
Ulasyuk.com - Indonesia, Livin' by Mandiri mencatat 42,1 juta pengguna terdaftar pada Agustus 2026 setelah hampir lima tahun hadir sebagai platform layanan perbankan digital Bank Mandiri.
Pertumbuhan tersebut menunjukkan semakin besarnya peran Livin' by Mandiri dalam aktivitas finansial nasabah. Selain transaksi perbankan, aplikasi ini kini menghadirkan berbagai layanan investasi dan pembiayaan dalam satu platform.
Perubahan kebutuhan nasabah juga mendorong perkembangan tersebut. Jika sebelumnya kemudahan transaksi menjadi perhatian utama, kini nasabah mulai membutuhkan layanan untuk mengelola aset dan mencari solusi pembiayaan.
Livin' by Mandiri Capai 42,1 Juta Pengguna
Hingga Agustus 2026, Livin' by Mandiri memiliki 42,1 juta pengguna terdaftar. Angka tersebut menjadi salah satu gambaran penting mengenai posisi aplikasi dalam layanan perbankan digital Bank Mandiri.
Selain jumlah pengguna, peran Livin' juga terlihat dari proses pembukaan rekening. Sembilan dari sepuluh nasabah baru kini membuka rekening secara langsung melalui Livin'.
Sementara itu, 89 persen dari total saldo tabungan Bank Mandiri berasal dari nasabah Livin'. Angka tersebut memperlihatkan keterkaitan yang semakin kuat antara aplikasi dan aktivitas pengelolaan dana nasabah.
Menurut SVP Digital Retail Banking Bank Mandiri Yanto Masyap, kebutuhan nasabah mengalami perubahan selama hampir lima tahun perjalanan Livin'. Nasabah kini tidak hanya mencari kemudahan saat melakukan transaksi.
Nasabah juga mulai membutuhkan solusi untuk mengelola aset serta memperoleh pembiayaan. Karena itu, Bank Mandiri terus memperluas layanan yang tersedia melalui Livin'.
Livin' Perluas Layanan Investasi dan Pembiayaan
Yanto menjelaskan bahwa sebagian masyarakat masih menganggap investasi membutuhkan dana berlebih. Di sisi lain, pembiayaan sering dikaitkan dengan kondisi ketika seseorang belum memiliki aset.
Livin' menawarkan pendekatan yang menghubungkan kedua kebutuhan tersebut. Nasabah dapat menggunakan aset investasi sebagai solusi pembiayaan tanpa harus mencairkan investasinya.
SBN Perdana dan SBN Sekunder yang sudah dimiliki nasabah dapat menjadi agunan untuk pengajuan kredit. Dengan skema tersebut, nasabah tetap mempertahankan instrumen investasinya.
Instrumen investasi tersebut juga tetap dapat menghasilkan imbal hasil selama nasabah menggunakan asetnya sebagai agunan. Karena itu, nasabah tidak harus mencairkan investasi ketika membutuhkan dana segar.
Deposito juga dapat menjadi cash collateral. Selanjutnya, nasabah dapat mengajukan Kredit Agunan SBN dan Kredit Agunan Deposito melalui Livin'.
Proses pengajuan tersebut berlangsung melalui aplikasi. Nasabah tidak perlu menghubungi pegawai cabang atau meminta dokumen tambahan untuk mengajukan layanan tersebut.
- Kredit Agunan SBN menggunakan SBN Perdana atau SBN Sekunder yang dimiliki nasabah sebagai agunan.
- Kredit Agunan Deposito memanfaatkan deposito nasabah sebagai cash collateral.
- Investasi tetap berada dalam portofolio nasabah tanpa perlu dicairkan untuk memperoleh pembiayaan.
Livin' KPR Hubungkan Pembelian Rumah dan Pembiayaan
Di sisi pembiayaan, Livin' juga menghadirkan layanan KPR. Melalui Livin' KPR, nasabah dapat mencari rumah baru dari top developer melalui katalog yang tersedia.
Nasabah juga dapat mengajukan kredit untuk rumah second. Dengan demikian, layanan tersebut mencakup kebutuhan pembelian properti baru maupun properti yang sudah dimiliki sebelumnya.
Livin' KPR tidak hanya menyediakan kalkulator cicilan umum. Layanan tersebut juga melakukan pengecekan kesanggupan nasabah secara detail.
Hasil simulasi kemudian dapat menjadi penawaran kredit bagi nasabah. Dengan cara ini, proses perhitungan pembiayaan dapat terhubung langsung dengan kebutuhan pengajuan kredit.
Setelah memiliki rumah, nasabah juga dapat memperoleh dana tunai dengan mengagunkan rumah tersebut. Fitur ini memperluas fungsi aset properti dalam kebutuhan pembiayaan nasabah.
Dengan demikian, Livin' tidak hanya menghubungkan nasabah dengan produk pembelian rumah. Aplikasi tersebut juga menyediakan jalur pembiayaan setelah nasabah memiliki aset properti.
Berbagai Instrumen Investasi Terintegrasi di Livin'
Selain pembiayaan, Livin' mengintegrasikan berbagai instrumen investasi dalam satu portofolio. Nasabah tidak perlu berpindah platform ketika ingin memantau beberapa jenis aset.
Reksa Dana menjadi salah satu pilihan investasi yang tersedia. Nasabah dapat memulai investasi tersebut dengan modal mulai dari Rp10 ribu.
Selanjutnya, nasabah dapat berpartisipasi dalam pendanaan negara melalui SBN Perdana maupun SBN Sekunder. Livin' juga menyediakan transaksi saham sebagai bagian dari layanan investasi.
Seluruh instrumen tersebut terintegrasi dalam portofolio Livin'. Karena itu, nasabah dapat memantau dan mengelola berbagai aset dalam satu tempat.
Integrasi tersebut menjadi bagian dari perubahan fungsi aplikasi. Livin' tidak hanya berperan sebagai sarana transaksi perbankan, tetapi juga mendukung kebutuhan pengelolaan kekayaan.
Namun, layanan investasi dan pembiayaan tetap memiliki fungsi yang berbeda. Nasabah perlu memahami karakteristik setiap instrumen serta kebutuhan finansialnya sebelum menggunakan layanan tersebut.
Lima Tahun Livin' Mengikuti Perubahan Kebutuhan Nasabah
Perjalanan Livin' by Mandiri menjelang HUT ke-28 Bank Mandiri pada 2 Oktober 2026 memperlihatkan perkembangan layanan perbankan digital. Aplikasi tersebut terus menyesuaikan layanan dengan kebutuhan pengguna.
Yanto mengatakan inovasi teknologi di Livin' tidak hanya berfokus pada kecanggihan sistem. Bank Mandiri juga ingin menghadirkan dampak nyata bagi kebutuhan finansial nasabah.
Pengembangan tersebut berjalan seiring dengan semangat "Tumbuh Bersama Majukan Indonesia". Bank Mandiri juga menempatkan pengembangan Livin' sebagai bagian dari transformasi dalam Ekosistem Danantara.
Selama hampir lima tahun, perubahan kebutuhan nasabah menjadi salah satu pendorong pengembangan layanan. Transaksi menjadi kebutuhan awal, kemudian pengelolaan aset dan pembiayaan ikut mendapat perhatian.
Dengan berbagai layanan tersebut, Livin' kini menggabungkan aktivitas perbankan, investasi, dan pembiayaan dalam satu platform. Pendekatan ini membuat nasabah dapat mengakses lebih banyak kebutuhan finansial tanpa harus berpindah aplikasi.
Arah Pengembangan Livin' by Mandiri
Bank Mandiri menyatakan akan terus menghadirkan inovasi melalui Livin'. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mendampingi nasabah dalam berbagai fase kehidupan finansial.
Yanto menegaskan komitmen Bank Mandiri untuk menjadi mitra finansial yang adaptif. Karena itu, pengembangan Livin' akan terus mengikuti perubahan kebutuhan masyarakat.
Perjalanan menuju lima tahun Livin' menunjukkan pergeseran fungsi layanan perbankan digital. Aplikasi kini tidak hanya menjadi tempat transaksi, tetapi juga menjadi ruang untuk mengelola investasi dan mencari pembiayaan.
Ke depan, Bank Mandiri menyatakan akan menghadirkan berbagai inovasi baru melalui Livin'. Perkembangan tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan untuk menghadirkan pengalaman finansial yang semakin relevan bagi nasabah.
Kesimpulan
Livin' by Mandiri telah mencapai 42,1 juta pengguna terdaftar pada Agustus 2026. Pertumbuhan tersebut berjalan bersama dengan semakin luasnya fungsi aplikasi dalam aktivitas finansial nasabah.
Selain pembukaan rekening dan transaksi perbankan, Livin' kini mengintegrasikan investasi serta pembiayaan. Nasabah dapat mengelola Reksa Dana, SBN, dan saham dalam satu portofolio.
Di sisi lain, aset investasi dan deposito juga dapat mendukung kebutuhan pembiayaan melalui layanan agunan. Livin' KPR turut menghubungkan kebutuhan pembelian rumah dengan proses pengajuan kredit.
Dengan perkembangan tersebut, Livin' by Mandiri memasuki fase baru dalam perjalanan layanan perbankan digital. Bank Mandiri menyatakan akan terus mengembangkan inovasi sesuai perubahan kebutuhan nasabah.
[/CONTENT]