Hoshi SEVENTEEN Cedera ACL, Siapa Saja yang Bisa Mengalami Sobek Ligamen?

Editor Hey Ind
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ulasyuk.com - Seoul, Korea Selatan, Hoshi SEVENTEEN mengalami robekan total pada anterior cruciate ligament (ACL) lutut kanan saat menjalani latihan bersama tim pertunjukan militer.

Hoshi SEVENTEEN Cedera ACL, Siapa Saja yang Bisa Mengalami Sobek Ligamen?

Cedera tersebut membuat Hoshi harus menjalani operasi dan menghentikan sementara aktivitas fisik berat. PLEDIS Entertainment kemudian mengumumkan bahwa operasi Hoshi berhasil dan ia kini menjalani perawatan serta rehabilitasi.

Kabar tersebut sekaligus menarik perhatian pada cedera ACL yang kerap muncul dalam aktivitas olahraga. Namun, robekan ligamen ini tidak hanya mengancam atlet profesional. Orang yang aktif berolahraga maupun melakukan aktivitas dengan gerakan tertentu juga dapat mengalami cedera tersebut.

Hoshi SEVENTEEN Mengalami Robek ACL Saat Latihan

Hoshi mengalami cedera lutut ketika menjalani latihan bersama Ground Forces performance team dalam rangkaian aktivitas militernya. Setelah menjalani pemeriksaan medis, dokter mendiagnosis robekan ACL pada lutut kanannya.

PLEDIS Entertainment menyampaikan bahwa Hoshi menjalani operasi pada Jumat, 18 September 2026. Operasi tersebut berjalan dengan baik. Setelah itu, Hoshi harus membatasi aktivitas yang membutuhkan tenaga fisik dan fokus pada pemulihan.

Karena cedera tersebut, Hoshi juga tidak mengikuti sejumlah kegiatan yang sudah terjadwal. Kegiatan itu mencakup Taekwondo Demonstration Team Event dan Ground Forces Festival 2026. Pihak militer juga menyiapkan kondisi yang sesuai agar Hoshi dapat menjalani perawatan dan rehabilitasi.

Apa Itu Cedera ACL?

ACL merupakan singkatan dari anterior cruciate ligament atau ligamen anterior cruciate. Ligamen ini berada di dalam sendi lutut dan membantu menjaga kestabilan lutut saat seseorang bergerak. ACL menghubungkan tulang paha atau femur dengan tulang kering atau tibia.

Cedera ACL dapat berupa peregangan, robekan sebagian, hingga robekan total. Karena itu, tingkat cedera dan penanganannya dapat berbeda pada setiap orang.

Cedera ACL sering muncul ketika seseorang melakukan gerakan yang memberikan tekanan besar pada lutut. Beberapa gerakan yang dapat memicu cedera antara lain:

  • Berhenti secara tiba-tiba.
  • Mengubah arah dengan cepat.
  • Berputar ketika telapak kaki masih menapak.
  • Mendarat dengan posisi yang kurang tepat setelah melompat.
  • Mengalami benturan langsung pada lutut.

Selain itu, cedera ACL tidak selalu membutuhkan kontak fisik. Gerakan tubuh sendiri dapat memberikan tekanan cukup besar pada ligamen ketika seseorang melakukan perubahan arah atau pendaratan yang tidak tepat.

Siapa Saja yang Bisa Mengalami Robek Ligamen ACL?

Pada dasarnya, orang aktif dari berbagai usia dapat mengalami cedera ACL. Mayo Clinic menyebut cedera ini dapat terjadi pada orang aktif dalam berbagai kelompok usia.

Risiko kemudian meningkat pada orang yang mengikuti olahraga dengan banyak gerakan melompat, berputar, berhenti, atau mengubah arah. Beberapa contohnya meliputi sepak bola, bola basket, sepak bola Amerika, bola voli, senam, dan ski menuruni lereng.

Selain jenis aktivitas, kondisi fisik juga berperan. Kondisi tubuh yang kurang prima, kelelahan, ketidakseimbangan kekuatan otot, serta teknik melompat atau mendarat yang kurang tepat dapat meningkatkan risiko cedera. Riwayat cedera ACL sebelumnya juga menjadi salah satu faktor risiko.

Perempuan dan anak perempuan yang aktif dalam olahraga tertentu juga menghadapi risiko ACL yang lebih tinggi dibandingkan laki-laki. AAOS mencatat atlet perempuan mengalami cedera ACL nonkontak sekitar dua hingga empat kali lebih sering daripada atlet laki-laki.

Namun, perbedaan risiko tersebut tidak berarti laki-laki terbebas dari cedera ACL. Kasus Hoshi menunjukkan bahwa aktivitas fisik dengan tuntutan gerakan tinggi juga dapat menyebabkan cedera pada laki-laki.

Gejala Cedera ACL yang Perlu Diperhatikan

Cedera ACL sering terjadi secara mendadak. Pada sebagian kasus, seseorang dapat mendengar atau merasakan bunyi seperti “pop” ketika lutut mengalami cedera. Setelah itu, rasa sakit dan pembengkakan dapat muncul dengan cepat.

Beberapa tanda yang dapat muncul meliputi:

  • Rasa sakit pada lutut.
  • Pembengkakan yang muncul dengan cepat.
  • Lutut terasa tidak stabil.
  • Lutut terasa seperti akan lepas atau menyerah ketika menahan beban.
  • Gerakan lutut menjadi terbatas.
  • Kesulitan menumpukan berat badan pada kaki yang mengalami cedera.

Namun, gejala tersebut tidak otomatis berarti seseorang mengalami robekan ACL. Pemeriksaan medis tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi ligamen dan struktur lain di dalam lutut.

Mengapa Cedera ACL Perlu Mendapat Perhatian?

ACL membantu menjaga kestabilan lutut. Ketika ligamen mengalami robekan, lutut dapat menjadi tidak stabil. Kondisi tersebut juga dapat memengaruhi struktur lain di dalam sendi, terutama jika seseorang terus mengalami episode lutut yang terasa goyah.

Selain itu, cedera ACL dapat terjadi bersamaan dengan cedera pada meniskus, tulang rawan, atau ligamen lain. Karena itu, dokter perlu menilai kondisi lutut secara menyeluruh setelah cedera.

Penanganan bergantung pada tingkat cedera, kondisi lutut, aktivitas seseorang, serta faktor lainnya. Dokter dapat mempertimbangkan rehabilitasi, pembatasan aktivitas, atau tindakan operasi sesuai kondisi pasien.

Cara Mengurangi Risiko Cedera ACL

Risiko cedera ACL tidak selalu dapat dihilangkan. Namun, latihan yang tepat dapat membantu seseorang memperbaiki kekuatan otot dan pola gerakan.

Latihan penguatan otot kaki, pinggul, panggul, dan bagian inti tubuh dapat membantu menjaga stabilitas lutut. Selain itu, latihan teknik melompat dan mendarat dapat membantu seseorang mengontrol posisi lutut dengan lebih baik.

Kemudian, latihan perubahan arah dan gerakan berputar juga dapat membantu memperbaiki teknik. Pemanasan, kondisi fisik yang baik, serta penggunaan perlengkapan olahraga yang sesuai turut menjadi bagian penting dalam mengurangi risiko cedera.

Pada akhirnya, cedera ACL bukan hanya masalah yang muncul pada atlet profesional. Orang yang melakukan olahraga rekreasi atau aktivitas fisik dengan gerakan mendadak juga dapat mengalami robekan ligamen tersebut.

Kesimpulan

Cedera ACL dapat menyerang siapa saja, terutama mereka yang melakukan aktivitas dengan gerakan mendadak, perubahan arah, lompatan, atau putaran lutut. Kasus Hoshi SEVENTEEN menjadi pengingat bahwa aktivitas fisik dengan tuntutan gerakan tinggi tetap membawa risiko cedera.

Karena itu, penting untuk memperhatikan teknik gerakan, kondisi tubuh, serta tanda cedera pada lutut. Jika muncul nyeri hebat, pembengkakan cepat, atau lutut terasa tidak stabil setelah aktivitas, pemeriksaan medis dapat membantu memastikan penyebabnya.

FAQ

Apakah robek ACL hanya dialami atlet?
Tidak. Orang aktif dari berbagai usia dapat mengalami cedera ACL. Risiko meningkat pada aktivitas yang melibatkan lompatan, perubahan arah, putaran, atau berhenti mendadak.

Apa tanda yang sering muncul saat ACL cedera?
Tanda yang umum meliputi bunyi atau sensasi “pop”, nyeri, pembengkakan cepat, keterbatasan gerak, serta lutut yang terasa tidak stabil.

Apakah cedera ACL selalu membutuhkan operasi?
Tidak selalu. Dokter menentukan penanganan berdasarkan tingkat cedera, kondisi lutut, aktivitas, dan faktor lainnya. Beberapa orang dapat menjalani rehabilitasi tanpa operasi, sedangkan kondisi tertentu membutuhkan tindakan bedah.