
Ilustrasi: Rapat bantuan UMKM
UlasYuk.com - Jakarta, Bank Aceh dipastikan ikut menyalurkan Bantuan Presiden (Banpres) rehabilitasi usaha senilai Rp 3 juta bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi korban banjir bandang dan tanah longsor di Aceh. Kepastian tersebut disampaikan Menteri UMKM Maman Abdurrahman dalam rapat koordinasi rehabilitasi dan rekonstruksi bencana Sumatera di Jakarta, Rabu (28/10/2026).
Keterlibatan Bank Aceh menjadi tindak lanjut atas usulan Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah. Pemerintah daerah meminta bank daerah turut terlibat agar penyaluran bantuan berjalan lebih mudah dan sesuai dengan prinsip syariah yang berlaku di Aceh.
Selain memastikan keterlibatan Bank Aceh, pemerintah juga menyiapkan pencairan bantuan untuk ribuan pelaku usaha terdampak bencana di Sumatera. Pada tahap pertama, bantuan menyasar 112.849 UMKM yang telah lolos verifikasi dan pembersihan data. Sementara itu, pemerintah menyiapkan tahap kedua untuk penerima lainnya agar seluruh target bantuan dapat terealisasi sebelum Desember 2026.
Bank Aceh Resmi Dilibatkan dalam Penyaluran Banpres UMKM
Maman Abdurrahman menyatakan bahwa Bank Aceh sudah dapat ikut merealisasikan penyaluran Banpres rehabilitasi usaha. Ia menyampaikan kepastian tersebut setelah melakukan pengecekan terakhir terkait keterlibatan bank daerah dalam program bantuan pemerintah.
Menurut Maman, pemerintah perlu menindaklanjuti kebutuhan khusus Aceh, termasuk penerapan prinsip syariah dalam layanan keuangan. Karena itu, keterlibatan Bank Aceh menjadi salah satu langkah untuk menyesuaikan mekanisme penyaluran dengan kebutuhan masyarakat setempat.
Dalam rapat koordinasi di Kantor Kementerian Dalam Negeri, Jakarta Pusat, Maman menjelaskan bahwa pemerintah pusat akan menindaklanjuti berbagai laporan dan usulan dari Aceh serta wilayah Sumatera lainnya. Namun, pelaksanaannya tetap memperhatikan persetujuan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian.
Maman juga meminta agar keputusan mengenai keterlibatan bank daerah segera dibahas lebih lanjut oleh tim teknis. Dengan demikian, mekanisme penyaluran dapat diselesaikan melalui koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan pihak perbankan yang terlibat.
Keterlibatan Bank Aceh diharapkan membantu pelaksanaan program tanpa mengabaikan ketentuan yang berlaku. Selain itu, langkah tersebut dapat memberikan alternatif penyaluran di tengah kebutuhan bantuan yang cukup besar bagi pelaku UMKM terdampak bencana.
Alasan Aceh Mengusulkan Keterlibatan Bank Daerah
Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah mengusulkan keterlibatan Bank Aceh karena penyaluran Banpres sebelumnya mengandalkan Bank Syariah Indonesia (BSI) di wilayah tersebut. Menurutnya, beban penyaluran dalam jumlah besar akan cukup berat apabila hanya ditangani satu bank.
Di sisi lain, masyarakat Aceh membutuhkan percepatan bantuan untuk memulihkan kegiatan ekonomi setelah bencana banjir bandang dan tanah longsor. Bencana yang terjadi pada November 2025 berdampak terhadap aktivitas usaha masyarakat sehingga dukungan pemulihan menjadi kebutuhan penting.
Fadhlullah berharap keterlibatan Bank Aceh dapat memudahkan proses distribusi bantuan. Dengan adanya tambahan bank penyalur, pemerintah daerah berharap proses penyaluran kepada pelaku usaha dapat berjalan lebih efektif.
Usulan tersebut juga berkaitan dengan prinsip syariah yang menjadi pertimbangan dalam penyelenggaraan layanan keuangan di Aceh. Karena itu, pemerintah pusat perlu mengakomodasi kebutuhan daerah sekaligus memastikan proses penyaluran mengikuti prosedur yang telah ditetapkan.
Meski demikian, keterlibatan Bank Aceh tidak berarti seluruh persoalan penyaluran otomatis selesai. Tim teknis tetap perlu menindaklanjuti mekanisme pelaksanaan agar pembagian tugas, proses administrasi, dan distribusi bantuan berjalan sesuai ketentuan.
Banpres UMKM Rp 3 Juta Mulai Cair Pekan Ini
Selain membahas bank penyalur di Aceh, Maman menyampaikan bahwa pencairan Banpres rehabilitasi usaha mulai berlangsung pada pekan ini. Program tersebut ditujukan kepada pelaku UMKM yang terdampak bencana di wilayah Sumatera.
Pada tahap pertama, pemerintah menyiapkan bantuan bagi 112.849 UMKM. Penerima pada tahap ini merupakan pelaku usaha yang telah melewati proses verifikasi dan pembersihan data atau cleansing untuk memastikan kelayakan penerima.
Pemerintah juga menyiapkan tahap kedua untuk sekitar 88.000 UMKM lainnya. Jumlah tersebut melengkapi target keseluruhan program yang mencapai 200.000 penerima manfaat.
Berikut rincian target penyaluran Banpres UMKM berdasarkan tahapan yang disampaikan pemerintah:
- Tahap pertama: 112.849 UMKM yang lolos verifikasi dan pembersihan data.
- Tahap kedua: sekitar 88.000 UMKM yang akan menerima bantuan berikutnya.
- Target keseluruhan: 200.000 UMKM penerima manfaat.
- Nilai bantuan: Rp 3 juta untuk setiap penerima yang memenuhi ketentuan program.
Dengan nilai bantuan Rp 3 juta per penerima, program ini diharapkan membantu pelaku usaha memulihkan kegiatan ekonomi setelah bencana. Namun, pencairan tetap mengikuti tahapan dan hasil verifikasi yang ditetapkan pemerintah.
Maman menegaskan bahwa pemerintah sedang menyiapkan percepatan untuk tahap kedua. Ia juga menyampaikan target agar seluruh bantuan terealisasi sebelum Desember 2026 sesuai arahan Presiden melalui Ketua Satuan Tugas.
Pemulihan UMKM Menjadi Perhatian Pemerintah
Bantuan rehabilitasi usaha menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mendukung pemulihan ekonomi masyarakat yang terdampak bencana. Bagi pelaku UMKM, bantuan tersebut dapat menjadi dukungan untuk kembali menjalankan kegiatan usaha setelah mengalami gangguan akibat banjir bandang dan tanah longsor.
Namun, efektivitas program juga bergantung pada ketepatan penerima dan kelancaran penyaluran. Karena itu, verifikasi data menjadi bagian penting sebelum bantuan diberikan kepada pelaku usaha.
Pemerintah menargetkan seluruh penerima yang memenuhi ketentuan memperoleh bantuan sesuai jadwal percepatan. Sementara itu, koordinasi dengan pemerintah daerah dan bank penyalur diperlukan untuk menangani kebutuhan di setiap wilayah, termasuk kondisi khusus di Aceh.
Keterlibatan Bank Aceh diharapkan mendukung distribusi bantuan di wilayah tersebut. Selanjutnya, tim teknis perlu menuntaskan pengaturan pelaksanaan agar proses penyaluran berjalan tertib dan menjangkau penerima yang telah dinyatakan memenuhi persyaratan.
Hal yang Perlu Diketahui tentang Banpres UMKM
Berapa nilai bantuan untuk setiap UMKM?
Nilai Banpres rehabilitasi usaha yang dibahas pemerintah sebesar Rp 3 juta untuk setiap pelaku UMKM penerima yang memenuhi ketentuan program.
Mengapa Bank Aceh ikut dilibatkan?
Bank Aceh dilibatkan setelah adanya usulan Wakil Gubernur Aceh. Langkah tersebut mempertimbangkan prinsip syariah di Aceh dan kebutuhan untuk membantu memperlancar penyaluran bantuan dalam jumlah besar.
Berapa jumlah UMKM yang menerima bantuan?
Pemerintah menargetkan total 200.000 UMKM penerima manfaat. Sebanyak 112.849 UMKM masuk tahap pertama, sedangkan sekitar 88.000 UMKM lainnya disiapkan untuk tahap kedua.
Kapan bantuan ditargetkan selesai disalurkan?
Pemerintah menargetkan seluruh bantuan terealisasi sebelum Desember 2026. Maman menyampaikan bahwa pencairan tahap pertama mulai berlangsung pada pekan ini, sementara tahap kedua masih dipersiapkan untuk dipercepat.
Kesimpulan
Keterlibatan Bank Aceh dalam penyaluran Banpres UMKM Rp 3 juta menjadi tindak lanjut atas kebutuhan daerah dan usulan Wakil Gubernur Aceh. Langkah ini diharapkan membantu memperlancar distribusi bantuan bagi pelaku usaha yang terdampak bencana, sekaligus mempertimbangkan prinsip syariah di Aceh.
Di tingkat nasional, pemerintah menargetkan bantuan menjangkau 200.000 UMKM melalui dua tahap penyaluran. Tahap pertama mencakup 112.849 penerima yang lolos verifikasi, sedangkan sekitar 88.000 UMKM lainnya disiapkan untuk tahap kedua. Pemerintah menargetkan seluruh proses selesai sebelum Desember 2026 agar pemulihan usaha masyarakat terdampak bencana dapat terus berjalan.