Penyebab Buta Warna yang Perlu Diketahui, Bisa karena Genetik

Penyebab buta warna dapat berasal dari faktor genetik, penyakit, obat, penuaan, hingga paparan bahan kimia yang memengaruhi penglihatan.

UlasYuk.com, Jakarta - Penyebab buta warna perlu dipahami karena gangguan penglihatan warna tidak selalu terjadi sejak lahir. Kondisi ini dapat muncul akibat faktor keturunan maupun masalah kesehatan tertentu.

Penyebab Buta Warna yang Perlu Diketahui, Bisa karena Genetik

Buta warna membuat seseorang kesulitan membedakan warna tertentu dengan akurat. Namun, kondisi ini tidak selalu berarti penderita melihat seluruh dunia dalam warna hitam dan putih.

Pada mata normal, terdapat sel kerucut atau cone cells di retina. Sel tersebut berperan menangkap cahaya dengan panjang gelombang tertentu, terutama merah, hijau, dan biru.

Jika salah satu atau beberapa jenis sel kerucut mengalami gangguan, kemampuan mata dalam mengenali warna dapat berubah. Karena itu, penyebabnya perlu diketahui untuk menentukan langkah pemeriksaan yang tepat.

Penyebab Buta Warna yang Paling Umum

Salah satu penyebab buta warna yang paling banyak ditemukan adalah faktor genetik. Kondisi ini dapat diwariskan dari orang tua kepada anak melalui perubahan pada gen tertentu.

Buta warna bawaan berkaitan dengan gen pada kromosom X. Karena pria hanya mempunyai satu kromosom X, risikonya lebih tinggi mengalami kondisi tersebut.

Sementara itu, wanita memiliki dua kromosom X. Oleh sebab itu, pola pewarisan buta warna pada wanita berbeda dengan pria.

Selain faktor keturunan, buta warna juga dapat muncul setelah seseorang mengalami masalah kesehatan. Kondisi ini dikenal sebagai defisiensi penglihatan warna yang didapat atau acquired color vision deficiency.

Beberapa kondisi yang dapat berkaitan dengan gangguan penglihatan warna antara lain:

  • Diabetes yang dapat memengaruhi pembuluh darah dan jaringan mata.
  • Glaukoma yang menyebabkan kerusakan saraf optik.
  • Gangguan pada retina dan saraf mata.
  • Degenerasi makula.
  • Penyakit neurologis tertentu.
  • Cedera pada mata atau bagian sistem penglihatan.
  • Stroke yang memengaruhi jalur penglihatan.

Karena itu, perubahan kemampuan melihat warna yang terjadi secara tiba-tiba sebaiknya tidak dianggap sebagai kondisi bawaan biasa.

Pengaruh Obat dan Proses Penuaan

Selain penyakit, penggunaan obat tertentu juga dapat memengaruhi persepsi warna. Efek tersebut dapat berbeda pada setiap orang dan bergantung pada jenis obat serta kondisi kesehatan.

Beberapa obat yang digunakan dalam penanganan penyakit tertentu diketahui dapat berkaitan dengan perubahan penglihatan warna. Salah satu contohnya adalah ethambutol yang digunakan dalam terapi penyakit tertentu.

Obat untuk gangguan jantung, tekanan darah, dan beberapa gangguan kejiwaan juga perlu digunakan sesuai petunjuk tenaga medis. Jika muncul perubahan penglihatan setelah mengonsumsi obat, pasien sebaiknya berkonsultasi dengan dokter.

Sementara itu, usia juga dapat memengaruhi kemampuan mata dalam mengenali warna. Perubahan alami pada retina dan lensa mata dapat membuat warna terlihat berbeda dibandingkan sebelumnya.

Katarak, misalnya, dapat membuat pandangan menjadi lebih keruh. Warna tertentu juga bisa terlihat lebih pudar atau kekuningan akibat perubahan pada lensa mata.

Namun, tidak semua perubahan penglihatan pada usia lanjut berarti buta warna. Pemeriksaan mata tetap diperlukan untuk mengetahui penyebab sebenarnya.

Paparan Bahan Kimia Juga Perlu Diwaspadai

Lingkungan kerja menjadi salah satu faktor yang perlu diperhatikan. Paparan bahan kimia tertentu dalam jangka panjang dapat memengaruhi sistem saraf dan fungsi penglihatan.

Bahan seperti karbon disulfida dan timbal dapat menimbulkan risiko kesehatan apabila seseorang terpapar tanpa perlindungan yang memadai.

Karena itu, pekerja yang beraktivitas di lingkungan dengan bahan kimia perlu menggunakan alat pelindung diri sesuai standar. Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga penting dilakukan.

Jika kemampuan membedakan warna berubah setelah paparan bahan tertentu, kondisi tersebut sebaiknya segera diperiksa. Penanganan lebih awal dapat membantu mencari penyebab dan mencegah masalah berkembang.

Jenis-Jenis Buta Warna

Buta warna tidak hanya terdiri dari satu jenis. Gangguan tersebut dapat berbeda berdasarkan jenis sel kerucut yang mengalami masalah.

Jenis yang paling sering ditemukan adalah gangguan penglihatan warna merah-hijau. Penderitanya dapat mengalami kesulitan membedakan warna merah, hijau, cokelat, atau oranye.

Ada pula gangguan warna biru-kuning. Jenis ini lebih jarang terjadi dan dapat membuat seseorang kesulitan membedakan warna biru dengan hijau.

Dalam kondisi tertentu, warna kuning juga dapat sulit dibedakan dari warna merah muda atau abu-abu.

Jenis lainnya adalah achromatopsia atau buta warna total. Kondisi ini sangat jarang terjadi dan membuat seseorang mengalami gangguan berat dalam melihat warna.

Penderita achromatopsia umumnya melihat lingkungan dalam nuansa hitam, putih, dan abu-abu. Kondisi tersebut juga dapat disertai sensitivitas tinggi terhadap cahaya.

Bagaimana Buta Warna Diketahui?

Diagnosis buta warna biasanya dilakukan melalui pemeriksaan penglihatan warna. Salah satu metode yang umum digunakan adalah tes Ishihara.

Dalam tes tersebut, pasien diminta melihat pola atau angka yang tersusun dari titik-titik dengan warna berbeda. Kemampuan membaca pola tersebut dapat membantu dokter mengetahui adanya gangguan penglihatan warna.

Selain itu, dokter dapat menggunakan tes penyusunan warna seperti Farnsworth-Munsell. Pemeriksaan tersebut dapat membantu menilai jenis dan tingkat gangguan penglihatan warna.

Pemeriksaan menjadi semakin penting jika gangguan muncul ketika seseorang sudah dewasa. Sebab, kondisi tersebut dapat berkaitan dengan penyakit mata, penyakit sistemik, obat, atau faktor lainnya.

Kapan Harus Memeriksakan Mata?

Buta warna bawaan biasanya sudah berlangsung sejak seseorang lahir. Banyak orang baru menyadarinya ketika mengikuti pemeriksaan mata atau mengalami kesulitan membedakan warna dalam aktivitas tertentu.

Namun, kondisi berbeda perlu diperhatikan apabila perubahan penglihatan warna terjadi secara mendadak.

Segera lakukan pemeriksaan jika terdapat perubahan penglihatan yang mengganggu aktivitas sehari-hari. Pemeriksaan juga diperlukan jika keluhan disertai penurunan ketajaman penglihatan atau gejala mata lainnya.

Beberapa kondisi yang perlu menjadi perhatian meliputi:

  • Warna tiba-tiba terlihat berbeda.
  • Kesulitan membedakan warna yang sebelumnya mudah dikenali.
  • Penglihatan menjadi buram.
  • Muncul gangguan setelah cedera mata.
  • Keluhan muncul setelah menggunakan obat tertentu.
  • Gangguan penglihatan semakin memburuk.

Semakin cepat penyebab diketahui, semakin mudah dokter menentukan langkah penanganannya.

Apakah Buta Warna Bisa Disembuhkan?

Buta warna akibat kelainan genetik sampai saat ini belum memiliki terapi medis yang dapat menghilangkan kondisi tersebut secara menyeluruh.

Meski begitu, penderita tetap dapat menjalani aktivitas sehari-hari dengan berbagai penyesuaian. Kacamata atau lensa kontak khusus juga dapat membantu sebagian orang membedakan warna tertentu dengan lebih jelas.

Di sisi lain, buta warna yang didapat akibat penyakit atau faktor tertentu perlu mendapatkan perhatian berbeda. Dokter akan mencari dan menangani penyebab yang mendasarinya.

Penelitian mengenai terapi gen untuk gangguan penglihatan warna bawaan juga terus berkembang. Namun, terapi tersebut masih membutuhkan penelitian dan pengujian lebih lanjut sebelum dapat digunakan secara luas.

Karena itu, masyarakat tidak disarankan mencoba pengobatan tanpa pemeriksaan medis terlebih dahulu.

Pentingnya Mengenali Perubahan Penglihatan Warna

Memahami penyebab buta warna dapat membantu seseorang mengenali kondisi penglihatannya sejak dini. Faktor keturunan memang menjadi salah satu penyebab utama, terutama pada kasus yang sudah terjadi sejak lahir.

Namun, gangguan penglihatan warna juga bisa muncul akibat penyakit, penggunaan obat tertentu, penuaan, cedera, hingga paparan bahan kimia.

Dengan demikian, perubahan warna yang muncul secara tiba-tiba tidak sebaiknya diabaikan. Pemeriksaan oleh dokter mata dapat membantu memastikan penyebab dan menentukan tindakan yang sesuai.

Pada akhirnya, menjaga kesehatan mata tetap menjadi langkah penting. Pemeriksaan rutin, penggunaan pelindung saat bekerja dengan bahan kimia, serta pengobatan sesuai petunjuk dokter dapat membantu menjaga fungsi penglihatan.

Sekedar Berbagi Informasi seputar Kehidupan