AI PC vs Copilot+ PC, Ini Bedanya dan Syarat Resminya

Editor Jaya Purnama
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

AI PC vs Copilot+ PC, Ini Bedanya dan Syarat Resminya

UlasYuk.com - Jakarta, AI PC dan Copilot+ PC kini menjadi istilah penting dalam perkembangan laptop Windows. Keduanya menawarkan kemampuan kecerdasan buatan yang semakin terintegrasi dengan perangkat.

Namun, AI PC dan Copilot+ PC sebenarnya tidak memiliki arti yang sama. Laptop dengan label AI belum tentu memenuhi syarat untuk masuk kategori Copilot+ PC yang ditetapkan Microsoft.

Perbedaan tersebut penting bagi pembeli yang ingin menggunakan fitur AI secara langsung di laptop. Pasalnya, beberapa fitur Windows terbaru membutuhkan perangkat dengan kemampuan pemrosesan AI tertentu, bukan sekadar prosesor yang memiliki NPU.

Apa Itu AI PC dan Copilot+ PC?

AI PC merupakan istilah umum untuk laptop atau PC yang memiliki NPU atau Neural Processing Unit. Komponen ini dirancang untuk menangani beban kerja kecerdasan buatan secara lebih efisien.

Sementara itu, Copilot+ PC merupakan kategori resmi dari Microsoft. Kategori ini memiliki persyaratan teknis yang harus dipenuhi perangkat agar dapat menggunakan sejumlah fitur AI Windows tertentu.

Dengan demikian, semua Copilot+ PC dapat disebut sebagai AI PC. Namun, tidak semua laptop yang dipasarkan sebagai AI PC otomatis menjadi Copilot+ PC.

Microsoft menetapkan beberapa persyaratan utama untuk kategori tersebut. Perangkat harus mempunyai NPU dengan kemampuan minimal 40 TOPS, RAM minimal 16GB, serta penyimpanan minimal 256GB.

Untuk fitur Recall, perangkat juga membutuhkan setidaknya 50GB ruang kosong yang dialokasikan untuk kebutuhan fitur tersebut. Karena itu, kapasitas penyimpanan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan pembeli.

Mengapa AI PC Tidak Cukup Hanya Memiliki NPU?

Kehadiran NPU memang menjadi salah satu ciri utama AI PC. Namun, komponen tersebut bukan satu-satunya faktor yang menentukan status Copilot+ PC.

Sebagai contoh, sebuah laptop dapat memiliki NPU dengan kemampuan 40 TOPS atau lebih. Namun, jika perangkat tersebut hanya mempunyai RAM 8GB, laptop itu tetap tidak memenuhi persyaratan resmi Copilot+ PC.

Selain hardware, dukungan sistem operasi dan driver juga berperan. Windows harus dapat mengenali serta memanfaatkan NPU melalui dukungan perangkat lunak yang sesuai.

Karena itu, laptop dengan NPU generasi lama tidak otomatis berubah menjadi Copilot+ PC hanya karena mendapatkan pembaruan Windows. Persyaratan perangkat keras tetap menjadi bagian penting dari kategori tersebut.

Program Copilot+ PC pertama kali diperkenalkan Microsoft pada Mei 2024. Qualcomm Snapdragon X Elite menjadi salah satu platform pertama yang memenuhi persyaratan tersebut sebelum Intel dan AMD menyusul pada akhir 2024.

Perbedaan NPU Intel, AMD, dan Qualcomm

Intel, AMD, dan Qualcomm sama-sama menawarkan platform yang mendukung kategori Copilot+ PC. Namun, masing-masing perusahaan menggunakan arsitektur NPU dan memiliki klaim performa TOPS yang berbeda.

Qualcomm menggunakan NPU Hexagon pada Snapdragon X. Pada generasi awal, Qualcomm mengklaim kemampuan hingga 45 TOPS. Platform berbasis Arm tersebut menjadi salah satu perangkat penting dalam tahap awal perkembangan Copilot+ PC.

Intel kemudian menghadirkan Core Ultra Series 2 dengan kode nama Lunar Lake. Prosesor tersebut membawa NPU generasi keempat yang diklaim mampu mencapai 48 TOPS.

Sementara itu, AMD menghadirkan Ryzen AI 300 dengan arsitektur NPU XDNA 2. AMD mengklaim NPU tersebut mampu mencapai hingga 50 TOPS.

Perbedaan angka tersebut tidak bisa langsung digunakan untuk menentukan platform mana yang paling cepat. Pasalnya, metode pengukuran TOPS antarprodusen tidak selalu identik.

Karena itu, perbandingan performa NPU sebaiknya dilakukan secara hati-hati. Angka TOPS dapat menjadi indikator kemampuan komputasi AI, tetapi bukan satu-satunya ukuran pengalaman penggunaan AI pada laptop.

Qualcomm juga telah memperkenalkan Snapdragon X2 Elite dengan klaim kemampuan NPU hingga 80 TOPS. Perkembangan tersebut menunjukkan bahwa kemampuan pemrosesan AI lokal terus meningkat dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Fitur AI yang Bergantung pada Copilot+ PC

Status Copilot+ PC menjadi penting karena Microsoft menyediakan sejumlah fitur AI yang membutuhkan kemampuan pemrosesan lokal pada perangkat. Fitur tersebut memanfaatkan NPU untuk menjalankan tugas AI tanpa selalu mengandalkan pemrosesan cloud.

Beberapa fitur yang terkait dengan kategori Copilot+ PC antara lain:

  • Recall untuk membantu mencari kembali aktivitas yang tersimpan pada perangkat secara lokal dan terenkripsi.
  • Click to Do untuk menganalisis konten pada layar dan memberikan saran tindakan cepat.
  • Live Captions dengan kemampuan menerjemahkan percakapan secara real-time.
  • Windows Studio Effects untuk berbagai efek saat melakukan panggilan video.
  • Cocreator di Paint untuk membantu membuat dan mengedit gambar menggunakan perintah berbasis teks.
  • Restyle Image di Photos untuk kebutuhan pengeditan gambar berbasis AI.
  • Pencarian Windows berbasis deskripsi untuk membantu menemukan file tanpa harus mengingat nama file secara persis.

Fitur tersebut membuat perbedaan antara AI PC dan Copilot+ PC semakin terasa. Laptop biasa tetap dapat menjalankan Copilot sebagai asisten AI berbasis cloud, tetapi tidak otomatis mendapatkan seluruh fitur AI yang membutuhkan kemampuan on-device.

Hal yang Perlu Dicek Sebelum Membeli AI PC

Label AI PC pada sebuah laptop sebaiknya tidak langsung menjadi alasan untuk membeli. Pembeli perlu melihat spesifikasi lengkap dan memastikan kemampuan AI yang ditawarkan sesuai kebutuhan.

Pertama, periksa apakah laptop tersebut secara resmi masuk kategori Copilot+ PC. Informasi tersebut sebaiknya dilihat pada halaman spesifikasi produk dari produsen.

Kedua, perhatikan kemampuan NPU. Jika ingin menggunakan fitur yang membutuhkan status Copilot+ PC, pastikan NPU memenuhi batas minimal 40 TOPS yang ditetapkan Microsoft.

Ketiga, periksa kapasitas RAM dan penyimpanan. Laptop dengan NPU yang memenuhi syarat tetap tidak masuk kategori resmi jika RAM atau penyimpanannya berada di bawah batas minimum.

Selain itu, pembeli perlu menentukan fitur AI yang benar-benar digunakan. Misalnya, pengguna yang sering melakukan rapat online mungkin lebih membutuhkan fitur terjemahan dan efek video daripada kemampuan pengeditan gambar.

Untuk pekerjaan kreatif yang berat, NPU juga bukan satu-satunya komponen yang harus diperhatikan. GPU diskrit tetap dapat berperan besar dalam pemrosesan grafis dan aplikasi AI generatif dengan beban kerja tinggi.

AI PC Bukan Sekadar Label di Kemasan

Perkembangan AI PC menunjukkan bahwa kemampuan kecerdasan buatan mulai menjadi bagian penting dari spesifikasi laptop modern. Namun, istilah AI PC memiliki cakupan yang lebih luas daripada Copilot+ PC.

Copilot+ PC memiliki persyaratan yang lebih jelas. Perangkat harus memenuhi kombinasi kemampuan NPU, kapasitas RAM, penyimpanan, serta dukungan perangkat lunak yang sesuai.

Intel, AMD, dan Qualcomm telah menawarkan platform yang memenuhi ambang 40 TOPS Microsoft. Meski demikian, klaim TOPS dari masing-masing produsen tidak bisa dibandingkan secara langsung tanpa melihat metode pengukuran dan implementasi perangkat lunaknya.

Karena itu, pembeli sebaiknya tidak hanya melihat tulisan AI pada kemasan. Status resmi Copilot+ PC, spesifikasi NPU, kapasitas RAM, penyimpanan, serta fitur AI yang tersedia jauh lebih penting untuk diperiksa.

Kesimpulan

AI PC merupakan istilah umum untuk laptop atau PC yang mempunyai NPU untuk menangani tugas kecerdasan buatan. Sementara itu, Copilot+ PC merupakan kategori resmi Microsoft dengan persyaratan teknis tertentu.

Persyaratan tersebut mencakup NPU minimal 40 TOPS, RAM minimal 16GB, serta penyimpanan minimal 256GB. Karena itu, tidak semua laptop dengan NPU otomatis masuk kategori Copilot+ PC.

Bagi calon pembeli, pemeriksaan spesifikasi menjadi langkah penting sebelum memilih laptop. Dengan begitu, perangkat yang dibeli benar-benar memiliki fitur AI yang sesuai kebutuhan, bukan hanya menawarkan label AI pada kemasannya.

FAQ Seputar AI PC dan Copilot+ PC

Apa itu AI PC?

AI PC adalah istilah umum untuk laptop atau PC yang dilengkapi NPU. Komponen tersebut membantu perangkat menangani tugas kecerdasan buatan secara lokal dan lebih efisien.

Apa perbedaan AI PC dan Copilot+ PC?

AI PC merupakan istilah umum, sedangkan Copilot+ PC adalah kategori resmi Microsoft dengan persyaratan teknis tertentu. Semua Copilot+ PC termasuk AI PC, tetapi tidak semua AI PC merupakan Copilot+ PC.

Apakah semua laptop dengan NPU otomatis menjadi Copilot+ PC?

Tidak. Laptop harus memenuhi persyaratan NPU minimal 40 TOPS, RAM minimal 16GB, dan penyimpanan minimal 256GB untuk masuk kategori resmi tersebut.

Apa saja fitur yang terkait dengan Copilot+ PC?

Beberapa fitur yang terkait antara lain Recall, Click to Do, Live Captions dengan terjemahan real-time, Windows Studio Effects, Cocreator di Paint, Restyle Image, serta pencarian Windows berbasis deskripsi.

Apakah angka TOPS Intel, AMD, dan Qualcomm bisa dibandingkan langsung?

Tidak secara langsung. Ketiga produsen menggunakan pendekatan dan metode pengukuran yang tidak selalu identik. Karena itu, angka TOPS sebaiknya digunakan sebagai salah satu indikator, bukan satu-satunya penentu performa AI.

Apa yang harus diperiksa sebelum membeli laptop AI PC?

Periksa status resmi Copilot+ PC, kemampuan NPU, kapasitas RAM, penyimpanan, serta fitur AI yang benar-benar dibutuhkan. Untuk pekerjaan kreatif berat, periksa juga kemampuan GPU karena NPU bukan satu-satunya komponen untuk beban kerja AI.

[/CONTENT]
Jaya Purnama
Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan