Gula Aren Vs Madu untuk Diet, Benarkah Lebih Sehat dari Gula Pasir?

Editor Hey Ind
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ulasyuk.com - Jakarta, gula aren dan madu sering menjadi pilihan pengganti gula pasir bagi orang yang sedang menjalani program diet. Keduanya dianggap lebih alami dan lebih sehat, tetapi kandungan kalorinya ternyata tidak berbeda jauh.

Gula Aren Vs Madu untuk Diet, Benarkah Lebih Sehat dari Gula Pasir?

Anggapan bahwa gula aren atau madu bebas dari risiko kenaikan asupan kalori perlu mendapat perhatian. Spesialis gizi klinik dr Igus Ulfa Yaze, SpGK, menjelaskan bahwa perbedaan kalori ketiga pemanis tersebut relatif tipis.

Karena itu, memilih pemanis saat diet tidak cukup hanya melihat jenis gulanya. Jumlah konsumsi tetap memegang peran penting dalam mengatur asupan harian.

Perbandingan Kalori Gula Pasir, Gula Aren, dan Madu

Menurut dr Yaze, satu sendok makan gula pasir mengandung sekitar 50 kkal. Sementara itu, gula aren berada di kisaran 45 kkal untuk jumlah yang sama.

Madu justru memiliki angka sekitar 60 kkal per sendok makan. Teksturnya yang lebih kental membuat madu memiliki kepadatan kalori yang lebih tinggi.

Dengan demikian, perbandingan sederhananya adalah:

  • Gula pasir: sekitar 50 kkal per sendok makan.
  • Gula aren: sekitar 45 kkal per sendok makan.
  • Madu: sekitar 60 kkal per sendok makan.

Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa mengganti gula pasir dengan gula aren atau madu tidak otomatis memangkas kalori secara signifikan. Bahkan, penggunaan madu dalam jumlah banyak bisa memberikan asupan kalori lebih tinggi.

Namun, gula aren dan madu memiliki nilai tambah dari sisi kandungan gizi. Keduanya mengandung mineral dan antioksidan yang tidak terdapat dalam jumlah serupa pada gula putih biasa.

Gula Aren Vs Madu untuk Diet, Mana yang Perlu Diperhatikan?

Gula aren dan madu memang dapat menawarkan nilai gizi tambahan. Akan tetapi, keduanya tetap termasuk sumber rasa manis yang perlu dikonsumsi secara terukur.

Dr Yaze menjelaskan bahwa kandungan mineral dan antioksidan menjadi salah satu alasan gula aren serta madu dapat dianggap lebih baik dibanding gula putih. Meski begitu, keunggulan tersebut tidak membuat kalorinya menjadi jauh lebih rendah.

Sementara itu, orang yang sedang menurunkan berat badan tetap perlu memperhatikan jumlah pemanis yang masuk ke tubuh. Penggunaan pemanis dalam jumlah besar dapat menambah asupan kalori harian.

Karena itu, mengganti jenis pemanis saja belum cukup. Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis juga perlu dikurangi secara keseluruhan.

Terlebih lagi, anggapan bahwa pemanis alami dapat dikonsumsi tanpa batas berpotensi membuat asupan gula tetap tinggi. Pilihan yang lebih penting adalah mengatur porsinya.

Mengurangi Gula Sebaiknya Dilakukan Bertahap

Menghentikan konsumsi gula secara mendadak juga bukan pilihan yang mudah bagi banyak orang. Menurut dr Yaze, seseorang yang langsung menghilangkan gula dapat mengalami keinginan kuat untuk mencari makanan atau minuman manis.

Beberapa keluhan yang ia sebutkan antara lain rasa lemas, sulit berpikir, dan mengantuk. Kondisi tersebut dapat membuat seseorang kesulitan mempertahankan kebiasaan baru.

Oleh karena itu, ia menyarankan pengurangan gula secara bertahap. Cara tersebut memberi tubuh waktu untuk menyesuaikan diri dengan tingkat rasa manis yang lebih rendah.

Misalnya, seseorang dapat mengurangi kadar gula minumannya secara perlahan:

  • Mulai dari kadar normal.
  • Kemudian turunkan menjadi sekitar 70 persen.
  • Minggu berikutnya kurangi menjadi sekitar 50 persen.
  • Selanjutnya, turunkan lagi menjadi sekitar 30 persen.

Pendekatan tersebut dapat membantu seseorang mengurangi kebiasaan mengonsumsi rasa manis tanpa melakukan perubahan secara ekstrem.

Mengapa Pengurangan Bertahap Bisa Membantu?

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman manis sering terbentuk dari rasa yang sudah familiar. Ketika seseorang langsung menghilangkan gula, perubahan rasa bisa terasa cukup drastis.

Sebaliknya, pengurangan bertahap membuat lidah dan kebiasaan makan memiliki waktu untuk menyesuaikan diri. Dengan demikian, minuman dengan kadar gula lebih rendah dapat terasa semakin normal dari waktu ke waktu.

Selain itu, strategi tersebut dapat membantu seseorang menghindari dorongan untuk kembali mengonsumsi makanan atau minuman yang sangat manis. Perubahan kecil juga cenderung lebih mudah diterapkan dalam rutinitas sehari-hari.

Namun, tujuan akhirnya tetap sama, yaitu mengurangi konsumsi gula secara keseluruhan. Mengganti gula pasir dengan gula aren atau madu tidak akan banyak membantu jika jumlah pemanis yang digunakan tetap tinggi.

Gula Aren dan Madu Tetap Perlu Dikonsumsi Secukupnya

Perbandingan gula aren, madu, dan gula pasir menunjukkan bahwa ketiganya memiliki kandungan kalori yang relatif berdekatan. Gula aren memang berada sedikit di bawah gula pasir dalam perhitungan per sendok makan, sedangkan madu berada sedikit di atasnya.

Di sisi lain, gula aren dan madu memiliki kandungan mineral serta antioksidan yang menjadi nilai tambah. Namun, manfaat tersebut tidak menghapus kandungan kalori dari kedua pemanis tersebut.

Karena itu, orang yang sedang menjalani diet sebaiknya tidak hanya fokus pada label alami atau jenis pemanis. Jumlah yang dikonsumsi tetap menjadi bagian penting dalam mengatur pola makan.

Pada akhirnya, mengurangi rasa manis secara bertahap dapat menjadi langkah yang lebih realistis. Cara tersebut juga membantu seseorang membangun kebiasaan baru tanpa langsung menghilangkan gula dari pola makan.

Kesimpulan

Gula aren dan madu memang memiliki nilai gizi tambahan berupa mineral dan antioksidan. Namun, kandungan kalorinya tidak berbeda jauh dari gula pasir.

Satu sendok makan gula pasir mengandung sekitar 50 kkal, gula aren sekitar 45 kkal, sedangkan madu sekitar 60 kkal. Karena itu, mengganti gula pasir dengan kedua pemanis tersebut tidak otomatis membuat pola makan rendah kalori.

Bagi orang yang sedang diet, langkah yang lebih penting adalah mengurangi jumlah gula secara keseluruhan. Pengurangan bertahap juga dapat membantu tubuh beradaptasi dengan rasa manis yang lebih rendah.

FAQ

Apakah gula aren lebih rendah kalori daripada gula pasir?
Ya, tetapi selisihnya relatif kecil. Gula aren memiliki sekitar 45 kkal per sendok makan, sedangkan gula pasir sekitar 50 kkal.

Apakah madu cocok untuk diet?
Madu tetap mengandung kalori. Satu sendok makan madu memiliki sekitar 60 kkal, sehingga porsinya tetap perlu diperhatikan.

Apakah gula aren dan madu lebih sehat daripada gula pasir?
Keduanya memiliki mineral dan antioksidan yang menjadi nilai tambah. Namun, kandungan kalorinya tetap perlu diperhitungkan.

Bagaimana cara mengurangi gula tanpa merasa tersiksa?
Kurangi kadar gula secara bertahap. Misalnya, turunkan konsumsi dari kadar normal menjadi 70 persen, kemudian 50 persen, dan selanjutnya 30 persen.