
Ulasyuk.com - Jakarta, GAC Group meraih penghargaan emas di 51st International Exhibition of Inventions of Geneva melalui Teknologi Quark Electric Drive 2.0. Inovasi ini memakai material amorphous ultra-tipis sebagai inti stator motor listrik.
GAC menerima Gold Medal with the Congratulations of the Jury untuk inovasi manufaktur presisi tersebut. Penghargaan ini tidak hanya mengakui konsep atau desain, tetapi juga penerapan teknologi hingga kendaraan listrik produksi massal.
Teknologi itu menjadi bagian dari upaya GAC mengurangi kehilangan energi pada motor listrik. Perusahaan mengembangkan material, proses manufaktur, dan sistem penggerak secara terpadu.
Amorphous alloy untuk mengurangi kehilangan energi
Stator menjadi salah satu komponen penting dalam motor listrik. Bagian ini menghasilkan perubahan medan magnet yang kemudian menggerakkan motor. Namun, perubahan tersebut juga menimbulkan iron loss atau kehilangan energi.
Energi yang hilang berubah menjadi panas dan dapat menurunkan efisiensi motor. Karena itu, GAC menggunakan amorphous alloy yang memiliki struktur atom tidak beraturan, permeabilitas magnetik tinggi, serta iron loss rendah.
GAC mengembangkan amorphous ribbon dengan ketebalan 25 mikron atau 0,025 milimeter. Ukuran itu sekitar seperlima ketebalan ultra-thin silicon steel konvensional. Material tersebut juga memiliki saturation magnetic induction hingga 1,68 Tesla.
Sementara itu, iron loss material tercatat 5,7 W/kg. Menurut data GAC, angka tersebut sekitar 50 persen lebih rendah dibandingkan ultra-thin silicon steel.
Manufaktur presisi menjembatani material dan produksi massal
Material amorphous memiliki karakter tipis, keras, sekaligus rapuh. Oleh karena itu, GAC perlu mengembangkan proses manufaktur yang mampu mengolahnya secara konsisten untuk kebutuhan otomotif.
Rangkaian proses tersebut mencakup multi-layer compounding, precision stamping, lamination, Vacuum Pressure Impregnation, dan drying. Melalui multi-layer uniform-thickness compounding, GAC mengolah material setebal 25 mikron menjadi ketebalan sekitar 0,15 milimeter.
Selain itu, high-speed precision stamping mampu bekerja hingga 200 strokes per minute. Proses pressure-vibration coordinated lamination juga menghasilkan stacking factor stator core lebih dari 92 persen.
Rangkaian teknologi tersebut membuat material yang sebelumnya banyak digunakan dalam aplikasi berteknologi tinggi dapat masuk ke kebutuhan industri otomotif. GAC kemudian menerapkannya pada sistem Quark Electric Drive 2.0 Amorphous-Carbon Fiber Super Electric Drive.
Efisiensi mencapai 99,03 persen
Sistem penggerak tersebut menggabungkan stator berbasis amorphous alloy dengan rotor berbasis carbon fiber. Berdasarkan pengujian yang mendapat sertifikasi China Automotive Engineering Research Institute atau CAERI pada 2025, motor itu mencatat peak efficiency 99,03 persen.
Secara keseluruhan, sistem electric drive tersebut mencatat CLTC operating efficiency 94,184 persen. Menurut data GAC, efisiensi itu berpotensi menambah jarak tempuh sekitar 30–50 kilometer dengan kapasitas baterai yang sama.
Namun, hasil aktual tetap bergantung pada kondisi penggunaan dan konfigurasi kendaraan. GAC juga telah menerapkan teknologi tersebut pada kendaraan produksi seperti AION N60, 2027 AION RT, dan 2027 AION i60.
Penghargaan di Jenewa menjadi bagian dari perjalanan GAC dalam mengembangkan electric drive sejak 2010. International Exhibition of Inventions of Geneva telah berlangsung sejak 1973 dan tahun ini menampilkan lebih dari 1.000 proyek inovasi dari 35 negara serta wilayah.
Gold Medal with the Congratulations of the Jury melalui seleksi lanjutan yang membutuhkan persetujuan bulat seluruh anggota juri. Dengan demikian, penghargaan tersebut mencerminkan perjalanan teknologi Quark Electric Drive dari material, komponen, manufaktur, hingga kendaraan.