rencana pengembangan, bukan konfirmasi bahwa seluruh fasilitas telah beroperasi.
Mengapa infrastruktur pengisian ultra cepat penting?
Infrastruktur pengisian ultra cepat berpotensi mengurangi waktu tunggu pengguna kendaraan listrik. Namun, manfaatnya bergantung pada kesiapan pasokan listrik, keandalan fasilitas, lokasi strategis, dan kompatibilitas kendaraan.