7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Jika Ingin Tidur Nyenyak

Editor Hey Ind
Waktu baca Menghitung...
Diterbitkan

Ulasyuk.com - Bandar Lampung, menjaga kualitas tidur tidak hanya bergantung pada jadwal istirahat. Pilihan makanan pada malam hari juga dapat memengaruhi kenyamanan tubuh ketika seseorang mulai berbaring.

7 Makanan yang Sebaiknya Dihindari Jika Ingin Tidur Nyenyak

Beberapa jenis makanan dapat membuat tubuh tetap aktif saat seharusnya beristirahat. Selain itu, makanan tertentu dapat memicu gangguan pencernaan atau refluks asam, sehingga tidur terasa kurang nyaman.

Karena itu, memilih makanan untuk malam hari menjadi hal yang patut diperhatikan. Terlebih lagi, makan dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tubuh masih mencerna makanan ketika seseorang mulai beristirahat.

Makanan Pedas Dapat Mengganggu Kenyamanan Tidur

Makanan pedas menjadi salah satu pilihan yang sebaiknya tidak dikonsumsi terlalu dekat dengan waktu tidur. Rasa pedas dapat memicu rasa panas di dada, gangguan pencernaan, atau refluks asam pada sebagian orang.

Selain itu, makanan pedas juga dapat meningkatkan suhu tubuh. Kondisi tersebut dapat membuat tubuh terasa kurang nyaman ketika seseorang hendak tidur.

Karena itu, orang yang sering mengalami maag atau refluks asam perlu lebih berhati-hati. Mengurangi makanan pedas pada malam hari dapat membantu menghindari gangguan yang muncul ketika tubuh mulai beristirahat.

Makanan Berlemak dan Gorengan

Gorengan serta makanan tinggi lemak juga perlu mendapat perhatian. Makanan seperti ini membutuhkan proses pencernaan yang lebih lama dan dapat membuat tubuh tetap bekerja setelah waktu makan malam.

Penelitian yang dirangkum Sleep Foundation menunjukkan bahwa makanan tinggi lemak yang dikonsumsi dekat dengan waktu tidur dapat berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk. Selain itu, makanan berlemak dapat memperburuk keluhan refluks pada sebagian orang.

Sementara itu, makan dalam porsi besar menjelang tidur juga dapat menambah rasa tidak nyaman. Karena itu, pilih porsi makan malam yang lebih ringan dan beri jeda sebelum berbaring.

Cokelat Mengandung Kafein

Cokelat sering dianggap sebagai camilan sederhana. Namun, beberapa jenis cokelat mengandung kafein yang dapat mengganggu tidur.

Kafein bekerja sebagai stimulan. Akibatnya, konsumsi makanan atau minuman berkafein terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat seseorang lebih sulit mengantuk.

Selain cokelat, kafein juga terdapat pada kopi, teh, minuman bersoda tertentu, dan minuman energi. Sleep Foundation menyarankan agar konsumsi kafein tidak terlalu dekat dengan waktu tidur karena efeknya dapat bertahan selama beberapa jam.

Makanan dan Minuman Manis

Makanan tinggi gula juga sebaiknya tidak menjadi pilihan utama sebelum tidur. Konsumsi gula dalam jumlah tinggi berkaitan dengan pola tidur yang kurang baik dalam sejumlah penelitian.

Makanan manis dapat mencakup berbagai camilan, makanan penutup, serta produk dengan tambahan gula. Karena itu, kebiasaan mengonsumsi makanan manis dalam jumlah besar pada malam hari perlu diperhatikan.

Selain itu, pilih camilan dengan kandungan gizi yang lebih baik jika rasa lapar muncul sebelum tidur. Buah, kacang, atau yogurt rendah gula dapat menjadi pilihan yang lebih ringan.

Makanan Asam Perlu Diperhatikan

Makanan yang memiliki tingkat keasaman tinggi juga dapat mengganggu kenyamanan tidur, terutama bagi orang yang rentan mengalami refluks asam.

Contohnya antara lain tomat dan buah sitrus. Makanan tersebut dapat meningkatkan keluhan asam lambung pada sebagian orang ketika dikonsumsi menjelang tidur.

Namun, respons tubuh setiap orang berbeda. Jika makanan tertentu secara konsisten menimbulkan rasa panas di dada atau gangguan pencernaan pada malam hari, menghindarinya sebelum tidur dapat membantu menjaga kenyamanan.

Makanan Tinggi Karbohidrat Olahan

Makanan dengan kandungan karbohidrat tinggi juga perlu diperhatikan ketika dikonsumsi dalam jumlah besar menjelang tidur. Pola makan yang tinggi gula dan karbohidrat serta rendah sayuran dan ikan berkaitan dengan kualitas tidur yang lebih buruk.

Contohnya dapat berupa makanan dengan banyak gula tambahan atau produk berbahan biji-bijian olahan. Karena itu, pilihan karbohidrat yang lebih bernutrisi dapat membantu membentuk pola makan yang lebih seimbang.

Selain pilihan makanan, waktu makan juga penting. Mengonsumsi makanan dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat membuat tubuh masih menjalankan proses pencernaan saat seseorang mulai beristirahat.

Makanan Berat dalam Porsi Besar

Jenis makanan terakhir bukan hanya soal bahan, tetapi juga jumlahnya. Makan malam dalam porsi besar dapat membuat tubuh bekerja lebih keras untuk mencerna makanan ketika waktu tidur sudah dekat.

Sleep Foundation mencatat bahwa para ahli umumnya menyarankan jeda sekitar dua hingga empat jam antara makan besar dan waktu tidur. Jeda tersebut memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan sebelum seseorang berbaring.

Dengan demikian, seseorang tidak selalu harus menghindari makan malam. Pilihan yang lebih penting mencakup jenis makanan, jumlah porsi, serta jarak waktu antara makan dan tidur.

Tujuh jenis makanan yang perlu diperhatikan sebelum tidur

Berikut rangkumannya:

  • Makanan pedas.
  • Makanan tinggi lemak dan gorengan.
  • Cokelat yang mengandung kafein.
  • Makanan tinggi gula.
  • Makanan asam seperti tomat dan buah sitrus.
  • Makanan tinggi karbohidrat olahan.
  • Makanan berat dalam porsi besar.

Cara Mengatur Makanan Menjelang Tidur

Menghindari makanan tertentu bukan berarti seseorang harus tidur dalam keadaan lapar. Camilan ringan tetap dapat menjadi pilihan ketika rasa lapar muncul pada malam hari.

Selain itu, pilih makanan dengan kandungan gizi yang lebih seimbang. Buah, kacang, biji-bijian, atau yogurt rendah gula termasuk beberapa pilihan yang dapat menjadi camilan ringan.

Kemudian, perhatikan jarak waktu makan. Makan besar sekitar dua hingga empat jam sebelum tidur dapat memberi tubuh waktu untuk mencerna makanan sekaligus mengurangi kemungkinan munculnya keluhan refluks.

Namun, kebutuhan setiap orang dapat berbeda. Orang yang memiliki keluhan refluks atau gangguan tidur tertentu mungkin perlu menyesuaikan pilihan makanan dan waktu makan dengan kondisi tubuhnya.

Kesimpulan

Makanan yang dikonsumsi pada malam hari dapat memengaruhi kenyamanan dan kualitas tidur. Makanan pedas, berlemak, tinggi gula, makanan asam, serta makanan atau minuman berkafein termasuk pilihan yang perlu diperhatikan.

Selain itu, porsi makanan dan waktu makan juga berperan. Karena itu, hindari makan besar terlalu dekat dengan waktu tidur dan pilih camilan ringan jika memang merasa lapar.

Pada akhirnya, pola makan yang seimbang dapat membantu mendukung kebiasaan tidur yang lebih baik. Jika gangguan tidur terus terjadi meski sudah mengatur pola makan, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menemukan penyebabnya.

FAQ

Apa makanan yang sebaiknya dihindari sebelum tidur?

Makanan pedas, berlemak, tinggi gula, makanan asam, cokelat berkafein, serta makanan berat dalam porsi besar perlu dibatasi sebelum tidur.

Apakah cokelat bisa mengganggu tidur?

Bisa. Beberapa jenis cokelat mengandung kafein yang dapat mengganggu kemampuan tubuh untuk mulai tidur.

Berapa lama sebaiknya memberi jeda antara makan dan tidur?

Para ahli yang dikutip Sleep Foundation umumnya menyarankan jeda sekitar dua hingga empat jam setelah makan besar sebelum tidur.

Apakah makan sebelum tidur selalu buruk?

Tidak selalu. Camilan ringan dengan kandungan gizi yang baik dapat membantu ketika seseorang merasa lapar. Namun, makan dalam jumlah besar terlalu dekat dengan waktu tidur dapat mengganggu kenyamanan dan kualitas tidur.