
UlasYuk.com - Jakarta, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (TLKM) memisahkan aset infrastruktur jaringan senilai Rp 85,7 triliun kepada PT Telkom Infrastruktur Indonesia atau InfraNexia. Langkah ini menjadi bagian dari strategi Telkom untuk menciptakan sumber bisnis baru sekaligus meningkatkan pemanfaatan aset jaringan.
Pemisahan tersebut telah memperoleh persetujuan pemegang saham independen melalui Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS-LB) yang berlangsung pada Rabu, 30 September 2026. Setelah persetujuan tersebut, Telkom melanjutkan proses melalui penandatanganan akta pemisahan atau deed of spin-off.
Direktur Utama Telkom Nanang Hendarno mengatakan, pengelolaan aset oleh InfraNexia diharapkan dapat memperkuat fokus bisnis infrastruktur. Selain itu, langkah tersebut juga diarahkan untuk meningkatkan produktivitas aset dan memperbesar kontribusinya terhadap pendapatan segmen business to business infrastructure TelkomGroup.
Telkom Pisahkan Aset Infrastruktur Rp 85,7 Triliun
Dalam proses pemisahan tersebut, Telkom mengalihkan aset jaringan infrastruktur senilai Rp 85,7 triliun kepada InfraNexia. Penandatanganan akta pemisahan dilakukan oleh Direktur Utama Telkom dan Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd. Rauf.
Menurut Nanang, InfraNexia memiliki peluang untuk menjadi salah satu penyedia infrastruktur terbesar di Indonesia. Perusahaan tersebut akan mengelola jaringan yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia dengan skala aset yang jauh lebih besar.
Telkom menilai konsolidasi tersebut dapat membuat pengelolaan aset menjadi lebih fokus. Dengan begitu, jaringan yang sebelumnya berada dalam struktur aset Telkom dapat dimanfaatkan secara lebih optimal untuk mendukung kebutuhan industri dan ekosistem digital.
Strategi ini juga berkaitan dengan pengembangan bisnis business to business infrastructure TelkomGroup. Karena itu, pemisahan aset tidak hanya berorientasi pada perubahan struktur kepemilikan atau pengelolaan, tetapi juga pada peningkatan pemanfaatan jaringan dalam jangka panjang.
InfraNexia Kelola 112.000 Kilometer Fiber Optik
Setelah pemisahan aset, InfraNexia akan mengelola lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom. Skala tersebut mencakup jaringan fiber optik dengan panjang mencapai sekitar 112.000 kilometer.
Dari total jaringan tersebut, sekitar 26.000 kilometer merupakan sistem komunikasi kabel laut atau SKKL domestik. Infrastruktur ini menjadi bagian penting dari jaringan telekomunikasi yang menghubungkan berbagai wilayah di Indonesia.
Dengan pengelolaan yang terkonsolidasi, jaringan tersebut dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak pelaku industri melalui layanan infrastruktur yang disediakan InfraNexia. Selain itu, skala jaringan yang besar memberikan ruang bagi perusahaan untuk meningkatkan utilitas aset yang telah tersedia.
Direktur Strategic Business Development & Portfolio Telkom Seno Soemadji mengatakan, konsolidasi aset jaringan memberikan ruang yang lebih luas bagi InfraNexia untuk meningkatkan pemanfaatan jaringan. Langkah tersebut juga membuka peluang kolaborasi yang lebih besar dengan berbagai pelaku ekosistem digital nasional.
Menurut Seno, skala infrastruktur yang semakin besar memberikan fleksibilitas dalam menghadirkan solusi sesuai kebutuhan pelanggan. Dengan demikian, aset jaringan tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas konektivitas, tetapi juga dapat mendukung berbagai kebutuhan bisnis digital.
Konsolidasi Aset Buka Peluang Kolaborasi Digital
Telkom melihat pengelolaan aset secara terpusat di InfraNexia dapat memperluas pemanfaatan infrastruktur oleh mitra. Perusahaan juga ingin memastikan aset yang dimiliki dapat menjadi fondasi bagi pertumbuhan layanan digital.
Seno menegaskan bahwa fokus perusahaan bukan sekadar memperluas penggunaan jaringan. Infrastruktur tersebut juga diarahkan untuk mendukung pertumbuhan lebih banyak mitra dan layanan digital di Indonesia.
Selain itu, pengelolaan jaringan dalam skala besar dapat memberikan ruang bagi InfraNexia untuk membangun kolaborasi dengan pelaku industri. Kolaborasi tersebut menjadi semakin relevan seiring meningkatnya kebutuhan terhadap konektivitas dan infrastruktur digital.
Beberapa manfaat yang menjadi perhatian dari konsolidasi aset tersebut meliputi:
- Meningkatkan utilitas jaringan fiber optik yang telah dimiliki Telkom.
- Memperluas peluang pemanfaatan infrastruktur oleh pelaku industri.
- Membuka ruang kolaborasi dengan ekosistem digital nasional.
- Mendukung pertumbuhan layanan digital dan kebutuhan konektivitas.
- Memperkuat kontribusi bisnis infrastruktur terhadap TelkomGroup.
Dengan pendekatan tersebut, InfraNexia dapat lebih fokus menjalankan fungsi sebagai penyedia infrastruktur. Sementara itu, Telkom dapat mengarahkan fokus bisnisnya pada pengembangan layanan dan segmen lain yang mendukung strategi transformasi perusahaan.
InfraNexia Siapkan Infrastruktur untuk Era AI
Selain memperkuat pengelolaan jaringan telekomunikasi, InfraNexia juga menyiapkan infrastruktur untuk menghadapi perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI). Direktur Utama InfraNexia Lukman Hakim Abd Rauf menyebut perusahaan akan memperkuat peran jaringan telekomunikasi nasional menuju AI Ready Infrastructure.
Menurut Lukman, jaringan yang semakin terintegrasi dapat menjadi salah satu fondasi bagi pertumbuhan berbagai layanan digital. Infrastruktur tersebut juga dapat dikembangkan dalam skala lebih besar sesuai dengan kebutuhan layanan digital yang terus berkembang.
Pengembangan menuju AI Ready Infrastructure menunjukkan bahwa konsolidasi jaringan tidak hanya berkaitan dengan pengelolaan aset saat ini. Infrastruktur yang lebih terintegrasi juga dipersiapkan untuk mendukung kebutuhan teknologi pada masa mendatang.
Kebutuhan terhadap infrastruktur digital semakin luas seiring pertumbuhan berbagai layanan berbasis data. Karena itu, kapasitas jaringan, jangkauan konektivitas, serta kemampuan pengelolaan infrastruktur menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan ekosistem digital.
Dalam konteks tersebut, pengelolaan sekitar 112.000 kilometer fiber optik memberikan InfraNexia basis infrastruktur yang besar. Bahkan, keberadaan sekitar 26.000 kilometer SKKL domestik turut memperkuat cakupan jaringan yang berada dalam pengelolaannya.
Arah Baru Bisnis Infrastruktur Telkom
Pemisahan aset ini menandai langkah Telkom dalam mengembangkan model pengelolaan infrastruktur yang lebih terfokus. Dengan sebagian besar aset jaringan berada di bawah InfraNexia, perusahaan tersebut dapat mengoptimalkan pemanfaatan jaringan berdasarkan kebutuhan pelanggan dan industri.
Di sisi lain, Telkom tetap dapat memperoleh manfaat dari pengembangan bisnis infrastruktur melalui kontribusi InfraNexia terhadap segmen business to business infrastructure TelkomGroup. Dengan demikian, restrukturisasi aset tersebut memiliki kaitan erat dengan strategi bisnis Telkom secara keseluruhan.
Langkah tersebut juga menunjukkan pentingnya infrastruktur jaringan dalam mendukung perkembangan ekonomi digital Indonesia. Jaringan fiber optik dan kabel laut menjadi bagian penting dalam menjaga konektivitas antardaerah serta mendukung berbagai layanan berbasis digital.
Ke depan, kemampuan InfraNexia dalam meningkatkan utilisasi jaringan akan menjadi salah satu faktor penting dari strategi tersebut. Semakin banyak infrastruktur yang dapat dimanfaatkan secara produktif, semakin besar pula peluang perusahaan untuk memperluas layanan dan membangun kerja sama dengan pelaku industri.
Dengan demikian, pemisahan aset senilai Rp 85,7 triliun bukan hanya perubahan dalam pengelolaan aset jaringan. Langkah ini menjadi bagian dari upaya Telkom membangun bisnis infrastruktur yang lebih fokus, produktif, dan siap mendukung perkembangan ekosistem digital serta kebutuhan teknologi AI di Indonesia.
Kesimpulan
Telkom memisahkan aset infrastruktur jaringan senilai Rp 85,7 triliun kepada InfraNexia setelah mendapat persetujuan pemegang saham independen dalam RUPS-LB. InfraNexia kemudian akan mengelola lebih dari 90 persen aset infrastruktur jaringan Telkom, termasuk sekitar 112.000 kilometer fiber optik dan 26.000 kilometer SKKL domestik.
Konsolidasi tersebut diharapkan meningkatkan utilitas aset, memperluas kolaborasi dengan pelaku industri, serta memperkuat bisnis infrastruktur TelkomGroup. Selain itu, InfraNexia menyiapkan jaringan tersebut menuju konsep AI Ready Infrastructure untuk mendukung pertumbuhan layanan digital di Indonesia.