Viral Urine Berwarna Hijau, Apa Artinya? Ini Kata Urolog

Editor Hey Ind
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ulasyuk.com - Jakarta, urine umumnya berwarna kuning dengan tingkat kejernihan yang dapat berubah sesuai kondisi tubuh dan asupan cairan. Namun, perubahan warna menjadi hijau membuat banyak orang bertanya-tanya tentang penyebabnya.

Viral Urine Berwarna Hijau, Apa Artinya? Ini Kata Urolog

Fenomena urine berwarna hijau kembali menjadi perhatian setelah foto dengan kondisi tersebut viral di media sosial Threads. Warna urine yang tidak biasa tentu terlihat mengejutkan, tetapi kondisi ini tidak selalu menunjukkan masalah kesehatan yang serius.

Spesialis urologi dr Hilman Hadiansyah, SpU menjelaskan bahwa beberapa faktor dapat membuat urine berubah menjadi hijau. Faktor tersebut antara lain obat-obatan, pewarna dari makanan, serta infeksi saluran kemih akibat bakteri tertentu.

Urine Hijau Bisa Dipicu Berbagai Faktor

Warna urine dapat berubah karena berbagai kondisi. Dalam kasus urine berwarna hijau, obat-obatan menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan.

Selain obat, pewarna dari makanan juga dapat memengaruhi warna urine. Tubuh mengolah berbagai zat yang masuk melalui makanan dan minuman. Akibatnya, sebagian zat atau pewarna tertentu dapat membuat warna urine tampak berbeda dari biasanya.

Dr Hilman mengatakan perubahan warna tersebut tidak otomatis menunjukkan penyakit. Karena itu, seseorang perlu melihat kondisi secara keseluruhan sebelum menyimpulkan penyebabnya.

"Urine berwarna hijau tidak selalu berarti kondisi yang serius," ujar dr Hilman dalam keterangannya kepada detikcom.

Dengan demikian, perubahan warna urine sesekali tidak selalu menjadi alasan untuk langsung panik. Namun, kondisi yang menetap tetap perlu mendapat perhatian.

Infeksi Saluran Kemih Perlu Diwaspadai

Di sisi lain, urine berwarna hijau juga dapat berkaitan dengan infeksi saluran kemih atau ISK. Dr Hilman secara khusus menyebut bakteri tertentu seperti Pseudomonas sebagai salah satu penyebab yang perlu diperhatikan.

Bakteri Pseudomonas memang dapat menghasilkan pigmen yang memengaruhi warna urine. Sejumlah laporan medis juga mencatat infeksi bakteri tersebut sebagai salah satu penyebab urine berwarna hijau.

Karena itu, perubahan warna urine perlu dilihat bersama gejala lain. Warna hijau saja belum cukup untuk menentukan seseorang mengalami infeksi.

Beberapa tanda yang perlu mendapat perhatian antara lain:

  • Urine hijau terus muncul.
  • Demam menyertai perubahan warna urine.
  • Muncul rasa nyeri ketika buang air kecil.
  • Timbul nyeri pada bagian pinggang.
  • Perubahan warna tidak kunjung kembali normal.

Jika kondisi tersebut muncul, pemeriksaan dokter dapat membantu mencari penyebabnya. Dokter dapat menilai keluhan dan menentukan pemeriksaan yang sesuai.

Obat dan Pewarna Tidak Selalu Berbahaya

Sementara itu, perubahan warna urine akibat obat atau pewarna makanan umumnya tidak berbahaya. Dr Hilman menjelaskan bahwa warna urine biasanya dapat kembali normal dengan sendirinya ketika penyebabnya sudah tidak lagi memengaruhi tubuh.

Beberapa laporan medis juga mencatat obat tertentu sebagai penyebab urine berwarna hijau. Salah satunya adalah propofol, obat yang digunakan dalam proses anestesi atau sedasi. Efek tersebut tergolong jarang dan umumnya bersifat sementara.

Selain propofol, sejumlah obat lain juga pernah dikaitkan dengan perubahan warna urine. Pewarna medis tertentu juga dapat menghasilkan warna biru atau kehijauan pada urine.

Namun, seseorang tidak sebaiknya menghentikan obat yang sedang digunakan hanya karena melihat perubahan warna urine. Penghentian obat perlu mengikuti arahan tenaga medis agar tidak menimbulkan masalah lain.

Kapan Urine Hijau Perlu Diperiksakan?

Perubahan warna urine yang berlangsung singkat setelah konsumsi makanan tertentu atau penggunaan obat tertentu bisa saja tidak berbahaya. Meski begitu, kondisi yang menetap membutuhkan perhatian lebih.

Terlebih lagi, munculnya gejala lain dapat mengubah situasi. Demam, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri pinggang dapat mengarah pada masalah saluran kemih yang membutuhkan pemeriksaan.

Dr Hilman menyarankan pemeriksaan dokter jika warna urine tetap hijau atau muncul bersama gejala tersebut. Pemeriksaan penting untuk memastikan penyebabnya, terutama jika dokter mencurigai infeksi.

Dengan demikian, masyarakat tidak perlu langsung menganggap urine hijau sebagai tanda penyakit berat. Namun, masyarakat juga tidak sebaiknya mengabaikannya jika perubahan warna berlangsung terus atau disertai keluhan lain.

Apa yang Sebaiknya Dilakukan?

Ketika menemukan urine berwarna hijau, langkah pertama adalah memperhatikan kondisi yang menyertainya. Perhatikan pula apakah sebelumnya ada konsumsi makanan dengan pewarna tertentu atau penggunaan obat.

Kemudian, amati apakah warna urine kembali normal. Jika perubahan hanya berlangsung sementara dan tidak disertai keluhan lain, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan faktor makanan, pewarna, atau obat.

Sebaliknya, jika perubahan warna menetap, pemeriksaan medis menjadi langkah yang lebih tepat. Terlebih lagi, seseorang perlu segera berkonsultasi ketika muncul demam, nyeri saat buang air kecil, atau nyeri pinggang.

Pada akhirnya, warna urine memang dapat memberikan petunjuk tentang kondisi tubuh, tetapi warna saja tidak cukup untuk menentukan diagnosis. Pemeriksaan tenaga medis tetap diperlukan ketika muncul tanda yang mengkhawatirkan.

Kesimpulan

Urine berwarna hijau dapat muncul karena beberapa faktor. Obat-obatan dan pewarna makanan termasuk penyebab yang dapat membuat urine berubah warna tanpa menunjukkan kondisi serius.

Namun, infeksi saluran kemih juga perlu diperhatikan, terutama jika terdapat bakteri tertentu seperti Pseudomonas. Karena itu, perubahan warna yang menetap atau disertai demam, nyeri saat buang air kecil, dan nyeri pinggang sebaiknya diperiksakan ke dokter.

FAQ

Apakah urine berwarna hijau selalu berbahaya?
Tidak. Urine hijau tidak selalu menunjukkan kondisi serius. Obat-obatan dan pewarna makanan dapat menjadi penyebabnya.

Apakah infeksi saluran kemih bisa membuat urine hijau?
Bisa. Bakteri tertentu seperti Pseudomonas dapat menyebabkan perubahan warna urine.

Kapan harus pergi ke dokter?
Periksakan diri jika warna urine tetap hijau atau muncul bersama demam, nyeri saat buang air kecil, maupun nyeri pinggang.

Apakah obat bisa membuat urine berwarna hijau?
Bisa. Beberapa obat dapat mengubah warna urine, termasuk propofol dalam kondisi tertentu.