SBR015 vs Deposito: Simulasi Hasil Bersih Investasi Rp100 Juta

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

SBR015 vs Deposito: Simulasi Hasil Bersih Investasi Rp100 Juta

Ulasyuk.com - Jakarta, Perbandingan SBR015 vs deposito menjadi perhatian investor menjelang masa penawaran Savings Bond Ritel seri SBR015 pada 28 September hingga 22 Oktober 2026. Dengan asumsi bunga deposito 3,75% per tahun, investasi Rp100 juta pada SBR015 berpotensi menghasilkan pendapatan bersih bulanan lebih dari dua kali lipat bunga deposito.

Perbedaan tersebut muncul karena kedua instrumen menerapkan tarif pajak yang berbeda. Kupon SBR015 dikenai pajak final 10%, sedangkan bunga deposito dikenai pajak 20%. Selain itu, SBR015 menawarkan kupon mengambang dengan batas minimum yang mengikuti ketentuan masing-masing seri.

Meski begitu, investor perlu mempertimbangkan lebih dari sekadar angka imbal hasil. Deposito dan SBR015 memiliki aturan pencairan, jangka waktu, serta mekanisme perlindungan yang berbeda. Karena itu, pemilihan instrumen perlu menyesuaikan kebutuhan likuiditas dan rencana keuangan setiap investor.

SBR015 vs Deposito: Perbedaan Imbal Hasil Bersih

SBR015 tersedia dalam dua pilihan jangka waktu, yaitu SBR015T2 selama dua tahun dan SBR015T4 selama empat tahun. Seri T2 menawarkan kupon minimal 6,75% per tahun, sedangkan seri T4 menetapkan kupon minimal 6,85% per tahun.

Setelah pajak final 10%, SBR015T2 memberikan imbal hasil bersih minimal sekitar 6,075% per tahun. Sementara itu, SBR015T4 menghasilkan imbal hasil bersih minimal sekitar 6,165% per tahun.

Sebagai pembanding, simulasi deposito menggunakan bunga 3,75% per tahun. Angka tersebut mengacu pada tingkat bunga penjaminan Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) untuk bank umum yang berlaku hingga 30 September 2026. Setelah pajak 20%, bunga deposito menghasilkan imbal hasil bersih 3% per tahun.

Dengan demikian, kedua seri SBR015 menawarkan hasil bersih lebih tinggi dalam simulasi tersebut. SBR015T2 menghasilkan sekitar 2,03 kali imbal hasil deposito, sedangkan SBR015T4 mencapai sekitar 2,05 kali.

Simulasi Pendapatan Bulanan dari Investasi Rp100 Juta

Perbedaan tarif pajak dan tingkat imbal hasil memengaruhi pendapatan yang diterima investor setiap bulan. Untuk memudahkan perbandingan, berikut simulasi pendapatan bersih dengan asumsi kupon SBR015 berada pada batas minimum dan bunga deposito tetap 3,75% per tahun.

  • Investasi Rp1 juta: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp5.062 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp5.137. Deposito menghasilkan sekitar Rp2.500 per bulan.
  • Investasi Rp10 juta: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp50.625 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp51.372. Deposito menghasilkan sekitar Rp25.000 per bulan.
  • Investasi Rp50 juta: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp253.125 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp256.860. Deposito menghasilkan sekitar Rp125.000 per bulan.
  • Investasi Rp100 juta: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp506.250 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp513.720. Deposito menghasilkan sekitar Rp250.000 per bulan.
  • Investasi Rp500 juta: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp2.531.250 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp2.568.600. Deposito menghasilkan sekitar Rp1.250.000 per bulan.
  • Investasi Rp1 miliar: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp5.062.500 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp5.137.200. Deposito menghasilkan sekitar Rp2.500.000 per bulan.
  • Investasi Rp5 miliar: SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp25.312.500 per bulan, sedangkan SBR015T4 sekitar Rp25.686.000. Deposito menghasilkan sekitar Rp12.500.000 per bulan.

Pada investasi Rp100 juta, selisih pendapatan bersih SBR015T2 dan deposito mencapai sekitar Rp256.250 per bulan. Sementara itu, selisih SBR015T4 dan deposito mencapai sekitar Rp263.720 per bulan.

Angka tersebut merupakan simulasi, bukan jaminan pendapatan aktual sepanjang periode investasi. Kupon SBR015 dapat meningkat ketika BI Rate naik, sedangkan perubahan bunga deposito mengikuti kebijakan bank. Selain itu, pembulatan pajak kupon per unit dapat menimbulkan sedikit perbedaan pada nominal investasi tertentu.

Perbandingan Total Hasil Bersih hingga Jatuh Tempo

Investor juga perlu melihat akumulasi pendapatan selama masa investasi. Untuk perbandingan ini, simulasi menggunakan dana awal Rp100 juta, menyamakan periode deposito dengan jangka waktu SBR015, serta mempertahankan bunga deposito pada 3,75% per tahun.

Simulasi juga mengasumsikan kupon SBR015 tetap pada batas minimum dan investor tidak menginvestasikan kembali kupon maupun bunga deposito. Dengan asumsi tersebut, berikut gambaran hasil bersih hingga jatuh tempo.

  • SBR015T2: periode 28 Oktober 2026 hingga 10 Oktober 2028, dengan total hasil bersih sekitar Rp11.856.060.
  • Deposito selama periode T2: total hasil bersih sekitar Rp5.860.274.
  • SBR015T4: periode 28 Oktober 2026 hingga 10 Oktober 2030, dengan total hasil bersih sekitar Rp24.360.300.
  • Deposito selama periode T4: total hasil bersih sekitar Rp11.860.274.

Hasil simulasi menunjukkan total pendapatan bersih SBR015T2 lebih dari dua kali pendapatan deposito selama periode yang sama. Sementara itu, SBR015T4 menghasilkan sekitar Rp24,36 juta, dibandingkan sekitar Rp11,86 juta dari deposito.

Namun, investor perlu memahami bahwa hasil tersebut bergantung pada asumsi perhitungan. Kupon SBR015 bisa meningkat jika BI Rate naik, sehingga hasil aktual berpotensi melampaui simulasi batas minimum. Sebaliknya, perubahan kondisi bunga dan ketentuan produk dapat memengaruhi hasil investasi berikutnya.

Berapa Bunga Deposito agar Setara dengan SBR015?

Investor yang ingin memperoleh hasil bersih setara SBR015 perlu membandingkan bunga deposito sebelum pajak dengan kupon bersih SBR015 setelah pajak. Perbedaan tarif pajak membuat deposito membutuhkan bunga nominal lebih tinggi untuk menghasilkan pendapatan bersih yang sama.

Dalam simulasi ini, deposito perlu menawarkan bunga sekitar 7,6% per tahun sebelum pajak untuk menyamai hasil bersih SBR015T2. Sementara itu, bunga deposito perlu mencapai sekitar 7,7% per tahun untuk menyamai hasil bersih SBR015T4.

Angka tersebut jauh di atas tingkat bunga penjaminan LPS sebesar 3,75% per tahun yang menjadi acuan simulasi. Karena itu, investor perlu memeriksa ketentuan penjaminan sebelum menerima penawaran deposito dengan bunga lebih tinggi.

LPS menjamin simpanan hingga Rp2 miliar per nasabah per bank dengan memenuhi persyaratan yang berlaku, termasuk ketentuan tingkat bunga penjaminan. Simpanan dengan bunga yang melampaui tingkat tersebut tidak memenuhi persyaratan penjaminan bunga. Dengan demikian, investor perlu mempertimbangkan konsekuensi perlindungan sebelum mengejar bunga deposito yang lebih tinggi.

Pengaruh Perubahan BI Rate terhadap SBR015 dan Deposito

Perubahan suku bunga acuan Bank Indonesia dapat memengaruhi pendapatan dari kedua instrumen. Namun, mekanisme penyesuaiannya tidak sama sehingga investor perlu memahami karakter masing-masing produk.

Kupon SBR015 menggunakan skema mengambang dengan batas minimum. Pemerintah menyesuaikan kupon setiap tiga bulan mengikuti BI Rate ditambah spread tetap. Meski demikian, kupon SBR015T2 tidak akan turun di bawah 6,75% per tahun, sedangkan SBR015T4 memiliki batas minimum 6,85% per tahun.

Sementara itu, bank menentukan bunga deposito sesuai kebijakan dan kondisi yang berlaku. Ketika investor memperpanjang deposito, bank dapat menawarkan bunga berbeda dari periode sebelumnya. Oleh karena itu, pendapatan deposito pada masa mendatang dapat berubah mengikuti penawaran bank.

Jika suku bunga turun, batas minimum kupon SBR015 menjaga tingkat kupon agar tidak jatuh di bawah ketentuan seri masing-masing. Sebaliknya, bunga deposito dapat menyesuaikan sesuai kebijakan bank. Namun, mekanisme ini tidak menghilangkan risiko inflasi maupun kebutuhan investor untuk menyediakan dana likuid.

Perbedaan Pajak, Pencairan, dan Jaminan

Selain imbal hasil, investor perlu membandingkan aturan dasar kedua instrumen. Perbedaan berikut dapat memengaruhi keputusan, terutama bagi orang yang mungkin membutuhkan dana sebelum masa investasi berakhir.

  • Pajak: SBR015 mengenakan PPh final 10% atas kupon, sedangkan deposito mengenakan pajak 20% atas bunga.
  • Perhitungan imbal hasil: SBR015 menggunakan kupon mengambang dengan batas minimum dan penyesuaian setiap tiga bulan. Sementara itu, bunga deposito mengikuti ketentuan bank.
  • Pembayaran pendapatan: SBR015 membayar kupon setiap bulan pada tanggal 10. Deposito mengikuti ketentuan pembayaran produk dan tenor yang dipilih.
  • Jaminan: pembayaran pokok dan kupon SBR015 dijamin negara berdasarkan Undang-Undang Surat Utang Negara. Deposito memperoleh perlindungan LPS hingga Rp2 miliar per nasabah per bank apabila memenuhi persyaratan penjaminan.
  • Pencairan: deposito umumnya dapat dicairkan ketika jatuh tempo. Pencairan lebih awal dapat menimbulkan penalti sesuai kebijakan bank.
  • Penjualan SBR015: investor tidak dapat menjual SBR015 kepada pihak lain. Namun, investor dapat memanfaatkan fasilitas early redemption sesuai jadwal dan ketentuan yang berlaku.
  • Investasi minimum: investor dapat membeli SBR015 mulai Rp1 juta dan kelipatannya. Investor perlu memeriksa ketentuan minimum deposito pada bank yang dipilih.

Fasilitas early redemption memungkinkan investor mencairkan sebagian pokok SBR015 sebelum jatuh tempo. Namun, pencairan ini hanya berlaku pada jadwal tertentu dan maksimal 50% dari setiap transaksi pembelian.

Untuk SBR015T2, jadwal early redemption berlangsung pada 27 Oktober hingga 4 November 2027. Sementara itu, SBR015T4 menyediakan jadwal pada 30 Oktober hingga 6 November 2028. Karena itu, investor perlu menyiapkan dana darurat di luar investasi yang memiliki pembatasan pencairan.

SBR015 juga hanya tersedia bagi warga negara Indonesia perseorangan yang memiliki KTP. Ketentuan tersebut berbeda dari produk deposito yang mengikuti persyaratan pembukaan rekening masing-masing bank.

Cara Membeli SBR015 secara Daring

Investor dapat membeli SBR015 melalui mitra distribusi resmi yang menyediakan layanan pemesanan SBN ritel, termasuk aplikasi Bareksa. Sebelum memesan, calon investor perlu menyiapkan identitas dan rekening yang dibutuhkan untuk transaksi.

Berikut tahapan umum pembelian SBR015 melalui mitra distribusi resmi.

  1. Registrasi: calon investor mendaftar dan menyiapkan Single Investor Identification (SID), rekening dana, serta rekening surat berharga. Mitra distribusi dapat membantu proses pembuatan apabila investor belum memilikinya.
  2. Pilih seri: investor memeriksa ketentuan SBR015T2 atau SBR015T4, termasuk kupon minimum dan jangka waktu investasi.
  3. Buat pesanan: investor mengisi pesanan melalui kanal resmi dan memastikan seluruh detail transaksi sesuai kebutuhan.
  4. Lakukan pembayaran: setelah pesanan terverifikasi, investor menerima kode billing. Pembayaran harus selesai paling lambat tiga jam melalui bank atau kanal pembayaran yang ditunjuk.
  5. Simpan bukti transaksi: transaksi selesai setelah investor menerima Nomor Transaksi Penerimaan Negara (NTPN). Pesanan yang sudah selesai bersifat mengikat dan tidak dapat dibatalkan.

Investor sebaiknya memeriksa kembali nominal, seri, serta sumber dana sebelum menyelesaikan pembayaran. Selain itu, calon pembeli perlu memastikan masa penawaran masih berlangsung dan mengikuti petunjuk resmi mitra distribusi.

Kesimpulan: Sesuaikan Investasi dengan Kebutuhan Dana

Simulasi SBR015 vs deposito menunjukkan perbedaan hasil bersih yang cukup besar ketika investor menggunakan asumsi bunga deposito 3,75% per tahun. Dengan kupon minimum 6,75% untuk T2 dan 6,85% untuk T4, SBR015 menawarkan hasil bersih lebih dari dua kali pendapatan deposito dalam perbandingan ini.

Untuk dana Rp100 juta, SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp506.250 per bulan setelah pajak. Sementara itu, SBR015T4 menghasilkan sekitar Rp513.720 per bulan, dibandingkan sekitar Rp250.000 dari deposito.

Meski begitu, investor perlu menimbang jangka waktu dan akses terhadap dana. Deposito memiliki ketentuan pencairan sesuai produk bank, sedangkan SBR015 membatasi pencairan awal melalui fasilitas early redemption. Dengan demikian, keputusan investasi perlu mempertimbangkan kebutuhan likuiditas, tujuan keuangan, serta pemahaman terhadap karakter setiap instrumen.

Pertanyaan Umum tentang SBR015 dan Deposito

Mana yang memberikan hasil bersih lebih tinggi, SBR015 atau deposito?

Dalam simulasi dengan bunga deposito 3,75% per tahun, SBR015 memberikan hasil bersih lebih tinggi. SBR015T2 menghasilkan sekitar 6,075% per tahun setelah pajak, sedangkan SBR015T4 menghasilkan sekitar 6,165%. Deposito menghasilkan 3% setelah pajak dalam asumsi yang sama.

Berapa pendapatan bulanan SBR015 untuk investasi Rp100 juta?

SBR015T2 menghasilkan sekitar Rp506.250 per bulan setelah pajak. Sementara itu, SBR015T4 menghasilkan sekitar Rp513.720 per bulan. Angka tersebut mengasumsikan kupon tetap pada batas minimum.

Berapa bunga deposito agar setara dengan SBR015?

Deposito perlu menawarkan bunga sekitar 7,6% per tahun sebelum pajak untuk menyamai hasil bersih SBR015T2. Untuk menyamai SBR015T4, bunga deposito perlu mencapai sekitar 7,7% per tahun sebelum pajak.

Apakah SBR015 memiliki jaminan seperti deposito?

Keduanya memiliki mekanisme perlindungan berbeda. Negara menjamin pembayaran pokok dan kupon SBR015 berdasarkan Undang-Undang Surat Utang Negara. Sementara itu, LPS menjamin simpanan bank hingga Rp2 miliar per nasabah per bank jika simpanan memenuhi persyaratan penjaminan yang berlaku.

Apakah investor bisa mencairkan SBR015 sebelum jatuh tempo?

Investor dapat menggunakan fasilitas early redemption sesuai jadwal dan persyaratan yang berlaku. Fasilitas tersebut membatasi pencairan maksimal 50% dari setiap transaksi pembelian. Karena itu, investor perlu menyiapkan dana terpisah untuk kebutuhan mendesak.

Disclaimer: Investasi mengandung risiko. Simulasi hasil tidak menjamin pendapatan aktual pada masa mendatang. Investor perlu membaca ketentuan resmi produk, memahami risiko, serta menyesuaikan keputusan dengan tujuan keuangan dan kebutuhan likuiditas masing-masing.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan