BYD Perkenalkan Blade Battery Gen 2 dan FLASH Charging di Indonesia

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

BYD Perkenalkan Blade Battery Gen 2 dan FLASH Charging di Indonesia

UlasYuk.com - Indonesia, BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dan teknologi FLASH Charging untuk mempercepat pengisian daya kendaraan listrik. Kombinasi kedua teknologi ini diklaim mampu mengisi baterai dari 10% hingga 70% dalam sekitar lima menit pada suhu normal. Sementara itu, pengisian hingga 97% membutuhkan waktu sekitar sembilan menit.

Inovasi tersebut mengusung konsep “Ready in 5, Full in 9”. BYD ingin menjawab salah satu tantangan utama mobil listrik, yaitu waktu pengisian baterai. Dengan teknologi ini, perusahaan menargetkan pengalaman berkendara listrik yang lebih praktis untuk aktivitas harian maupun perjalanan jarak jauh.

Pengenalan teknologi tersebut menjadi bagian dari upaya BYD mengembangkan ekosistem kendaraan listrik atau electric vehicle (EV) di Indonesia. Perusahaan tidak hanya mengandalkan pengembangan baterai, tetapi juga menyiapkan infrastruktur pengisian daya untuk mendukung penggunaan kendaraan listrik.

Liu Xueliang, Vice President BYD Co., Ltd. sekaligus General Manager BYD Asia-Pacific Auto Sales Division, menyatakan bahwa pengenalan teknologi terbaru ini merupakan bagian dari komitmen perusahaan. BYD ingin membawa perkembangan teknologi global lebih dekat kepada konsumen Indonesia.

Blade Battery Generasi Kedua dan FLASH Charging Percepat Pengisian

Blade Battery generasi kedua menjadi salah satu teknologi utama dalam pengembangan tersebut. BYD mengembangkan baterai ini melalui penelitian selama enam tahun. Fokusnya mencakup peningkatan kepadatan energi, kecepatan pengisian, serta keselamatan baterai.

Menurut BYD, kepadatan energi baterai generasi terbaru ini meningkat sebesar 5%. Baterai tersebut juga mampu menerima daya pengisian yang lebih tinggi melalui optimalisasi perpindahan ion dan pengelolaan panas. Kedua aspek ini berperan penting dalam mendukung proses pengisian daya yang lebih cepat.

BYD menggunakan teknologi FlashPass Ion Transport System untuk mengurangi hambatan internal baterai. Sistem ini mengoptimalkan struktur katode, elektrolit, dan anode agar perpindahan ion berlangsung lebih efisien. Dengan pendekatan tersebut, perusahaan berupaya meningkatkan performa pengisian tanpa mengabaikan daya tahan dan keamanan.

Selain performa, aspek keselamatan juga menjadi perhatian dalam pengembangan baterai. BYD menyatakan bahwa Blade Battery generasi kedua telah menjalani serangkaian pengujian, termasuk pengujian penusukan paku saat proses FLASH Charging.

Menurut perusahaan, pengujian tersebut tidak memicu thermal runaway, asap, maupun api, bahkan setelah 500 siklus pengisian cepat. Meski demikian, hasil pengujian yang disampaikan perusahaan tetap perlu dipahami sesuai kondisi pengujian dan tidak otomatis menggambarkan seluruh kemungkinan penggunaan di lapangan.

FLASH Charging Menawarkan Daya Hingga 1.500 kW

Untuk mendukung kemampuan baterai, BYD memperkenalkan FLASH Charging dengan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Teknologi ini dirancang untuk memangkas waktu pengisian secara signifikan pada kendaraan yang kompatibel.

Sistem pengisian tersebut menggunakan desain perangkat berbentuk huruf T dengan kabel yang menggantung dari bagian atas. Desain ini membantu pengguna mengakses konektor dengan lebih mudah. Selain itu, posisi kabel mengurangi kemungkinan kabel menyentuh permukaan yang basah atau kotor.

FLASH Charging juga mendukung fitur Plug-and-Charge pada kendaraan kompatibel yang telah mengaktifkan layanan terkait. Melalui fitur ini, proses autentikasi dapat berlangsung secara otomatis ketika pengguna menghubungkan konektor ke kendaraan.

Kemudahan tersebut dapat menyederhanakan proses pengisian karena pengguna tidak perlu menjalankan autentikasi secara terpisah setiap kali menghubungkan kendaraan, selama persyaratan layanan telah terpenuhi. Namun, kemampuan tersebut bergantung pada kompatibilitas kendaraan dan aktivasi layanan yang diperlukan.

Meski menawarkan daya hingga 1.500 kW, kecepatan pengisian aktual tetap bergantung pada kemampuan kendaraan, kondisi baterai, suhu, dan dukungan perangkat pengisian. Karena itu, angka daya maksimum tidak selalu berarti setiap kendaraan dapat menerima daya tersebut sepanjang proses pengisian.

BYD Siapkan FLASH Charging di 10 Dealer DENZA

Untuk pasar Indonesia, BYD berencana memulai implementasi FLASH Charging di 10 dealer DENZA sepanjang 2026. Langkah ini menjadi bagian dari upaya perusahaan memperkenalkan teknologi pengisian cepat kepada konsumen di dalam negeri.

Selain menyiapkan fasilitas di dealer, BYD juga menjajaki peluang kerja sama dengan PLN dan operator infrastruktur pengisian daya. Kerja sama tersebut diarahkan untuk memperluas jaringan pengisian ke lokasi strategis lainnya.

Pengembangan infrastruktur menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi pengisian ultra cepat. Sebab, manfaat pengisian daya yang singkat akan lebih mudah dirasakan apabila pengguna dapat mengakses fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan perjalanan mereka.

Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, menyebut pasar kendaraan energi baru atau New Energy Vehicle (NEV) di Indonesia menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data yang disampaikan BYD, pangsa pasar NEV nasional mencapai 26% per September 2026.

BYD juga menyebut merek BYD dan DENZA berkontribusi sekitar 37% terhadap pasar tersebut. Angka ini menggambarkan posisi kedua merek dalam perkembangan pasar kendaraan energi baru menurut data perusahaan.

Perluasan jaringan pengisian menjadi salah satu langkah yang dapat mendukung penggunaan mobil listrik. Namun, ketersediaan fasilitas, kompatibilitas kendaraan, dan kesiapan infrastruktur listrik tetap menjadi faktor penting dalam penerapan teknologi ini secara lebih luas.

Dua Model Premium DENZA Ikut Diperkenalkan

Bersamaan dengan pengenalan Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging, BYD memperkenalkan dua model premium, yaitu DENZA New D9 dan DENZA Z9GT. Kedua kendaraan tersebut hadir dengan spesifikasi tenaga dan jarak tempuh yang berbeda.

DENZA New D9 ditawarkan dengan harga Rp1,08 miliar. Model ini memiliki tenaga 340 kW dan jarak tempuh hingga 730 km berdasarkan standar NEDC.

Sementara itu, DENZA Z9GT ditawarkan dengan harga Rp2,25 miliar. Kendaraan ini memiliki tenaga hingga 850 kW dan jarak tempuh listrik mencapai 701 km berdasarkan standar NEDC yang sama.

Berikut rincian kedua model yang diperkenalkan bersama teknologi pengisian terbaru tersebut:

  • DENZA New D9: harga Rp1,08 miliar, tenaga 340 kW, dan jarak tempuh hingga 730 km berdasarkan NEDC.
  • DENZA Z9GT: harga Rp2,25 miliar, tenaga hingga 850 kW, dan jarak tempuh listrik mencapai 701 km berdasarkan NEDC.

Angka jarak tempuh tersebut mengacu pada standar pengujian NEDC. Karena itu, hasil penggunaan sehari-hari dapat berbeda sesuai kondisi jalan, gaya berkendara, penggunaan pendingin udara, dan faktor lainnya.

BYD juga membuka peluang penerapan FLASH Charging pada model lain, termasuk BYD M6 EV. Namun, kendaraan tersebut memerlukan peningkatan perangkat lunak sebelum dapat menggunakan kemampuan pengisian tersebut.

Apa Arti Teknologi Ini bagi Pengguna Mobil Listrik?

Pengisian daya yang lebih singkat berpotensi mengurangi waktu tunggu pengguna mobil listrik. Hal ini terutama relevan bagi pengendara yang melakukan perjalanan jarak jauh atau memiliki jadwal aktivitas yang padat.

Selain itu, penggabungan teknologi baterai dan fasilitas pengisian cepat dapat membantu membangun ekosistem kendaraan listrik yang lebih terintegrasi. Baterai yang mampu menerima daya tinggi membutuhkan infrastruktur yang sesuai agar kemampuan tersebut dapat dimanfaatkan.

Meski begitu, penerapan teknologi ini tidak hanya bergantung pada kemampuan baterai. Jumlah lokasi pengisian, kompatibilitas kendaraan, serta kesiapan jaringan listrik juga menentukan seberapa luas manfaatnya dapat dirasakan oleh konsumen.

Rencana implementasi di 10 dealer DENZA sepanjang 2026 menjadi langkah awal BYD di Indonesia. Selanjutnya, peluang kerja sama dengan PLN dan operator pengisian daya dapat membuka jalan bagi perluasan fasilitas ke lokasi lain.

Pada akhirnya, keberhasilan teknologi pengisian ultra cepat akan bergantung pada perpaduan performa baterai, keamanan, dan ketersediaan infrastruktur. Konsumen juga perlu memperhatikan spesifikasi kendaraan dan kompatibilitas pengisian sebelum menentukan pilihan.

Kesimpulan

BYD memperkenalkan Blade Battery generasi kedua dan FLASH Charging sebagai upaya mempercepat pengisian mobil listrik di Indonesia. Perusahaan mengklaim pengisian dari 10% hingga 70% dapat berlangsung sekitar lima menit, sedangkan pengisian hingga 97% membutuhkan sekitar sembilan menit pada suhu normal.

Teknologi ini menawarkan peningkatan kepadatan energi baterai, daya pengisian hingga 1.500 kW, serta fitur Plug-and-Charge pada kendaraan yang kompatibel. Di Indonesia, BYD berencana memulai penerapan FLASH Charging di 10 dealer DENZA sepanjang 2026 dan menjajaki kerja sama untuk memperluas jaringan.

Jika pengembangan infrastruktur berjalan seiring dengan kesiapan kendaraan, teknologi ini berpotensi membuat penggunaan mobil listrik semakin praktis. Namun, manfaat aktualnya tetap bergantung pada kompatibilitas kendaraan, kondisi pengisian, dan ketersediaan fasilitas pendukung.

FAQ

Berapa lama waktu pengisian menggunakan FLASH Charging?

BYD mengklaim pengisian baterai dari 10% hingga 70% membutuhkan sekitar lima menit. Sementara itu, pengisian hingga 97% memerlukan sekitar sembilan menit pada suhu normal.

Berapa daya maksimum FLASH Charging?

FLASH Charging menawarkan daya pengisian hingga 1.500 kW melalui satu konektor. Namun, daya aktual bergantung pada kemampuan kendaraan dan kondisi pengisian.

Di mana FLASH Charging akan tersedia di Indonesia?

BYD berencana memulai implementasinya di 10 dealer DENZA sepanjang 2026. Perusahaan juga menjajaki kerja sama dengan PLN dan operator infrastruktur pengisian daya untuk memperluas jaringan.

Apakah BYD M6 EV dapat menggunakan FLASH Charging?

BYD membuka peluang penerapan teknologi tersebut pada BYD M6 EV. Namun, model ini memerlukan peningkatan perangkat lunak sebelum kemampuan FLASH Charging dapat digunakan.

[/CONTENT]
Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan