Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda, Dadang Hartanto Pimpin Polda Metro Jaya

UlasYuk.com - Jakarta, Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 19 Kapolda di sejumlah wilayah Indonesia. Perubahan jabatan tersebut menjadi bagian dari perombakan 88 perwira tinggi (Pati) dan perwira menengah (Pamen) Polri.

Mutasi tersebut tertuang dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026. Salah satu perubahan yang mendapat perhatian ialah pergantian Kapolda Metro Jaya.

Dalam perubahan tersebut, Irjen Pol Dadang Hartanto ditugaskan sebagai Kapolda Metro Jaya. Ia menggantikan Komjen Pol Asep Edi Suheri yang mendapat penugasan baru sebagai Irwasum Polri.

Kapolri Suyudi Mutasi 19 Kapolda

Mutasi Kapolda menjadi bagian dari penataan jabatan di lingkungan Polri yang dilakukan Kapolri Suyudi. Selain posisi Kapolda Metro Jaya, sejumlah jabatan Kapolda di wilayah lain juga mengalami pergantian.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi merupakan bagian dari dinamika organisasi. Menurut dia, langkah tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi serta berkaitan dengan pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

Keterangan tersebut disampaikan Johnny dalam keterangannya pada Sabtu, 3 Oktober 2026. Dengan demikian, perubahan jabatan tersebut mencakup sejumlah kepolisian daerah di berbagai wilayah Indonesia.

Kapolda Metro Jaya Berganti

Pergantian Kapolda Metro Jaya menjadi salah satu perubahan yang menonjol dalam mutasi kali ini. Posisi tersebut kini ditempati Irjen Pol Dadang Hartanto.

Sebelumnya, jabatan Kapolda Metro Jaya diemban Komjen Pol Asep Edi Suheri. Dalam mutasi yang sama, Asep Edi Suheri mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri.

Perubahan itu menunjukkan adanya rotasi jabatan dalam struktur pimpinan kepolisian. Selain itu, mutasi juga menyentuh sejumlah Polda lain yang tersebar di beberapa wilayah Indonesia.

Daftar Kapolda yang Mendapat Penugasan Baru

Berdasarkan daftar yang tersedia, terdapat sejumlah Kapolda yang mendapat penugasan baru dalam mutasi tersebut. Nama dan jabatan yang tercantum adalah sebagai berikut:

  • Kapolda Metro Jaya: Irjen Pol Dadang Hartanto
  • Kapolda Maluku: Irjen Pol Suwondo Nainggoan
  • Kapolda Kepulauan Riau: Irjen Pol Suhendri
  • Kapolda Riau: Irjen Pol Arman Achdiat
  • Kapolda Nusa Tenggara Timur: Irjen Pol Reza Arief Dewanto
  • Kapolda Jawa Barat: Irjen Pol Hengki
  • Kapolda Banten: Brigjen Pol Hendra Kurniawan
  • Kapolda Jawa Tengah: Brigjen Pol Roy Hardi Siahaan
  • Kapolda Jawa Timur: Irjen Pol Dekananto Eko Purwono

Daftar tersebut menunjukkan bahwa rotasi mencakup wilayah di bagian barat hingga timur Indonesia. Beberapa Polda yang mengalami perubahan berada di wilayah dengan cakupan tugas kepolisian yang berbeda-beda.

Mutasi Disebut Bagian dari Dinamika Organisasi

Polri menyebut mutasi dan rotasi jabatan sebagai bagian dari dinamika organisasi. Selain memenuhi kebutuhan organisasi, perubahan tersebut juga dikaitkan dengan pembinaan karier personel dan penyegaran dalam menjalankan tugas kepolisian.

Pernyataan tersebut disampaikan Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir. Ia menjelaskan bahwa kebijakan mutasi dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan organisasi.

Karena itu, pergantian jabatan Kapolda tidak hanya terjadi di satu wilayah. Mutasi juga mencakup sejumlah daerah lain dalam rangkaian perombakan terhadap 88 Pati dan Pamen Polri.

Perubahan Jabatan dalam Struktur Polri

Mutasi tersebut tertuang secara resmi dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026. Surat telegram itu bertanggal 2 Oktober 2026 dan menjadi dasar perubahan penugasan sejumlah perwira Polri.

Salah satu perubahan utama ialah penempatan Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara itu, Komjen Pol Asep Edi Suheri beralih ke posisi Irwasum Polri.

Selain itu, penugasan baru juga diberikan kepada sejumlah perwira yang akan memimpin Polda Maluku, Kepulauan Riau, Riau, Nusa Tenggara Timur, Jawa Barat, Banten, Jawa Tengah, dan Jawa Timur.

Dengan adanya mutasi tersebut, struktur kepemimpinan di sejumlah kepolisian daerah mengalami perubahan. Polri menyatakan langkah tersebut berkaitan dengan kebutuhan organisasi, pembinaan karier, serta penyegaran dalam pelaksanaan tugas.

Kesimpulan

Kapolri Jenderal Suyudi Ario Seto melakukan mutasi terhadap 19 Kapolda sebagai bagian dari perombakan 88 Pati dan Pamen Polri. Mutasi tersebut dituangkan dalam Surat Telegram Kapolri Nomor ST/2205/X/KEP./2026 tertanggal 2 Oktober 2026.

Salah satu perubahan penting terjadi di Polda Metro Jaya dengan penunjukan Irjen Pol Dadang Hartanto sebagai Kapolda Metro Jaya. Sementara itu, Komjen Pol Asep Edi Suheri mendapat penugasan sebagai Irwasum Polri.

Polri menjelaskan bahwa mutasi dan rotasi jabatan merupakan bagian dari dinamika organisasi. Langkah tersebut dilakukan sesuai kebutuhan organisasi serta menjadi bagian dari pembinaan karier dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas kepolisian.

[/CONTENT]
Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan