Gigi Bungsu Kadang Sakit, Kadang Tidak: Ini Penyebabnya

Editor Hey Ind
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ulasyuk.com - Jakarta, gigi bungsu dapat tumbuh tanpa keluhan, tetapi sebagian orang merasakan nyeri, gusi bengkak, hingga sulit membuka mulut. Kondisi tersebut bergantung pada posisi dan ruang pertumbuhan gigi di dalam rahang.

Gigi Bungsu Kadang Sakit, Kadang Tidak: Ini Penyebabnya

Gigi bungsu merupakan geraham paling belakang yang tumbuh sebagai gigi permanen terakhir. Umumnya, gigi ini mulai muncul pada usia 17 hingga 25 tahun, meskipun waktu pertumbuhannya dapat berbeda pada setiap orang.

Menariknya, tidak semua orang mengalami keluhan yang sama. Ada orang yang hanya merasakan sedikit ngilu, sementara orang lain mengalami nyeri cukup mengganggu. Selain itu, seseorang tidak selalu menumbuhkan keempat gigi bungsu secara bersamaan.

Apa Itu Gigi Bungsu?

Gigi bungsu atau molar ketiga berada di bagian paling belakang rahang atas dan bawah. Dalam kondisi normal, seseorang memiliki empat gigi bungsu, yaitu dua di rahang atas dan dua di rahang bawah.

Gigi tersebut mendapat sebutan gigi bungsu karena tumbuh paling akhir di antara gigi permanen. Pertumbuhannya biasanya terjadi ketika seseorang memasuki masa dewasa muda.

Namun, pertumbuhan gigi bungsu tidak selalu berlangsung dengan pola yang sama. Sebagian orang dapat mengalami pertumbuhan satu per satu. Sebagian lainnya hanya mengalami pertumbuhan sebagian, sedangkan beberapa orang tidak memiliki benih gigi bungsu.

Karena itu, keberadaan gigi bungsu tidak otomatis menimbulkan rasa sakit. Kondisi rahang dan arah pertumbuhan memiliki peran penting dalam menentukan muncul atau tidaknya keluhan.

Kenapa Gigi Bungsu Kadang Sakit?

Rasa sakit pada gigi bungsu terutama berkaitan dengan ruang yang tersedia di rahang. Jika rahang menyediakan ruang yang cukup, gigi dapat tumbuh lurus dan sejajar dengan geraham lainnya.

Dalam kondisi tersebut, seseorang biasanya tidak merasakan nyeri berarti. Kalaupun muncul keluhan, rasa ngilu atau tidak nyaman dapat berlangsung selama beberapa hari.

Sebaliknya, ruang yang terbatas dapat membuat gigi bungsu tumbuh dengan posisi yang tidak ideal. Kondisi ini dikenal sebagai impaksi. Gigi dapat terhalang oleh gigi lain, tulang rahang, atau jaringan di sekitarnya.

Beberapa posisi impaksi yang umum meliputi:

  • Gigi tumbuh miring dan mendorong gigi di sebelahnya.
  • Gigi tumbuh secara horizontal.
  • Gigi tumbuh vertikal, tetapi tidak memiliki cukup ruang untuk keluar sepenuhnya.

Posisi tersebut dapat memicu sejumlah keluhan. Gusi dapat membengkak dan terasa nyeri. Selain itu, seseorang bisa mengalami bau mulut, rasa tidak nyaman di sekitar gusi, hingga kesulitan membuka mulut.

Pada kondisi tertentu, peradangan juga dapat muncul di sekitar gigi bungsu yang tumbuh sebagian. Peradangan tersebut dikenal sebagai perikoronitis. Bahkan, rasa sakit dapat menjalar menuju rahang atau telinga.

Faktor yang Memengaruhi Rasa Sakit Gigi Bungsu

Posisi gigi bukan satu-satunya faktor yang memengaruhi rasa sakit. Ukuran rahang juga berperan dalam proses pertumbuhan gigi bungsu.

Rahang yang sempit dapat membuat gigi lebih sulit menembus gusi. Selain itu, sudut pertumbuhan gigi terhadap geraham di sebelahnya dapat menentukan tingkat gangguan yang muncul.

Sisa makanan juga dapat memperburuk kondisi. Ketika sebagian gigi bungsu sudah muncul, area di sekitarnya dapat lebih sulit dibersihkan. Akibatnya, sisa makanan dapat memicu peradangan pada gusi.

Sementara itu, kondisi tubuh seseorang juga dapat memengaruhi seberapa kuat peradangan muncul. Karena itu, dua orang dengan pertumbuhan gigi bungsu yang serupa belum tentu merasakan tingkat nyeri yang sama.

Apa yang Bisa Dilakukan Saat Gigi Bungsu Tumbuh?

Jika gigi bungsu tidak menimbulkan gejala berarti, seseorang tetap perlu menjaga kebersihan mulut. Area belakang gigi sering sulit dijangkau sikat gigi. Pemeriksaan rutin ke dokter gigi juga dapat membantu memantau arah pertumbuhannya melalui pemeriksaan rontgen.

Ketika muncul nyeri ringan atau gusi membengkak, beberapa langkah sederhana dapat membantu mengurangi keluhan. Misalnya, seseorang dapat berkumur dengan air garam hangat untuk membantu meredakan peradangan.

Selain itu, kompres dingin pada bagian luar pipi dapat membantu mengurangi pembengkakan. Hindari pula makanan keras serta makanan yang terlalu panas atau terlalu dingin pada area yang terasa nyeri.

Jika rasa sakit berlangsung selama beberapa hari, pemeriksaan dokter gigi menjadi langkah yang penting. Dokter dapat menilai posisi gigi dan menentukan tindakan yang sesuai dengan kondisinya.

Kapan Gigi Bungsu Perlu Mendapat Penanganan?

Infeksi atau impaksi yang berat membutuhkan pemeriksaan lebih lanjut. Dokter gigi biasanya menggunakan rontgen panoramik untuk melihat posisi gigi bungsu secara menyeluruh.

Jika gigi bungsu mengalami impaksi dan berpotensi merusak geraham di sebelahnya atau menyebabkan infeksi berulang, dokter dapat menyarankan pencabutan. Prosedur tersebut dikenal sebagai odontektomi.

Dokter biasanya menggunakan anestesi lokal dalam prosedur tersebut. Pada kasus tertentu, dokter juga dapat menggunakan sedasi sesuai tingkat kesulitan tindakan.

Sebaliknya, menunda pemeriksaan ketika gejala terus muncul dapat meningkatkan risiko masalah lain. Infeksi dapat menyebar ke jaringan sekitar. Selain itu, gigi geraham di depan gigi bungsu juga dapat mengalami kerusakan.

Risiko lain mencakup munculnya kista di sekitar gigi yang terpendam serta perubahan susunan gigi lainnya. Karena itu, nyeri yang berulang sebaiknya tidak dianggap sebagai gangguan biasa.

Mengapa Ada Orang yang Tidak Merasakan Sakit?

Perbedaan pengalaman tersebut terutama berkaitan dengan kondisi pertumbuhan masing-masing orang. Gigi bungsu yang memiliki ruang cukup dapat tumbuh lurus tanpa menimbulkan gangguan berarti.

Sebaliknya, ruang rahang yang terbatas dapat membuat gigi tumbuh miring, mendatar, atau terjebak di dalam gusi. Kondisi tersebut meningkatkan kemungkinan munculnya nyeri dan peradangan.

Dengan demikian, rasa sakit bukan satu-satunya penentu kondisi gigi bungsu. Pemeriksaan gigi tetap penting untuk mengetahui posisi dan arah pertumbuhannya.

Kesimpulan

Gigi bungsu biasanya tumbuh pada usia 17 hingga 25 tahun. Namun, setiap orang dapat mengalami pola pertumbuhan yang berbeda. Ada yang merasakan sedikit ngilu, sedangkan lainnya mengalami nyeri, pembengkakan, atau gangguan membuka mulut.

Gigi bungsu dapat tumbuh tanpa masalah ketika rahang menyediakan ruang yang cukup. Sebaliknya, impaksi dapat memicu berbagai keluhan ketika gigi tidak memiliki ruang untuk tumbuh dengan sempurna.

Karena itu, nyeri yang berlangsung selama beberapa hari, gusi membengkak, atau kesulitan membuka mulut sebaiknya mendapat pemeriksaan dokter gigi. Pemeriksaan dapat membantu menentukan apakah gigi cukup dipantau atau membutuhkan penanganan lebih lanjut.

FAQ

Apakah semua orang akan mengalami sakit saat gigi bungsu tumbuh?

Tidak. Gigi bungsu dapat tumbuh tanpa nyeri berarti jika memiliki ruang yang cukup dan tumbuh dengan posisi yang baik.

Pada usia berapa gigi bungsu biasanya tumbuh?

Gigi bungsu biasanya mulai tumbuh pada usia 17 hingga 25 tahun. Namun, beberapa orang dapat mengalaminya lebih cepat atau lebih lambat.

Apa penyebab gigi bungsu terasa sakit?

Posisi tumbuh yang tidak ideal, ruang rahang yang terbatas, serta peradangan di sekitar gigi dapat memicu rasa sakit. Impaksi juga dapat menyebabkan gusi bengkak dan sulit membuka mulut.

Apakah gigi bungsu yang sakit harus dicabut?

Tidak semua gigi bungsu membutuhkan pencabutan. Dokter gigi dapat menilai posisi dan kondisinya melalui pemeriksaan, termasuk rontgen jika diperlukan.