Insiden Johor Membuka Kembali Catatan Recall Chery Omoda 5 Malaysia

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan
SUV hitam dengan poros belakang terlepas di Johor
Ilustrasi: SUV di jalan Johor

Ulasyuk.com - Chery Omoda 5 Malaysia kembali menjadi perhatian setelah poros belakang sebuah SUV hitam dilaporkan terlepas saat melintas di Johor. Mobil itu berhenti di tengah jalan, sementara komponen poros beserta kedua roda belakang tampak terpisah dari bodi kendaraan.

Insiden terbaru ini mengingatkan publik pada masalah serupa yang pernah terjadi pada April 2024. Namun, penyebab kejadian di Johor belum diketahui. Chery Malaysia masih melakukan penyelidikan, sedangkan Chery Indonesia menyatakan terus mengikuti perkembangan dan berkoordinasi dengan pihak Malaysia.

Poros belakang terlepas saat mobil melintas di Johor

Kerusakan pada SUV tersebut terlihat cukup parah. Foto dari lokasi memperlihatkan poros belakang berada terpisah dari kendaraan, dengan kedua roda masih terpasang pada rakitannya. Mobil kemudian tergeletak dan tidak dapat melanjutkan perjalanan.

Peristiwa itu terjadi di salah satu ruas jalan di Johor, Malaysia. Informasi yang tersedia belum menjelaskan kronologi terperinci sebelum komponen terlepas ataupun kondisi pengemudi dan penumpang. Karena itu, penyebab kejadian belum dapat dipastikan.

Chery Malaysia kini melakukan investigasi untuk mengetahui urutan kejadian serta faktor yang mungkin berkontribusi. Pemeriksaan tersebut penting untuk membedakan apakah insiden terbaru memiliki keterkaitan dengan persoalan terdahulu atau muncul akibat faktor lain. Sampai hasil penyelidikan tersedia, kesimpulan mengenai penyebabnya masih terlalu dini.

Kasus ini mendapat perhatian karena menyangkut komponen pada bagian belakang kendaraan dan mengingatkan konsumen pada laporan sebelumnya. Meski demikian, kemiripan lokasi kerusakan tidak otomatis membuktikan bahwa kedua kejadian memiliki penyebab yang sama. Hasil pemeriksaan terbaru akan menjadi dasar untuk memahami persoalan tersebut.

Kasus 2024 berujung recall 600 unit

Pada April 2024, seorang pemilik Chery Omoda 5 di Malaysia melaporkan kendaraannya berhenti mendadak setelah mengalami masalah pada suspensi belakang. Dalam laporan saat itu, roda kiri disebut menekan bagian bumper belakang. Kejadian tersebut mendorong pemeriksaan terhadap komponen yang terdampak.

Chery Auto Malaysia ketika itu menyampaikan bahwa masalah berkaitan dengan proses produksi komponen. Hasil pemeriksaan mengidentifikasi kerusakan pada mesin las otomatis milik pemasok saat proses manufaktur. Temuan tersebut merujuk pada kasus 2024, bukan penyebab insiden terbaru di Johor.

Sebagai langkah pencegahan, perusahaan menarik kembali 600 unit Omoda 5 yang beredar di Malaysia. Chery mengganti seluruh komponen rakitan poros belakang pada kendaraan yang masuk dalam cakupan recall. Perusahaan juga berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan Malaysia dalam menangani kasus tersebut.

Riwayat itu membuat insiden terbaru memunculkan pertanyaan mengenai keamanan komponen belakang Omoda 5. Namun, informasi yang ada belum menyebut apakah unit di Johor termasuk kendaraan yang terdampak recall 2024, atau apakah keduanya memiliki hubungan teknis. Pertanyaan tersebut perlu dijawab melalui pemeriksaan kendaraan dan penelusuran riwayat produksinya.

Recall sebelumnya menunjukkan bahwa penggantian komponen dilakukan pada unit yang masuk dalam cakupan penarikan. Akan tetapi, langkah tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan kondisi seluruh kendaraan dengan nama model yang sama, terutama sebelum detail unit terbaru diketahui. Untuk saat ini, hasil investigasi Chery Malaysia menjadi informasi yang paling ditunggu.

Chery Indonesia memantau investigasi

Chery Omoda 5 juga dipasarkan di Indonesia oleh PT Chery Sales Indonesia dengan nama Chery C5. Menanggapi perhatian publik, perusahaan menyatakan memantau perkembangan kasus di Malaysia dan berkoordinasi dengan pihak Chery Malaysia. Perusahaan belum menyampaikan kesimpulan mengenai penyebab insiden di Johor.

Dalam keterangan pada Rabu, 7 Oktober 2026, Chery Sales Indonesia menyebut Chery Malaysia tengah melakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui kronologi dan penyebab kejadian. Chery Indonesia juga menyatakan akan memastikan langkah antisipasi yang diperlukan di Indonesia melalui koordinasi tersebut.

Perusahaan mengimbau konsumen agar rutin memeriksakan kendaraan di bengkel resmi Chery supaya kondisinya tetap optimal. Pemeriksaan berkala dapat menjadi kesempatan bagi pemilik untuk menyampaikan keluhan atau meminta pemeriksaan pada bagian kendaraan yang dirasa tidak normal. Imbauan itu merupakan saran umum perusahaan, bukan pernyataan bahwa seluruh unit di Indonesia mengalami masalah yang sama.

Pemilik yang merasakan perubahan pada kendaraannya sebaiknya segera menghubungi bengkel resmi untuk memperoleh pemeriksaan. Namun, konsumen tidak perlu menyimpulkan adanya kerusakan tertentu hanya berdasarkan kemiripan model atau pemberitaan tentang kendaraan di negara lain. Informasi dari pemeriksaan kendaraan dan pengumuman resmi perusahaan tetap menjadi acuan untuk menentukan tindak lanjut.

Perkembangan kasus di Johor juga perlu dibaca terpisah dari recall 2024 sampai penyelidikan terbaru memberikan penjelasan. Jika pemeriksaan menemukan kebutuhan tindakan lanjutan, informasi mengenai cakupan kendaraan dan langkah bagi pemilik perlu disampaikan secara jelas. Untuk sementara, fokus utama berada pada penelusuran penyebab insiden dan koordinasi antara Chery Malaysia dengan Chery Indonesia.

Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan